<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istana Minta Maaf Kasus Keracunan MBG Kembali Terulang, Siapkan Sanksi Jika Ada Kelalaian</title><description>Politikus Partai Gerindra ini menegaskan bahwa kasus ini menjadi bahan evaluasi, catatan bagi BGN, juga dengan pemerintah daerah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/19/337/3171117/istana-minta-maaf-kasus-keracunan-mbg-kembali-terulang-siapkan-sanksi-jika-ada-kelalaian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/19/337/3171117/istana-minta-maaf-kasus-keracunan-mbg-kembali-terulang-siapkan-sanksi-jika-ada-kelalaian"/><item><title>Istana Minta Maaf Kasus Keracunan MBG Kembali Terulang, Siapkan Sanksi Jika Ada Kelalaian</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/19/337/3171117/istana-minta-maaf-kasus-keracunan-mbg-kembali-terulang-siapkan-sanksi-jika-ada-kelalaian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/19/337/3171117/istana-minta-maaf-kasus-keracunan-mbg-kembali-terulang-siapkan-sanksi-jika-ada-kelalaian</guid><pubDate>Jum'at 19 September 2025 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/19/337/3171117/pemerintah-oDdN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Makan Bergizi Gratis/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/19/337/3171117/pemerintah-oDdN_large.jpg</image><title>Ilustrasi Makan Bergizi Gratis/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta maaf atas kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di sejumlah daerah. Dia memastikan bahwa kasus keracunan tidak diharapkan dan bukan kesengajaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertama-tama tentunya kami atas namanya pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional, mewakili Badan Gizi Nasional memohon maaf,&amp;rdquo; tegas Prasetyo saat Konferensi Pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah yang tentu saja itu bukan sesuatu yang kita harapkan dan bukan sesuatu kesengajaan,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Politikus Partai Gerindra ini menegaskan bahwa kasus ini menjadi bahan evaluasi, catatan bagi BGN, juga dengan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertama adalah memastikan bahwa seluruh yang terdampak dan harus mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik-baiknya,&amp;rdquo;ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang kedua tentu harus dilakukan upaya evaluasi termasuk mitigasi perbaikan supaya masalah-masalah seperti ini tidak terulang kembali,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dia kembali memastikan bahwa akan diberikan sanksi kepada dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika ditemukan kesengajaan atau kelalaian sehingga menyebabkan keracunan bagi penerima MBG.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harus. Dan sanksi kalau memang itu adalah faktor-faktor kesengajaan atau lalai dalam melaksanakan SOP, tentunya akan ada sanksi kepada SPPG yang dimaksud,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi juga sanksi yang akan diterapkan jangan sampai kemudian itu mengganggu dari sisi operasional sehingga mengganggu penerima manfaat untuk tidak mendapatkan MBG ini,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta maaf atas kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di sejumlah daerah. Dia memastikan bahwa kasus keracunan tidak diharapkan dan bukan kesengajaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertama-tama tentunya kami atas namanya pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional, mewakili Badan Gizi Nasional memohon maaf,&amp;rdquo; tegas Prasetyo saat Konferensi Pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah yang tentu saja itu bukan sesuatu yang kita harapkan dan bukan sesuatu kesengajaan,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Politikus Partai Gerindra ini menegaskan bahwa kasus ini menjadi bahan evaluasi, catatan bagi BGN, juga dengan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertama adalah memastikan bahwa seluruh yang terdampak dan harus mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik-baiknya,&amp;rdquo;ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang kedua tentu harus dilakukan upaya evaluasi termasuk mitigasi perbaikan supaya masalah-masalah seperti ini tidak terulang kembali,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dia kembali memastikan bahwa akan diberikan sanksi kepada dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika ditemukan kesengajaan atau kelalaian sehingga menyebabkan keracunan bagi penerima MBG.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harus. Dan sanksi kalau memang itu adalah faktor-faktor kesengajaan atau lalai dalam melaksanakan SOP, tentunya akan ada sanksi kepada SPPG yang dimaksud,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi juga sanksi yang akan diterapkan jangan sampai kemudian itu mengganggu dari sisi operasional sehingga mengganggu penerima manfaat untuk tidak mendapatkan MBG ini,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
