<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Akui Keracunan MBG Bukan Sekadar Angka</title><description>Pemerintah akan mengevaluasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dilakukan sebagai respons atas insiden kejadian luar biasa (KLB) keracunan MBG di sejumlah daerah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/28/337/3173058/pemerintah-akui-keracunan-mbg-bukan-sekadar-angka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/28/337/3173058/pemerintah-akui-keracunan-mbg-bukan-sekadar-angka"/><item><title>Pemerintah Akui Keracunan MBG Bukan Sekadar Angka</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/28/337/3173058/pemerintah-akui-keracunan-mbg-bukan-sekadar-angka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/28/337/3173058/pemerintah-akui-keracunan-mbg-bukan-sekadar-angka</guid><pubDate>Minggu 28 September 2025 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/28/337/3173058/menko_bidang_pangan-CpsW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Foto: Nur Khabibi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/28/337/3173058/menko_bidang_pangan-CpsW_large.jpg</image><title>Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Foto: Nur Khabibi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah akan mengevaluasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dilakukan sebagai respons atas insiden kejadian luar biasa (KLB) keracunan MBG di sejumlah daerah.&#13;
&#13;
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti maraknya insiden keracunan MBG dan meminta jajaran segera mengambil tindakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Atas petunjuk dari Presiden dan instruksi dari beliau, bahwa bagi pemerintah keselamatan adalah prioritas utama,&amp;quot; kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Penanggulangan KLB pada Program Prioritas MBG di Kantor Kemenkes, Jakarta, Minggu (28/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menegaskan, insiden bukan sekadar angka, tetapi menyangkut keselamatan generasi penerus,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Zulhas menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah. Selain sebagai bagian dari evaluasi, penutupan SPPG juga bertujuan untuk kepentingan investigasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu evaluasi yang paling utama adalah kedisiplinan dan kualitas kemampuan juru masak, tidak hanya dari tempat yang terjadi (keracunan), tetapi di seluruh SPPG,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain itu, evaluasi ini juga akan mewajibkan seluruh SPPG memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). &amp;quot;Pasca kejadian, harus atau wajib hukumnya setiap SPPG punya SLHS, harus,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah akan mengevaluasi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dilakukan sebagai respons atas insiden kejadian luar biasa (KLB) keracunan MBG di sejumlah daerah.&#13;
&#13;
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti maraknya insiden keracunan MBG dan meminta jajaran segera mengambil tindakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Atas petunjuk dari Presiden dan instruksi dari beliau, bahwa bagi pemerintah keselamatan adalah prioritas utama,&amp;quot; kata Zulhas usai Rapat Koordinasi Penanggulangan KLB pada Program Prioritas MBG di Kantor Kemenkes, Jakarta, Minggu (28/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menegaskan, insiden bukan sekadar angka, tetapi menyangkut keselamatan generasi penerus,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Zulhas menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah. Selain sebagai bagian dari evaluasi, penutupan SPPG juga bertujuan untuk kepentingan investigasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu evaluasi yang paling utama adalah kedisiplinan dan kualitas kemampuan juru masak, tidak hanya dari tempat yang terjadi (keracunan), tetapi di seluruh SPPG,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain itu, evaluasi ini juga akan mewajibkan seluruh SPPG memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). &amp;quot;Pasca kejadian, harus atau wajib hukumnya setiap SPPG punya SLHS, harus,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
