<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Prancis Resmi Umumkan Pengakuan Negara Palestina</title><description>Macron mengatakan Prancis siap berkontribusi pada &quot;misi stabilisasi&quot; di Gaza dan menyerukan pemerintahan transisi yang melibatkan Otoritas Palestina (PA).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/23/18/3171796/breaking-news-prancis-resmi-umumkan-pengakuan-negara-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/23/18/3171796/breaking-news-prancis-resmi-umumkan-pengakuan-negara-palestina"/><item><title>Breaking News! Prancis Resmi Umumkan Pengakuan Negara Palestina</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/23/18/3171796/breaking-news-prancis-resmi-umumkan-pengakuan-negara-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/23/18/3171796/breaking-news-prancis-resmi-umumkan-pengakuan-negara-palestina</guid><pubDate>Selasa 23 September 2025 08:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/23/18/3171796/prancis-oDzp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Breaking News! Prancis Resmi Umumkan Pengakuan Negara Palestina</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/23/18/3171796/prancis-oDzp_large.jpg</image><title>Breaking News! Prancis Resmi Umumkan Pengakuan Negara Palestina</title></images><description>JAKARTA - Prancis pada Senin, (22/9/2025) telah resmi mengakui negara Palestina yang berdaulat. Langkah ini menjadikan Prancis sebagai negara terbaru yang mengumumkan pengakuan terhadap Palestina, menyusul serangkaian negara lain yang telah melakukannya.&#13;
&#13;
Berbicara di PBB di New York, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan &amp;quot;waktunya untuk perdamaian telah tiba&amp;quot; dan bahwa &amp;quot;tidak ada yang membenarkan perang yang sedang berlangsung di Gaza&amp;quot;, demikian dilansir BBC.&#13;
&#13;
Prancis dan Arab Saudi menjadi tuan rumah pertemuan puncak satu hari di Majelis Umum PBB yang berfokus pada rencana solusi dua negara untuk konflik tersebut. Negara-negara G7, seperti Jerman, Italia, dan Amerika Serikat (AS), tidak hadir dalam pertemuan tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Macron mengonfirmasi bahwa Belgia, Luksemburg, Malta, Andorra, dan San Marino juga akan mengakui negara Palestina. Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal telah mengumumkan pengakuan tersebut pada Minggu, (21/9).&#13;
&#13;
Pemimpin Prancis tersebut menyampaikan kepada konferensi bahwa waktunya telah tiba untuk menghentikan perang dan membebaskan sisa sandera Israel yang ditahan oleh Hamas. Ia memperingatkan akan &amp;quot;bahaya perang tanpa akhir&amp;quot; dan mengatakan &amp;quot;kebenaran harus selalu menang atas kekuatan&amp;quot;.&#13;
&#13;
Komunitas internasional telah gagal membangun perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, ujarnya, seraya menambahkan bahwa &amp;quot;kita harus melakukan segala daya upaya untuk menjaga kemungkinan solusi dua negara&amp;quot; yang akan mempertemukan &amp;quot;Israel dan Palestina dalam perdamaian dan keamanan&amp;quot;.&#13;
&#13;
Macron mengatakan Prancis siap berkontribusi pada &amp;quot;misi stabilisasi&amp;quot; di Gaza dan menyerukan pemerintahan transisi yang melibatkan Otoritas Palestina (PA) yang akan mengawasi pembubaran Hamas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengatakan Prancis hanya akan membuka kedutaan besar untuk negara Palestina ketika semua sandera yang ditahan Hamas dibebaskan dan gencatan senjata telah disepakati.&#13;
&#13;
Israel mengatakan pengakuan tersebut akan memberi penghargaan kepada Hamas atas serangan kelompok bersenjata Palestina pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan yang mengakibatkan sekitar 1.200 orang tewas dan 251 orang disandera.&#13;
&#13;
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan solusi dua negara &amp;quot;dikeluarkan&amp;quot; setelah serangan 7 Oktober dan menyebut perundingan minggu ini di PBB sebagai &amp;quot;sandiwara&amp;quot;. Sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersikeras tidak akan ada negara Palestina di sebelah barat Sungai Yordan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Prancis pada Senin, (22/9/2025) telah resmi mengakui negara Palestina yang berdaulat. Langkah ini menjadikan Prancis sebagai negara terbaru yang mengumumkan pengakuan terhadap Palestina, menyusul serangkaian negara lain yang telah melakukannya.&#13;
&#13;
Berbicara di PBB di New York, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan &amp;quot;waktunya untuk perdamaian telah tiba&amp;quot; dan bahwa &amp;quot;tidak ada yang membenarkan perang yang sedang berlangsung di Gaza&amp;quot;, demikian dilansir BBC.&#13;
&#13;
Prancis dan Arab Saudi menjadi tuan rumah pertemuan puncak satu hari di Majelis Umum PBB yang berfokus pada rencana solusi dua negara untuk konflik tersebut. Negara-negara G7, seperti Jerman, Italia, dan Amerika Serikat (AS), tidak hadir dalam pertemuan tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Macron mengonfirmasi bahwa Belgia, Luksemburg, Malta, Andorra, dan San Marino juga akan mengakui negara Palestina. Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal telah mengumumkan pengakuan tersebut pada Minggu, (21/9).&#13;
&#13;
Pemimpin Prancis tersebut menyampaikan kepada konferensi bahwa waktunya telah tiba untuk menghentikan perang dan membebaskan sisa sandera Israel yang ditahan oleh Hamas. Ia memperingatkan akan &amp;quot;bahaya perang tanpa akhir&amp;quot; dan mengatakan &amp;quot;kebenaran harus selalu menang atas kekuatan&amp;quot;.&#13;
&#13;
Komunitas internasional telah gagal membangun perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, ujarnya, seraya menambahkan bahwa &amp;quot;kita harus melakukan segala daya upaya untuk menjaga kemungkinan solusi dua negara&amp;quot; yang akan mempertemukan &amp;quot;Israel dan Palestina dalam perdamaian dan keamanan&amp;quot;.&#13;
&#13;
Macron mengatakan Prancis siap berkontribusi pada &amp;quot;misi stabilisasi&amp;quot; di Gaza dan menyerukan pemerintahan transisi yang melibatkan Otoritas Palestina (PA) yang akan mengawasi pembubaran Hamas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengatakan Prancis hanya akan membuka kedutaan besar untuk negara Palestina ketika semua sandera yang ditahan Hamas dibebaskan dan gencatan senjata telah disepakati.&#13;
&#13;
Israel mengatakan pengakuan tersebut akan memberi penghargaan kepada Hamas atas serangan kelompok bersenjata Palestina pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan yang mengakibatkan sekitar 1.200 orang tewas dan 251 orang disandera.&#13;
&#13;
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengatakan solusi dua negara &amp;quot;dikeluarkan&amp;quot; setelah serangan 7 Oktober dan menyebut perundingan minggu ini di PBB sebagai &amp;quot;sandiwara&amp;quot;. Sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersikeras tidak akan ada negara Palestina di sebelah barat Sungai Yordan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
