<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puluhan Bayi Dijual ke Luar Negeri, Polri Gandeng Polisi Singapura</title><description>Singapore Police Force telah menyatakan kesediaannya untuk membantu pemeriksaan saksi berdasarkan daftar pertanyaan yang disusun penyidik Polda Jabar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/20/337/3171270/puluhan-bayi-dijual-ke-luar-negeri-polri-gandeng-polisi-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/20/337/3171270/puluhan-bayi-dijual-ke-luar-negeri-polri-gandeng-polisi-singapura"/><item><title>Puluhan Bayi Dijual ke Luar Negeri, Polri Gandeng Polisi Singapura</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/20/337/3171270/puluhan-bayi-dijual-ke-luar-negeri-polri-gandeng-polisi-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/20/337/3171270/puluhan-bayi-dijual-ke-luar-negeri-polri-gandeng-polisi-singapura</guid><pubDate>Sabtu 20 September 2025 12:49 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/20/337/3171270/viral-Oefv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Puluhan Bayi Dijual ke Luar Negeri, Polri Gandeng Polisi Singapura</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/20/337/3171270/viral-Oefv_large.jpg</image><title>Puluhan Bayi Dijual ke Luar Negeri, Polri Gandeng Polisi Singapura</title></images><description>JAKARTA - Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Set NCB Interpol Indonesia menggandeng Singapore Police Force (SPF) dalam membongkar kasus penjualan&amp;nbsp;bayi yang diungkap Polda Jawa Barat (Jabar) pada Juli 2025 lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus yang melibatkan jalur penyelundupan bayi dari Bandung, Pontianak, Jakarta, hingga Singapura,&amp;quot;kata Ses NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol. Untung Widyatmoko, Sabtu (20/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Perdagangan bayi ini kami telusuri alurnya sampai ke luar negeri,&amp;rdquo;sambung Untung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakan Untung, Singapore Police Force telah menyatakan kesediaannya untuk membantu pemeriksaan saksi berdasarkan daftar pertanyaan yang disusun penyidik Polda Jabar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain itu, SPF juga siap membantu pencarian tiga warga negara Singapura yang diduga terlibat,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Pihaknya juga telah menyarankan penyidik untuk menelusuri data Nomor Induk Kependudukan (NIK) porter yang diduga mengantarkan bayi ke Singapura guna memastikan identitas serta jalur keberangkatan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, sebanyak 24 bayi menjadi korban sindikat perdagangan manusia atau human trafficking. Sebanyak 6 bayi berhasil diselamatkan, sedangkan 18 lainnya telah dijual sindikat ke Singapura dan sudah dilengkapi dengan dokumen-dokumen palsu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar tengah berupaya mencari keberadaan 18 bayi asal Jabar yang telah dijual dengan harga antara Rp11 juta hingga Rp16 juta tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari keterangan para tersangka, ada 24 bayi yang diduga jadi korban. Sejauh ini kami mengamankan satu bayi di Tangerang dan lima di Pontianak. Bayi-bayi itu akan dikirim ke Singapura dengan dilengkapi dokumen palsu,&amp;quot; kata Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan di Mapolda Jabar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Set NCB Interpol Indonesia menggandeng Singapore Police Force (SPF) dalam membongkar kasus penjualan&amp;nbsp;bayi yang diungkap Polda Jawa Barat (Jabar) pada Juli 2025 lalu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus yang melibatkan jalur penyelundupan bayi dari Bandung, Pontianak, Jakarta, hingga Singapura,&amp;quot;kata Ses NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol. Untung Widyatmoko, Sabtu (20/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Perdagangan bayi ini kami telusuri alurnya sampai ke luar negeri,&amp;rdquo;sambung Untung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakan Untung, Singapore Police Force telah menyatakan kesediaannya untuk membantu pemeriksaan saksi berdasarkan daftar pertanyaan yang disusun penyidik Polda Jabar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain itu, SPF juga siap membantu pencarian tiga warga negara Singapura yang diduga terlibat,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Pihaknya juga telah menyarankan penyidik untuk menelusuri data Nomor Induk Kependudukan (NIK) porter yang diduga mengantarkan bayi ke Singapura guna memastikan identitas serta jalur keberangkatan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, sebanyak 24 bayi menjadi korban sindikat perdagangan manusia atau human trafficking. Sebanyak 6 bayi berhasil diselamatkan, sedangkan 18 lainnya telah dijual sindikat ke Singapura dan sudah dilengkapi dengan dokumen-dokumen palsu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar tengah berupaya mencari keberadaan 18 bayi asal Jabar yang telah dijual dengan harga antara Rp11 juta hingga Rp16 juta tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari keterangan para tersangka, ada 24 bayi yang diduga jadi korban. Sejauh ini kami mengamankan satu bayi di Tangerang dan lima di Pontianak. Bayi-bayi itu akan dikirim ke Singapura dengan dilengkapi dokumen palsu,&amp;quot; kata Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan di Mapolda Jabar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
