<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenag Imbau Anak Muda Jangan Menunda Pernikahan karena Tren Gaya Hidup</title><description>Saat ini kata Abu, ada fenomena penurunan angka pernikahan, meskipun jumlah penduduk muda Indonesia tergolong besar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/29/337/3173242/kemenag-imbau-anak-muda-jangan-menunda-pernikahan-karena-tren-gaya-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/29/337/3173242/kemenag-imbau-anak-muda-jangan-menunda-pernikahan-karena-tren-gaya-hidup"/><item><title>Kemenag Imbau Anak Muda Jangan Menunda Pernikahan karena Tren Gaya Hidup</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/29/337/3173242/kemenag-imbau-anak-muda-jangan-menunda-pernikahan-karena-tren-gaya-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/29/337/3173242/kemenag-imbau-anak-muda-jangan-menunda-pernikahan-karena-tren-gaya-hidup</guid><pubDate>Senin 29 September 2025 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/29/337/3173242/pemerintah-VGB1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/29/337/3173242/pemerintah-VGB1_large.jpg</image><title>Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Agama (Kemenag) membuat Gerakan Sadar (GAS) Pencatatan Nikah. Inovasi ini diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam.&#13;
&#13;
Tujuan gerakan ini ingin membangun kesiapan lahir dan batin kalangan muda-mudi untuk menikah. Program ini tidak hanya menekankan pentingnya pencatatan pernikahan secara legal, namun memberikan edukasi tentang makna pernikahan sebagai fondasi terbentuknya keluarga sakinah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;GAS Nikah menjadi sarana penting untuk menyiapkan anak muda menghadapi pernikahan dengan lebih matang. Kami ingin mereka memahami pernikahan bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial,&amp;rdquo; ujar Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad saat Sakinah Funwalk dan GAS Nikah di Kota Semarang, dikutip Senin, (29/9/2025).&#13;
&#13;
Saat ini kata Abu, ada fenomena penurunan angka pernikahan, meskipun jumlah penduduk muda Indonesia tergolong besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, tercatat 69,75 persen pemuda Indonesia belum menikah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penurunan angka pernikahan di usia nikah dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya gaya hidup anak muda yang semakin nyaman hidup sendiri,&amp;rdquo;ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagian anak muda berpandangan bahwa kebahagiaan dapat diraih tanpa menikah. Pandangan ini semakin diperkuat dengan narasi media sosial yang kerap menggambarkan pernikahan penuh masalah,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Melalui GAS Nikah, &amp;nbsp;Kemenag berharap dapat menumbuhkan kesadaran baru di kalangan pemuda tentang pentingnya membangun keluarga. Pernikahan dipandang bukan sekadar ikatan pribadi, tetapi juga fondasi lahirnya generasi penerus bangsa yang kuat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita ingin anak-anak muda tidak lagi menunda pernikahan hanya karena tren gaya hidup. Mereka harus berani memutuskan menikah ketika sudah siap. Dengan pencatatan yang sah, mereka akan terlindungi secara hukum dan sosial,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Agama (Kemenag) membuat Gerakan Sadar (GAS) Pencatatan Nikah. Inovasi ini diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam.&#13;
&#13;
Tujuan gerakan ini ingin membangun kesiapan lahir dan batin kalangan muda-mudi untuk menikah. Program ini tidak hanya menekankan pentingnya pencatatan pernikahan secara legal, namun memberikan edukasi tentang makna pernikahan sebagai fondasi terbentuknya keluarga sakinah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;GAS Nikah menjadi sarana penting untuk menyiapkan anak muda menghadapi pernikahan dengan lebih matang. Kami ingin mereka memahami pernikahan bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial,&amp;rdquo; ujar Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad saat Sakinah Funwalk dan GAS Nikah di Kota Semarang, dikutip Senin, (29/9/2025).&#13;
&#13;
Saat ini kata Abu, ada fenomena penurunan angka pernikahan, meskipun jumlah penduduk muda Indonesia tergolong besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, tercatat 69,75 persen pemuda Indonesia belum menikah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penurunan angka pernikahan di usia nikah dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya gaya hidup anak muda yang semakin nyaman hidup sendiri,&amp;rdquo;ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagian anak muda berpandangan bahwa kebahagiaan dapat diraih tanpa menikah. Pandangan ini semakin diperkuat dengan narasi media sosial yang kerap menggambarkan pernikahan penuh masalah,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Melalui GAS Nikah, &amp;nbsp;Kemenag berharap dapat menumbuhkan kesadaran baru di kalangan pemuda tentang pentingnya membangun keluarga. Pernikahan dipandang bukan sekadar ikatan pribadi, tetapi juga fondasi lahirnya generasi penerus bangsa yang kuat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita ingin anak-anak muda tidak lagi menunda pernikahan hanya karena tren gaya hidup. Mereka harus berani memutuskan menikah ketika sudah siap. Dengan pencatatan yang sah, mereka akan terlindungi secara hukum dan sosial,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
