<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral! Siswi SMP Berusia 13 Tahun di Jaktim Tewas Gantung Diri</title><description>Ketua RT setempat, Nurjali menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh kakeknya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/18/338/3170825/viral-siswi-smp-berusia-13-tahun-di-jaktim-tewas-gantung-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/18/338/3170825/viral-siswi-smp-berusia-13-tahun-di-jaktim-tewas-gantung-diri"/><item><title>Viral! Siswi SMP Berusia 13 Tahun di Jaktim Tewas Gantung Diri</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/18/338/3170825/viral-siswi-smp-berusia-13-tahun-di-jaktim-tewas-gantung-diri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/18/338/3170825/viral-siswi-smp-berusia-13-tahun-di-jaktim-tewas-gantung-diri</guid><pubDate>Kamis 18 September 2025 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/18/338/3170825/viral-L1qX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral! Siswi SMP Berusia 13 Tahun di Jaktim Tewas Gantung Diri/ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/18/338/3170825/viral-L1qX_large.jpg</image><title>Viral! Siswi SMP Berusia 13 Tahun di Jaktim Tewas Gantung Diri/ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Siswi MTS atau setara SMP berusia 13 tahun tewas usai gantung diri di rumah tinggalnya di kawasan Kelurahan Cilangkap, Jakarta Timur. Korban disebut sebagai korban bullying alias perundungan.&#13;
&#13;
Informasi terkait korban perundungan itu viral di media sosial. Namun kabar ini dibantah oleh Polres Metro Jakarta Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara tidak (di-bully), memang itu dalam pengasuhan neneknya, orangtuanya bekerja, kakaknya menuntut ilmu di luar kota,&amp;quot; ujar Kanit PPA Polres Metro Jakarta Timur, AKP Sri Yatmini kepada wartawan, Kamis (18/9/2025).&#13;
&#13;
Polisi kata Sri telah melakukan asessmen terkait dugaan perundungan itu ke pihak sekolah. Sejumlah guru dan teman-teman korban pun sudah diklarifikasi mengenai hal ini.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah dua kali datang ke sekolahan itu untuk melakukan asesmen kepada teman atau rekan daripada korban,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Meski demikian, Sri menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Polisi juga membuka lebar kepada pihak keluarga apabila memang menemukan dugaan tindak pidana atas kematian korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk saat keluarga korban atau kakak korban atau orang tua korban belum bersedia untuk membuat laporan ke sini,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua RT setempat, Nurjali menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh kakeknya. Saat itu, kakek korban meminta pertolongan kepada warga lantaran melihat korban sudah tergantung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena katanya saat itu kondisinya masih hangat, masih bisa tertolong tapi ternyata sudah meninggal,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Senada dengan pihak kepolisian, Nurjali juga belum mendapatkan informasi terkait korban yang menjadi korban bullying. Ia mengaku menyerahkan penyelidikan ini ke pihak kepolisian.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Siswi MTS atau setara SMP berusia 13 tahun tewas usai gantung diri di rumah tinggalnya di kawasan Kelurahan Cilangkap, Jakarta Timur. Korban disebut sebagai korban bullying alias perundungan.&#13;
&#13;
Informasi terkait korban perundungan itu viral di media sosial. Namun kabar ini dibantah oleh Polres Metro Jakarta Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sementara tidak (di-bully), memang itu dalam pengasuhan neneknya, orangtuanya bekerja, kakaknya menuntut ilmu di luar kota,&amp;quot; ujar Kanit PPA Polres Metro Jakarta Timur, AKP Sri Yatmini kepada wartawan, Kamis (18/9/2025).&#13;
&#13;
Polisi kata Sri telah melakukan asessmen terkait dugaan perundungan itu ke pihak sekolah. Sejumlah guru dan teman-teman korban pun sudah diklarifikasi mengenai hal ini.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah dua kali datang ke sekolahan itu untuk melakukan asesmen kepada teman atau rekan daripada korban,&amp;quot; ungkap dia.&#13;
&#13;
Meski demikian, Sri menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Polisi juga membuka lebar kepada pihak keluarga apabila memang menemukan dugaan tindak pidana atas kematian korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk saat keluarga korban atau kakak korban atau orang tua korban belum bersedia untuk membuat laporan ke sini,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketua RT setempat, Nurjali menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh kakeknya. Saat itu, kakek korban meminta pertolongan kepada warga lantaran melihat korban sudah tergantung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena katanya saat itu kondisinya masih hangat, masih bisa tertolong tapi ternyata sudah meninggal,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Senada dengan pihak kepolisian, Nurjali juga belum mendapatkan informasi terkait korban yang menjadi korban bullying. Ia mengaku menyerahkan penyelidikan ini ke pihak kepolisian.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
