<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Gaungkan Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat</title><description>Pemerintah mendorong teman dengar untuk mendukung teman tuli agar mereka berkomitmen dalam memahami, menghormati dan mempromosikan kebutuhan serta hak teman tuli.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/29/337/3173314/pemerintah-gaungkan-inklusivitas-lewat-edukasi-bahasa-isyarat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/29/337/3173314/pemerintah-gaungkan-inklusivitas-lewat-edukasi-bahasa-isyarat"/><item><title>Pemerintah Gaungkan Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/29/337/3173314/pemerintah-gaungkan-inklusivitas-lewat-edukasi-bahasa-isyarat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/29/337/3173314/pemerintah-gaungkan-inklusivitas-lewat-edukasi-bahasa-isyarat</guid><pubDate>Senin 29 September 2025 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/29/337/3173314/pemerintah-1Doq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah Gaungkan Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/29/337/3173314/pemerintah-1Doq_large.jpg</image><title>Pemerintah Gaungkan Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Komunikasi Digital (Kemkomdigi) mendorong teman dengar untuk mendukung teman tuli agar mereka berkomitmen dalam memahami, menghormati dan mempromosikan kebutuhan serta hak teman tuli.&#13;
&#13;
Oleh sebab itu, Kemkomdigi membuat acara &amp;ldquo;Mengenal Isyarat, Menebar Manfaat&amp;rdquo; dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional sekaligus merayakan HUT ke-24 Kemkomdigi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harapan kami, perayaan HUT ke-24 Kemkomdigi ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat solidaritas sosial sekaligus meneguhkan komitmen kami dalam membangun ekosistem komunikasi digital yang sehat, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,&amp;rdquo;ujar Dirjen Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya, Senin (29/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sangat mengapresiasi kepedulian para pegawai Kemkomdigi dan museum-museum di TMII serta masyarakat yang turut mendonorkan darahnya pada kegiatan ini,&amp;rdquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
Salah satu kegiatannya adalah Muspen Talk: &amp;quot;Kenal Isyarat&amp;quot; di Museum Penerangan (Muspen) TMII dan Bakti Sosial Donor Darah. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Forum Muspen Talk mendorong teman dengar untuk mendukung teman tuli agar mereka berkomitmen dalam memahami, menghormati dan mempromosikan kebutuhan serta hak teman tuli.&#13;
Sebanyak 30 peserta dengar mengenal budaya tuli sekaligus mempelajari dasar Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) bersama 15 teman tuli.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Museum Penerangan, Mashuri Nur mengatakan, bahasa isyarat adalah bahasa universal dan jembatan komunikasi yang memungkinkan semua orang, terutama komunitas tuli, dapat berkomunikasi dengan adil dan ramah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini bukan hanya soal belajar bahasa isyarat, tetapi juga langkah awal menjadi orang yang peduli, mau belajar, dan berdiri bersama komunitas tuli dalam membangun komunikasi yang setara dan inklusif,&amp;rdquo; kata Mashuri.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Komunikasi Digital (Kemkomdigi) mendorong teman dengar untuk mendukung teman tuli agar mereka berkomitmen dalam memahami, menghormati dan mempromosikan kebutuhan serta hak teman tuli.&#13;
&#13;
Oleh sebab itu, Kemkomdigi membuat acara &amp;ldquo;Mengenal Isyarat, Menebar Manfaat&amp;rdquo; dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional sekaligus merayakan HUT ke-24 Kemkomdigi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harapan kami, perayaan HUT ke-24 Kemkomdigi ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat solidaritas sosial sekaligus meneguhkan komitmen kami dalam membangun ekosistem komunikasi digital yang sehat, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,&amp;rdquo;ujar Dirjen Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya, Senin (29/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sangat mengapresiasi kepedulian para pegawai Kemkomdigi dan museum-museum di TMII serta masyarakat yang turut mendonorkan darahnya pada kegiatan ini,&amp;rdquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
Salah satu kegiatannya adalah Muspen Talk: &amp;quot;Kenal Isyarat&amp;quot; di Museum Penerangan (Muspen) TMII dan Bakti Sosial Donor Darah. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Forum Muspen Talk mendorong teman dengar untuk mendukung teman tuli agar mereka berkomitmen dalam memahami, menghormati dan mempromosikan kebutuhan serta hak teman tuli.&#13;
Sebanyak 30 peserta dengar mengenal budaya tuli sekaligus mempelajari dasar Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) bersama 15 teman tuli.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Museum Penerangan, Mashuri Nur mengatakan, bahasa isyarat adalah bahasa universal dan jembatan komunikasi yang memungkinkan semua orang, terutama komunitas tuli, dapat berkomunikasi dengan adil dan ramah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini bukan hanya soal belajar bahasa isyarat, tetapi juga langkah awal menjadi orang yang peduli, mau belajar, dan berdiri bersama komunitas tuli dalam membangun komunikasi yang setara dan inklusif,&amp;rdquo; kata Mashuri.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
