<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tangis Wakil Kepala BGN Pecah saat Minta Maaf soal Ribuan Kasus Keracunan MBG</title><description>Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menyampaikan permintaan maaf atas insiden keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/26/337/3172694/tangis-wakil-kepala-bgn-pecah-saat-minta-maaf-soal-ribuan-kasus-keracunan-mbg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/26/337/3172694/tangis-wakil-kepala-bgn-pecah-saat-minta-maaf-soal-ribuan-kasus-keracunan-mbg"/><item><title>Tangis Wakil Kepala BGN Pecah saat Minta Maaf soal Ribuan Kasus Keracunan MBG</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/26/337/3172694/tangis-wakil-kepala-bgn-pecah-saat-minta-maaf-soal-ribuan-kasus-keracunan-mbg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/26/337/3172694/tangis-wakil-kepala-bgn-pecah-saat-minta-maaf-soal-ribuan-kasus-keracunan-mbg</guid><pubDate>Jum'at 26 September 2025 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/26/337/3172694/wakil_kepala_bgn_nanik_s_deyang_menangis_minta_maaf-pOmi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menangis minta maaf (foto: Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/26/337/3172694/wakil_kepala_bgn_nanik_s_deyang_menangis_minta_maaf-pOmi_large.jpg</image><title>Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menangis minta maaf (foto: Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menyampaikan permintaan maaf atas insiden keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
Permintaan maaf itu disampaikan sambil menangis saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hati saya yang terdalam, saya mohon maaf. Atas nama BGN, atas nama seluruh SPPG di Indonesia, saya mohon maaf,&amp;rdquo; ujar Nanik dengan suara bergetar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menegaskan, bahwa BGN akan bertanggung jawab penuh atas kasus keracunan yang diduga berasal dari program MBG. Selain itu, BGN juga berkomitmen menanggung biaya pengobatan para pelajar yang terdampak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pokoknya kami mengaku salah. Kami bertanggung jawab atas insiden keamanan pangan ini,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Nanik juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kelalaian yang menyebabkan ribuan pelajar diduga mengalami keracunan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hati saya teriris. Sebagai seorang ibu, saya sangat sedih melihat gambar dan video anak-anak yang terbaring sakit,&amp;rdquo; tuturnya sambil menahan tangis.&#13;
&#13;
Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 70 kasus yang tercatat terkait program MBG. Dari jumlah tersebut, 5.914 orang diduga mengalami gejala keracunan.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menyampaikan permintaan maaf atas insiden keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
Permintaan maaf itu disampaikan sambil menangis saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hati saya yang terdalam, saya mohon maaf. Atas nama BGN, atas nama seluruh SPPG di Indonesia, saya mohon maaf,&amp;rdquo; ujar Nanik dengan suara bergetar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menegaskan, bahwa BGN akan bertanggung jawab penuh atas kasus keracunan yang diduga berasal dari program MBG. Selain itu, BGN juga berkomitmen menanggung biaya pengobatan para pelajar yang terdampak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pokoknya kami mengaku salah. Kami bertanggung jawab atas insiden keamanan pangan ini,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Nanik juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kelalaian yang menyebabkan ribuan pelajar diduga mengalami keracunan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hati saya teriris. Sebagai seorang ibu, saya sangat sedih melihat gambar dan video anak-anak yang terbaring sakit,&amp;rdquo; tuturnya sambil menahan tangis.&#13;
&#13;
Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 70 kasus yang tercatat terkait program MBG. Dari jumlah tersebut, 5.914 orang diduga mengalami gejala keracunan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
