<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat: Polri Berdiri di Garis Depan Bendung Demo Ricuh Akhir Agustus!</title><description>Peristiwa aksi unjuk rasa akhir Agustus 2025 yang menyebabkan sejumlah orang tewas, mendapat sorotan berbagai pihak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/28/337/3173112/pengamat-polri-berdiri-di-garis-depan-bendung-demo-ricuh-akhir-agustus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/28/337/3173112/pengamat-polri-berdiri-di-garis-depan-bendung-demo-ricuh-akhir-agustus"/><item><title>Pengamat: Polri Berdiri di Garis Depan Bendung Demo Ricuh Akhir Agustus!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/28/337/3173112/pengamat-polri-berdiri-di-garis-depan-bendung-demo-ricuh-akhir-agustus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/28/337/3173112/pengamat-polri-berdiri-di-garis-depan-bendung-demo-ricuh-akhir-agustus</guid><pubDate>Minggu 28 September 2025 23:21 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/28/337/3173112/demo-h6Ty_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengamat: Polri Berdiri di Garis Depan Bendung Demo Ricuh Akhir Agustus!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/28/337/3173112/demo-h6Ty_large.jpg</image><title>Pengamat: Polri Berdiri di Garis Depan Bendung Demo Ricuh Akhir Agustus!</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Peristiwa aksi unjuk rasa akhir Agustus 2025 yang menyebabkan sejumlah orang tewas, mendapat sorotan berbagai pihak. Demo tersebut menjalar di sejumlah daerah di Indonesia.&#13;
&#13;
Saat krusial itulah Polri berdiri di garis depan, membendung arus kekacauan, menjaga agar api kemarahan tidak membakar habis fondasi negara, dan memastikan pemerintahan tetap berjalan tanpa kehilangan kendali.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun ironisnya, bangsa ini justru melupakannya dan memilih narasi sempit yang mereduksi peran Polri menjadi sekadar &amp;quot;gagal&amp;quot; dikarenakan ada nyawa melayang,&amp;rdquo; ujar Pendiri Haidar Alwi Institute, R Haidar Alwi, Minggu (28/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun dia juga tidak menafikan, tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan sebagai sebuah tragedi yang memang tidak seharusnya terjadi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi apakah sebuah institusi yang menahan keruntuhan negara layak dihakimi hanya dari satu titik peristiwa, sementara ratusan titik berhasil dalam meredam amuk massa diabaikan begitu saja?,&amp;rdquo; tanya dia.&#13;
&#13;
Menuruutnya, apakah adil jika mengorbankan ribuan anggota Polri yang berjaga siang-malam, menghadang provokator hingga mempertaruhkan nyawa, disapu bersih oleh satu narasi bahwa mereka gagal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polri justru dijadikan kambing hitam seolah-olah mereka penyebab, bukan penyelamat,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, muncul wacana yang ingin mengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bahkan wacana reformasi Polri yang berpotensi menempatkan kepolisian di bawah kementerian tertentu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejarah sudah membuktikan, Polri yang dikungkung di bawah kementerian adalah Polri yang kehilangan independensinya, yang tidak lagi bisa berdiri tegak sebagai pengayom masyarakat, melainkan hanya menjadi kepanjangan tangan politik,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Peristiwa aksi unjuk rasa akhir Agustus 2025 yang menyebabkan sejumlah orang tewas, mendapat sorotan berbagai pihak. Demo tersebut menjalar di sejumlah daerah di Indonesia.&#13;
&#13;
Saat krusial itulah Polri berdiri di garis depan, membendung arus kekacauan, menjaga agar api kemarahan tidak membakar habis fondasi negara, dan memastikan pemerintahan tetap berjalan tanpa kehilangan kendali.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun ironisnya, bangsa ini justru melupakannya dan memilih narasi sempit yang mereduksi peran Polri menjadi sekadar &amp;quot;gagal&amp;quot; dikarenakan ada nyawa melayang,&amp;rdquo; ujar Pendiri Haidar Alwi Institute, R Haidar Alwi, Minggu (28/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun dia juga tidak menafikan, tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan sebagai sebuah tragedi yang memang tidak seharusnya terjadi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi apakah sebuah institusi yang menahan keruntuhan negara layak dihakimi hanya dari satu titik peristiwa, sementara ratusan titik berhasil dalam meredam amuk massa diabaikan begitu saja?,&amp;rdquo; tanya dia.&#13;
&#13;
Menuruutnya, apakah adil jika mengorbankan ribuan anggota Polri yang berjaga siang-malam, menghadang provokator hingga mempertaruhkan nyawa, disapu bersih oleh satu narasi bahwa mereka gagal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polri justru dijadikan kambing hitam seolah-olah mereka penyebab, bukan penyelamat,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, muncul wacana yang ingin mengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bahkan wacana reformasi Polri yang berpotensi menempatkan kepolisian di bawah kementerian tertentu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sejarah sudah membuktikan, Polri yang dikungkung di bawah kementerian adalah Polri yang kehilangan independensinya, yang tidak lagi bisa berdiri tegak sebagai pengayom masyarakat, melainkan hanya menjadi kepanjangan tangan politik,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
