<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Gempa Sukabumi-Bogor Bukan Dipicu Aktivitas Vulkanik</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa merusak yang mengguncang wilayah Sukabumi hingga Bogor, Jawa Barat bukan dipicu aktivitas vulkanik.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/22/337/3171546/bmkg-gempa-sukabumi-bogor-bukan-dipicu-aktivitas-vulkanik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/22/337/3171546/bmkg-gempa-sukabumi-bogor-bukan-dipicu-aktivitas-vulkanik"/><item><title>BMKG: Gempa Sukabumi-Bogor Bukan Dipicu Aktivitas Vulkanik</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/22/337/3171546/bmkg-gempa-sukabumi-bogor-bukan-dipicu-aktivitas-vulkanik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/22/337/3171546/bmkg-gempa-sukabumi-bogor-bukan-dipicu-aktivitas-vulkanik</guid><pubDate>Senin 22 September 2025 07:09 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/22/337/3171546/gempa-3qQr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gempa (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/22/337/3171546/gempa-3qQr_large.jpg</image><title>Ilustrasi gempa (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa merusak yang mengguncang wilayah Sukabumi hingga Bogor, Jawa Barat bukan dipicu aktivitas vulkanik. Diketahui, gempa vulkanik biasanya terkait dengan aktivitas gunung api.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukti bahwa Gempa Sukabumi-Bogor adalah gempa tektonik tampak pada bentuk gelombang gempa (waveform) hasil catatan Sensor Seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko) dengan karakteristik gelombang S (shear) yang tampak kuat dengan komponen frekuensi tinggi. Fakta ini sekaligus memastikan bahwa gempa yang terjadi bukan dipicu gempa vulkanik,&amp;rdquo; tegas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dikutip Senin (22/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, BMKG melaporkan bahwa gempa utama (mainshock) memiliki M4,0 dengan kedalaman hiposenter 7 km. Gempa ini terjadi pada Sabtu, 20 September 2025 pukul 23.47.44 WIB. Episenter gempa terletak di darat, di wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jenis gempa yang terjadi adalah gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif,&amp;rdquo; ujar Daryono.&#13;
&#13;
Daryono mengatakan, dari hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar/geser (strike-slip fault). Gempa ini dirasakan di Kalapanunggal dan Kabandungan dalam Skala Intensitas III&amp;ndash;IV MMI, di Pamijahan dan Leuwiliang dalam III MMI, di Bogor dalam II&amp;ndash;III MMI, dan di Palabuhanratu serta Depok dalam II MMI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gempa yang terjadi menimbulkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan rumah warga di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan. Catatan sementara menunjukkan ada 5 rumah yang terdampak, 20 jiwa harus menghadapi situasi darurat. Patut disyukuri bahwa gempa yang terjadi tidak menimbulkan korban meninggal dunia dan luka-luka,&amp;rdquo; papar Daryono.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa merusak yang mengguncang wilayah Sukabumi hingga Bogor, Jawa Barat bukan dipicu aktivitas vulkanik. Diketahui, gempa vulkanik biasanya terkait dengan aktivitas gunung api.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukti bahwa Gempa Sukabumi-Bogor adalah gempa tektonik tampak pada bentuk gelombang gempa (waveform) hasil catatan Sensor Seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko) dengan karakteristik gelombang S (shear) yang tampak kuat dengan komponen frekuensi tinggi. Fakta ini sekaligus memastikan bahwa gempa yang terjadi bukan dipicu gempa vulkanik,&amp;rdquo; tegas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dikutip Senin (22/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, BMKG melaporkan bahwa gempa utama (mainshock) memiliki M4,0 dengan kedalaman hiposenter 7 km. Gempa ini terjadi pada Sabtu, 20 September 2025 pukul 23.47.44 WIB. Episenter gempa terletak di darat, di wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jenis gempa yang terjadi adalah gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif,&amp;rdquo; ujar Daryono.&#13;
&#13;
Daryono mengatakan, dari hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar/geser (strike-slip fault). Gempa ini dirasakan di Kalapanunggal dan Kabandungan dalam Skala Intensitas III&amp;ndash;IV MMI, di Pamijahan dan Leuwiliang dalam III MMI, di Bogor dalam II&amp;ndash;III MMI, dan di Palabuhanratu serta Depok dalam II MMI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gempa yang terjadi menimbulkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan rumah warga di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan. Catatan sementara menunjukkan ada 5 rumah yang terdampak, 20 jiwa harus menghadapi situasi darurat. Patut disyukuri bahwa gempa yang terjadi tidak menimbulkan korban meninggal dunia dan luka-luka,&amp;rdquo; papar Daryono.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
