<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo di PBB: Indonesia Pernah Diperlakukan Lebih Rendah dari Anjing di Tanah Air Kami Sendiri!</title><description>Prabowo menegaskan, PBB didirikan justru untuk menolak logika kekuasaan yang menindas pihak lemah dan memastikan keadilan bagi semua bangsa.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/24/337/3172089/prabowo-di-pbb-indonesia-pernah-diperlakukan-lebih-rendah-dari-anjing-di-tanah-air-kami-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/24/337/3172089/prabowo-di-pbb-indonesia-pernah-diperlakukan-lebih-rendah-dari-anjing-di-tanah-air-kami-sendiri"/><item><title>Prabowo di PBB: Indonesia Pernah Diperlakukan Lebih Rendah dari Anjing di Tanah Air Kami Sendiri!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/24/337/3172089/prabowo-di-pbb-indonesia-pernah-diperlakukan-lebih-rendah-dari-anjing-di-tanah-air-kami-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/24/337/3172089/prabowo-di-pbb-indonesia-pernah-diperlakukan-lebih-rendah-dari-anjing-di-tanah-air-kami-sendiri</guid><pubDate>Rabu 24 September 2025 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/24/337/3172089/prabowo-st3Q_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Presiden Prabowo Subianto </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/24/337/3172089/prabowo-st3Q_large.jpg</image><title> Presiden Prabowo Subianto </title></images><description>NEW YORK -&amp;nbsp; Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada dunia untuk menolak doktrin legendaris dari Thucydides yaitu &amp;ldquo;the strong do what they can, the weak suffer what they must&amp;rdquo; dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, PBB didirikan justru untuk menolak logika kekuasaan yang menindas pihak lemah dan memastikan keadilan bagi semua bangsa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harus menolak doktrin ini. PBB ada untuk menolak doktrin ini. Kita harus berdiri untuk semua, baik yang kuat maupun yang lemah. Right cannot be right. Right must be right,&amp;rdquo; tegas Prabowo di hadapan para kepala negara, kepala pemerintahan, dan delegasi dari hampir seluruh negara di dunia.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan bahwa meski berbeda ras, agama, dan kebangsaan, seluruh umat manusia berkumpul di ruang sidang itu sebagai satu keluarga besar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita hadir di sini sebagai sesama manusia &amp;mdash; masing-masing diciptakan setara, dianugerahi hak yang tak dapat dicabut atas kehidupan, kebebasan, dan upaya meraih kebahagiaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Prabowo juga menceritakan perjalanan panjang bangsa Indonesia keluar dari kolonialisme, kemiskinan, dan apartheid, serta peran penting PBB dalam membantu Indonesia meraih kemerdekaan dan pembangunan awal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Negara saya tahu betul rasa sakit ini. Selama berabad-abad, rakyat Indonesia hidup di bawah penjajahan, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih rendah dari anjing di Tanah Air kami sendiri,&amp;rdquo;terangnya.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap multilateralisme dan perdamaian dunia. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian PBB dan siap meningkatkan perannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika Dewan Keamanan dan Majelis Umum ini memutuskan, Indonesia siap mengerahkan 20.000 bahkan lebih putra-putri kami untuk mengamankan perdamaian di Gaza, di Ukraina, di Sudan, di Libya&amp;nbsp;di mana pun perdamaian perlu ditegakkan,&amp;rdquo;tegas Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain pengerahan pasukan, Prabowo menyatakan kesediaan Indonesia memberikan kontribusi finansial untuk mendukung misi perdamaian PBB.&#13;
&#13;
Presiden juga memaparkan capaian Indonesia di sektor pangan. Ia menyebut produksi beras tertinggi sepanjang sejarah berhasil dicapai tahun ini dan Indonesia telah mengekspor beras ke negara-negara yang membutuhkan, termasuk Palestina.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami percaya dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,&amp;rdquo; kata Prabowo, seraya menegaskan komitmen Indonesia terhadap pertanian cerdas iklim, rehabilitasi 12 juta hektare lahan kritis, dan transisi energi dari fosil ke energi terbarukan.&#13;
&#13;
Terkait perubahan iklim, Prabowo mengingatkan ancaman kenaikan permukaan laut di pesisir utara Jakarta yang mencapai 5 sentimeter per tahun. Ia juga menargetkan net zero emission sebelum 2060.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tidak punya pilihan selain membangun tanggul laut raksasa (giant sea wall) sepanjang 480 kilometer. Kita harus mulai sekarang,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pidato Prabowo juga menyoroti krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza. Ia menggambarkan penderitaan jutaan warga sipil yang menghadapi kelaparan, trauma, dan kematian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bisakah kita tetap diam? Apakah tidak ada jawaban atas jeritan mereka?&amp;rdquo; seru Prabowo.&#13;
&#13;
Ia menyerukan agar perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan tidak menjadi hak istimewa segelintir negara, tetapi menjadi hak seluruh umat manusia.&#13;
