<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri: Red Notice untuk Riza Chalid Segera Diterbitkan!</title><description>Kadiv Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol Amur Chandra, memastikan proses penerbitan Red Notice terhadap Riza Chalid, tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, tidak akan memakan waktu lama.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/22/337/3171711/polri-red-notice-untuk-riza-chalid-segera-diterbitkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/22/337/3171711/polri-red-notice-untuk-riza-chalid-segera-diterbitkan"/><item><title>Polri: Red Notice untuk Riza Chalid Segera Diterbitkan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/22/337/3171711/polri-red-notice-untuk-riza-chalid-segera-diterbitkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/22/337/3171711/polri-red-notice-untuk-riza-chalid-segera-diterbitkan</guid><pubDate>Senin 22 September 2025 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/22/337/3171711/tersangka_riza_chalid-Scoi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tersangka Riza Chalid (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/22/337/3171711/tersangka_riza_chalid-Scoi_large.jpg</image><title>Tersangka Riza Chalid (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kadiv Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol Amur Chandra, memastikan proses penerbitan Red Notice terhadap Riza Chalid, tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, tidak akan memakan waktu lama.&#13;
&#13;
Menurutnya, percepatan penerbitan Red Notice sudah dikomunikasikan langsung ke komite eksekutif Interpol wilayah Asia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk percepatan, kami sudah mengambil langkah berkomunikasi saat Ses NCB menghadiri sidang Interpol wilayah Asia Pasifik di Singapura. Kami bertemu salah satu eksekutif komite wilayah Asia,&amp;rdquo; kata Amur dalam rapat bersama Komisi III DPR, Senin (22/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami meminta percepatan penerbitan Red Notice tersebut dan sudah diberikan arahan untuk mengkomunikasikannya dengan pihak CCC dan NDTF yang mengeluarkan dokumen Interpol itu,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Amur menegaskan, penerbitan Red Notice bagi Riza Chalid tinggal menunggu waktu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insya Allah dalam waktu tidak lama, Red Notice terhadap subjek MRZ ini mudah-mudahan bisa segera dikeluarkan,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kasus Riza Chalid&#13;
&#13;
Kejaksaan Agung (Kejagung) sebelumnya menetapkan sembilan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada Pertamina subholding dan KKKS periode 2018&amp;ndash;2023.&#13;
&#13;
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan terhadap 273 saksi dan 16 ahli.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tim penyidik menyimpulkan telah diperoleh alat bukti yang cukup untuk menetapkan sebanyak sembilan tersangka,&amp;rdquo; kata Qohar dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (10/7/2025).&#13;
&#13;
Kesembilan tersangka itu adalah AN, Vice President Supply dan Distribusi PT Pertamina 2011&amp;ndash;2015, HB, Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina 2014, TN, DS, AS, HW, MH, IP, dan MRC (Riza Chalid).&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kadiv Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol Amur Chandra, memastikan proses penerbitan Red Notice terhadap Riza Chalid, tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, tidak akan memakan waktu lama.&#13;
&#13;
Menurutnya, percepatan penerbitan Red Notice sudah dikomunikasikan langsung ke komite eksekutif Interpol wilayah Asia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk percepatan, kami sudah mengambil langkah berkomunikasi saat Ses NCB menghadiri sidang Interpol wilayah Asia Pasifik di Singapura. Kami bertemu salah satu eksekutif komite wilayah Asia,&amp;rdquo; kata Amur dalam rapat bersama Komisi III DPR, Senin (22/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami meminta percepatan penerbitan Red Notice tersebut dan sudah diberikan arahan untuk mengkomunikasikannya dengan pihak CCC dan NDTF yang mengeluarkan dokumen Interpol itu,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Amur menegaskan, penerbitan Red Notice bagi Riza Chalid tinggal menunggu waktu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insya Allah dalam waktu tidak lama, Red Notice terhadap subjek MRZ ini mudah-mudahan bisa segera dikeluarkan,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kasus Riza Chalid&#13;
&#13;
Kejaksaan Agung (Kejagung) sebelumnya menetapkan sembilan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada Pertamina subholding dan KKKS periode 2018&amp;ndash;2023.&#13;
&#13;
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan terhadap 273 saksi dan 16 ahli.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tim penyidik menyimpulkan telah diperoleh alat bukti yang cukup untuk menetapkan sebanyak sembilan tersangka,&amp;rdquo; kata Qohar dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (10/7/2025).&#13;
&#13;
Kesembilan tersangka itu adalah AN, Vice President Supply dan Distribusi PT Pertamina 2011&amp;ndash;2015, HB, Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina 2014, TN, DS, AS, HW, MH, IP, dan MRC (Riza Chalid).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
