<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Respons Keracunan MBG, KSP: Harus Ada Perbaikan</title><description>Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, menyatakan program makan bergizi gratis (MBG) perlu dilakukan evaluasi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/20/337/3171356/respons-keracunan-mbg-ksp-harus-ada-perbaikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/20/337/3171356/respons-keracunan-mbg-ksp-harus-ada-perbaikan"/><item><title>Respons Keracunan MBG, KSP: Harus Ada Perbaikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/20/337/3171356/respons-keracunan-mbg-ksp-harus-ada-perbaikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/20/337/3171356/respons-keracunan-mbg-ksp-harus-ada-perbaikan</guid><pubDate>Sabtu 20 September 2025 21:12 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/20/337/3171356/qudori-vkh2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/20/337/3171356/qudori-vkh2_large.jpg</image><title>Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari/Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, menyatakan program makan bergizi gratis (MBG) perlu dilakukan evaluasi. Hal itu guna mencegah terulangnya kasus keracunan MBG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu memang harus ada perbaikan mekanisme, perbaikan kelembagaan, dan perbaikan dari berbagai macam sisi, dan ini sedang berlangsung prosesnya,&amp;quot; kata Qodari kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).&#13;
&#13;
Ia menegaskan, program MBG harus dilakukan tanpa kesalahan atau zero accidents. Kendati begitu, menurutnya, angka keracunan MBG masih kecil dibandingkan total penerima manfaat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau pakai angka-angka 5 ribu sekian dari 20 juta, 25 juta penerima, mungkin kecil ya. Tetapi ini adalah program yang tidak boleh ada accident,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut saya ini sudah wake up call, bagaimana bahwa ini harus bisa diperbaiki dengan secepat-cepatnya,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Qodari melanjutkan, pembenahan perlu dilakukan salah satunya guna mencegah accident terjadi di daerah terpencil yang minim fasilitas kesehatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang kita khawatirkan adalah accident di daerah-daerah terpencil, yang faskesnya belum sebaik seperti di daerah perkotaan, jadi intinya kita akan perbaiki,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, menyatakan program makan bergizi gratis (MBG) perlu dilakukan evaluasi. Hal itu guna mencegah terulangnya kasus keracunan MBG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu memang harus ada perbaikan mekanisme, perbaikan kelembagaan, dan perbaikan dari berbagai macam sisi, dan ini sedang berlangsung prosesnya,&amp;quot; kata Qodari kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).&#13;
&#13;
Ia menegaskan, program MBG harus dilakukan tanpa kesalahan atau zero accidents. Kendati begitu, menurutnya, angka keracunan MBG masih kecil dibandingkan total penerima manfaat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau pakai angka-angka 5 ribu sekian dari 20 juta, 25 juta penerima, mungkin kecil ya. Tetapi ini adalah program yang tidak boleh ada accident,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menurut saya ini sudah wake up call, bagaimana bahwa ini harus bisa diperbaiki dengan secepat-cepatnya,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Qodari melanjutkan, pembenahan perlu dilakukan salah satunya guna mencegah accident terjadi di daerah terpencil yang minim fasilitas kesehatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang kita khawatirkan adalah accident di daerah-daerah terpencil, yang faskesnya belum sebaik seperti di daerah perkotaan, jadi intinya kita akan perbaiki,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
