<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bareskrim Beri Atensi Penanganan Kasus Keracunan MBG</title><description>Bareskrim Polri melakukan asistensi terkait kasus dugaan keracunan dari Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/26/337/3172557/bareskrim-beri-atensi-penanganan-kasus-keracunan-mbg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/26/337/3172557/bareskrim-beri-atensi-penanganan-kasus-keracunan-mbg"/><item><title>Bareskrim Beri Atensi Penanganan Kasus Keracunan MBG</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/26/337/3172557/bareskrim-beri-atensi-penanganan-kasus-keracunan-mbg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/26/337/3172557/bareskrim-beri-atensi-penanganan-kasus-keracunan-mbg</guid><pubDate>Jum'at 26 September 2025 09:13 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/26/337/3172557/bareskrim-QJNT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bareskrim Polri (Foto: Dok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/26/337/3172557/bareskrim-QJNT_large.jpg</image><title>Bareskrim Polri (Foto: Dok)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bareskrim Polri melakukan asistensi terkait kasus dugaan keracunan dari Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah. Kendati, pengusutan dilakukan oleh tiap polda jajaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk MBG yang keracunan itu ditangani oleh polda masing-masing, polda, polres masing-masing. Kita melakukan asistensi proses penanganannya supaya kita bisa dapatkan fakta untuk keamanan pangan itu sendiri,&amp;rdquo; kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf dikutip Jumat (26/9/2025).&#13;
&#13;
Helfi menjelaskan proses asistensi yang dilakukan guna mendalami proses keamanan dalam penyajian MBG dari hulu sampai hilir. Dari hasil asistensi itulah, kata dia, akan diberikan rekomendasi kepada pihak pelaksana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nanti dari hasil pengecekan dan asistensi itu tentunya muaranya memberikan rekomendasi kepada pemerintah terutama kepada penyelenggara MBG itu sendiri,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad merespons soal maraknya keracunan MBG di sejumlah daerah. Dasco meminta aparat penegak hukum (APH) turun tangan ikut menginvestigasi kasus ini.&#13;
&#13;
Menurut dia, hal ini sangat penting untuk memastikan apakah kasus keracunan tersebut disebabkan oleh kelalaian dalam proses penyajian makanan, atau justru ada dugaan kesengajaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita juga meminta kepada APH untuk juga ikut melakukan investigasi lapangan, untuk kemudian membedakan mana yang benar-benar keracunan, kelalaian, mana yang kemudian ada hal-hal yang mungkin ya sengaja begitu kan,&amp;rdquo; kata Dasco di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 25 September 2025.&#13;
&#13;
Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu juga mengingatkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyikapi dengan serius kasus keracunan massal yang marak terjadi.&#13;
Ia mengimbau semua pihak memberikan kesempatan bagi BGN untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG secara menyeluruh.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bareskrim Polri melakukan asistensi terkait kasus dugaan keracunan dari Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah. Kendati, pengusutan dilakukan oleh tiap polda jajaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk MBG yang keracunan itu ditangani oleh polda masing-masing, polda, polres masing-masing. Kita melakukan asistensi proses penanganannya supaya kita bisa dapatkan fakta untuk keamanan pangan itu sendiri,&amp;rdquo; kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf dikutip Jumat (26/9/2025).&#13;
&#13;
Helfi menjelaskan proses asistensi yang dilakukan guna mendalami proses keamanan dalam penyajian MBG dari hulu sampai hilir. Dari hasil asistensi itulah, kata dia, akan diberikan rekomendasi kepada pihak pelaksana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nanti dari hasil pengecekan dan asistensi itu tentunya muaranya memberikan rekomendasi kepada pemerintah terutama kepada penyelenggara MBG itu sendiri,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad merespons soal maraknya keracunan MBG di sejumlah daerah. Dasco meminta aparat penegak hukum (APH) turun tangan ikut menginvestigasi kasus ini.&#13;
&#13;
Menurut dia, hal ini sangat penting untuk memastikan apakah kasus keracunan tersebut disebabkan oleh kelalaian dalam proses penyajian makanan, atau justru ada dugaan kesengajaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita juga meminta kepada APH untuk juga ikut melakukan investigasi lapangan, untuk kemudian membedakan mana yang benar-benar keracunan, kelalaian, mana yang kemudian ada hal-hal yang mungkin ya sengaja begitu kan,&amp;rdquo; kata Dasco di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 25 September 2025.&#13;
&#13;
Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu juga mengingatkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyikapi dengan serius kasus keracunan massal yang marak terjadi.&#13;
Ia mengimbau semua pihak memberikan kesempatan bagi BGN untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG secara menyeluruh.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