&#13;
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan dukungan penuh Indonesia pada solusi dua negara untuk Palestina dan Israel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hanya dengan cara itu kita dapat mencapai perdamaian sejati: perdamaian tanpa kebencian, tanpa kecurigaan,&amp;rdquo;terangnya.&#13;
&#13;
Prabowo mengajak para pemimpin dunia untuk menunjukkan kenegarawanan, kebijaksanaan, dan kerendahan hati. &amp;ldquo;Kita harus melanjutkan perjalanan harapan umat manusia, perjalanan yang dimulai para pendiri kita, sebuah perjalanan yang harus kita tuntaskan bersama,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>NEW YORK -&amp;nbsp; Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada dunia untuk menolak doktrin legendaris dari Thucydides yaitu &amp;ldquo;the strong do what they can, the weak suffer what they must&amp;rdquo; dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, PBB didirikan justru untuk menolak logika kekuasaan yang menindas pihak lemah dan memastikan keadilan bagi semua bangsa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harus menolak doktrin ini. PBB ada untuk menolak doktrin ini. Kita harus berdiri untuk semua, baik yang kuat maupun yang lemah. Right cannot be right. Right must be right,&amp;rdquo; tegas Prabowo di hadapan para kepala negara, kepala pemerintahan, dan delegasi dari hampir seluruh negara di dunia.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan bahwa meski berbeda ras, agama, dan kebangsaan, seluruh umat manusia berkumpul di ruang sidang itu sebagai satu keluarga besar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita hadir di sini sebagai sesama manusia &amp;mdash; masing-masing diciptakan setara, dianugerahi hak yang tak dapat dicabut atas kehidupan, kebebasan, dan upaya meraih kebahagiaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Prabowo juga menceritakan perjalanan panjang bangsa Indonesia keluar dari kolonialisme, kemiskinan, dan apartheid, serta peran penting PBB dalam membantu Indonesia meraih kemerdekaan dan pembangunan awal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Negara saya tahu betul rasa sakit ini. Selama berabad-abad, rakyat Indonesia hidup di bawah penjajahan, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih rendah dari anjing di Tanah Air kami sendiri,&amp;rdquo;terangnya.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap multilateralisme dan perdamaian dunia. Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian PBB dan siap meningkatkan perannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika Dewan Keamanan dan Majelis Umum ini memutuskan, Indonesia siap mengerahkan 20.000 bahkan lebih putra-putri kami untuk mengamankan perdamaian di Gaza, di Ukraina, di Sudan, di Libya&amp;nbsp;di mana pun perdamaian perlu ditegakkan,&amp;rdquo;tegas Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain pengerahan pasukan, Prabowo menyatakan kesediaan Indonesia memberikan kontribusi finansial untuk mendukung misi perdamaian PBB.&#13;
&#13;
Presiden juga memaparkan capaian Indonesia di sektor pangan. Ia menyebut produksi beras tertinggi sepanjang sejarah berhasil dicapai tahun ini dan Indonesia telah mengekspor beras ke negara-negara yang membutuhkan, termasuk Palestina.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami percaya dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,&amp;rdquo; kata Prabowo, seraya menegaskan komitmen Indonesia terhadap pertanian cerdas iklim, rehabilitasi 12 juta hektare lahan kritis, dan transisi energi dari fosil ke energi terbarukan.&#13;
&#13;
Terkait perubahan iklim, Prabowo mengingatkan ancaman kenaikan permukaan laut di pesisir utara Jakarta yang mencapai 5 sentimeter per tahun. Ia juga menargetkan net zero emission sebelum 2060.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tidak punya pilihan selain membangun tanggul laut raksasa (giant sea wall) sepanjang 480 kilometer. Kita harus mulai sekarang,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pidato Prabowo juga menyoroti krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza. Ia menggambarkan penderitaan jutaan warga sipil yang menghadapi kelaparan, trauma, dan kematian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bisakah kita tetap diam? Apakah tidak ada jawaban atas jeritan mereka?&amp;rdquo; seru Prabowo.&#13;
&#13;
Ia menyerukan agar perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan tidak menjadi hak istimewa segelintir negara, tetapi menjadi hak seluruh umat manusia.&#13;
&#13;
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan dukungan penuh Indonesia pada solusi dua negara untuk Palestina dan Israel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hanya dengan cara itu kita dapat mencapai perdamaian sejati: perdamaian tanpa kebencian, tanpa kecurigaan,&amp;rdquo;terangnya.&#13;
&#13;
Prabowo mengajak para pemimpin dunia untuk menunjukkan kenegarawanan, kebijaksanaan, dan kerendahan hati. &amp;ldquo;Kita harus melanjutkan perjalanan harapan umat manusia, perjalanan yang dimulai para pendiri kita, sebuah perjalanan yang harus kita tuntaskan bersama,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
