<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dualisme PPP: Menkum Supratman Akan Teliti Dokumen Sah, Siapa Ketum yang Diakui?</title><description>Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menyebut akan meneliti lebih lanjut dokumen keabsahan Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/30/337/3173508/dualisme-ppp-menkum-supratman-akan-teliti-dokumen-sah-siapa-ketum-yang-diakui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/30/337/3173508/dualisme-ppp-menkum-supratman-akan-teliti-dokumen-sah-siapa-ketum-yang-diakui"/><item><title>Dualisme PPP: Menkum Supratman Akan Teliti Dokumen Sah, Siapa Ketum yang Diakui?</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/30/337/3173508/dualisme-ppp-menkum-supratman-akan-teliti-dokumen-sah-siapa-ketum-yang-diakui</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/30/337/3173508/dualisme-ppp-menkum-supratman-akan-teliti-dokumen-sah-siapa-ketum-yang-diakui</guid><pubDate>Selasa 30 September 2025 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/30/337/3173508/menteri_hukum_supratman_andi_agtas-gVTL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/30/337/3173508/menteri_hukum_supratman_andi_agtas-gVTL_large.jpg</image><title>Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menyebut akan meneliti lebih lanjut dokumen keabsahan Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pasca Muktamar X ini, Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto sama-sama mengklaim terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP periode 2025&amp;ndash;2030.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oh kalau itu sementara saya belum cek proses pendaftarannya di Kementerian Hukum, mungkin sudah ada masukan. Kita pasti akan lakukan penelitian terkait dokumen keabsahan dari penyelenggaraan itu,&amp;rdquo; kata Supratman kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Selasa (30/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menyebut jika kedua kubu sama-sama mendaftar, maka Kementerian Hukum akan memproses dokumen sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya kan kita patokannya ada di anggaran dasar, anggaran rumah tangga. Nanti akan kita lihat siapa yang memenuhi sesuai AD/ART,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Supratman berharap konflik dualisme ini bisa diselesaikan secara internal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi saya sih berharap mudah-mudahan bisa diselesaikan secara internal,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, dualisme antara Muhamad Mardiono dengan Agus Suparmanto terjadi ketika keduanya saling mengklaim terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PPP periode 2025&amp;ndash;2030 dalam Muktamar X di Ancol.&#13;
&#13;
Awalnya, Muhamad Mardiono diklaim terpilih secara aklamasi dalam forum Muktamar X PPP, Sabtu (27/9/2025). Klaim kemenangan itu disampaikan pimpinan sidang, Amir Uskara, dalam konferensi pers di sela muktamar yang berlangsung tertutup.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keputusan ini diambil setelah pimpinan sidang muktamar menggelar agenda pembahasan tata tertib (tatib) muktamar, termasuk aturan pemilihan ketua umum yang harus dihadiri secara fisik oleh peserta.&#13;
&#13;
Namun, Agus Suparmanto juga diklaim terpilih sebagai Ketua Umum PPP melalui forum Muktamar X yang sama. Keputusan aklamasi Agus langsung dibacakan Pimpinan Sidang Paripurna VIII, Qoyum Abdul Jabbar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menyebut akan meneliti lebih lanjut dokumen keabsahan Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pasca Muktamar X ini, Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto sama-sama mengklaim terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP periode 2025&amp;ndash;2030.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Oh kalau itu sementara saya belum cek proses pendaftarannya di Kementerian Hukum, mungkin sudah ada masukan. Kita pasti akan lakukan penelitian terkait dokumen keabsahan dari penyelenggaraan itu,&amp;rdquo; kata Supratman kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Selasa (30/9/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menyebut jika kedua kubu sama-sama mendaftar, maka Kementerian Hukum akan memproses dokumen sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya kan kita patokannya ada di anggaran dasar, anggaran rumah tangga. Nanti akan kita lihat siapa yang memenuhi sesuai AD/ART,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Supratman berharap konflik dualisme ini bisa diselesaikan secara internal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi saya sih berharap mudah-mudahan bisa diselesaikan secara internal,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, dualisme antara Muhamad Mardiono dengan Agus Suparmanto terjadi ketika keduanya saling mengklaim terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PPP periode 2025&amp;ndash;2030 dalam Muktamar X di Ancol.&#13;
&#13;
Awalnya, Muhamad Mardiono diklaim terpilih secara aklamasi dalam forum Muktamar X PPP, Sabtu (27/9/2025). Klaim kemenangan itu disampaikan pimpinan sidang, Amir Uskara, dalam konferensi pers di sela muktamar yang berlangsung tertutup.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keputusan ini diambil setelah pimpinan sidang muktamar menggelar agenda pembahasan tata tertib (tatib) muktamar, termasuk aturan pemilihan ketua umum yang harus dihadiri secara fisik oleh peserta.&#13;
&#13;
Namun, Agus Suparmanto juga diklaim terpilih sebagai Ketua Umum PPP melalui forum Muktamar X yang sama. Keputusan aklamasi Agus langsung dibacakan Pimpinan Sidang Paripurna VIII, Qoyum Abdul Jabbar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
