<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Basarnas Kerahkan Alat Ekstrikasi Khusus Cari Korban Tertimbun Bangunan Pesantren</title><description>Basarnas terus melakukan pencarian korban selamat terkait robohnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/30/340/3173518/basarnas-kerahkan-alat-ekstrikasi-khusus-cari-korban-tertimbun-bangunan-pesantren</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/09/30/340/3173518/basarnas-kerahkan-alat-ekstrikasi-khusus-cari-korban-tertimbun-bangunan-pesantren"/><item><title>Basarnas Kerahkan Alat Ekstrikasi Khusus Cari Korban Tertimbun Bangunan Pesantren</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/09/30/340/3173518/basarnas-kerahkan-alat-ekstrikasi-khusus-cari-korban-tertimbun-bangunan-pesantren</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/09/30/340/3173518/basarnas-kerahkan-alat-ekstrikasi-khusus-cari-korban-tertimbun-bangunan-pesantren</guid><pubDate>Selasa 30 September 2025 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/30/340/3173518/basarnas-tCrF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tim Basarnas Special Group (BSG) dari Kantor Pusat dengan alat ekstrikasi khusus dikirim ke lokasi kejadian/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/30/340/3173518/basarnas-tCrF_large.jpg</image><title>Tim Basarnas Special Group (BSG) dari Kantor Pusat dengan alat ekstrikasi khusus dikirim ke lokasi kejadian/Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Basarnas terus melakukan pencarian korban selamat terkait robohnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Tim Basarnas Special Group (BSG) dari Kantor Pusat dengan alat ekstrikasi khusus dikirim ke lokasi kejadian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Basarnas telah mengirimkan tim BSG dari kantor pusat. Mengerahkan unsur SAR dari Semarang dan Yogyakarta dengan membawa peralatan ekstrikasi khusus penyelamatan korban dalam bangunan runtuh,&amp;quot; kata Kabasarnas, Marsekal Madya TNI, M. Syafeii dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pastikan operasi SAR ini dilaksanakan terus menerus guna mengejar Golden Time penyelamatan jiwa para survivor yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, peralatan khusus itu dibutuhkan mengingat kondisi bangunan yang roboh. Menurutnya, material reruntuhan berupa beton bertumpuk sehingga memungkinkan ada celah sempit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dimungkinkan masih adanya korban yang masih bisa diselamatkan, maka diperlukan operasi SAR dengan penanganan khusus oleh tim menggunakan peralatan khusus,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Terkait dukungan peralatan berat berupa crane dan excavator kata dia, pada prinsipnya secara teknis peralatan ini dapat mempercepat, memudahkan, dan meringankan pengangkatan material beton untuk membuka akses.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun yang perlu diperhatikan bahwa pergeseran beton-beton tersebut justru dapat mengancam keselamatan jiwa survivor yang masih dimungkinkan terjebak di dalam reruntuhan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI M. Syafeii mengatakan dari ratusan korban yang berhasil dievakuasi, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Data ini berdasarkan rekapitulasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Korban berjumlah 102 orang, terdiri dari selamat 99 orang dan meninggal dunia tiga orang,&amp;quot; kata Syafeii dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).&#13;
&#13;
Syafeii menjelaskan kondisi reruntuhan bangunan berjenis pancake atau reruntuhan bangunan berupa material beton yang bertumpuk dengan celah sempit. Dengan demikian menurutnya masih ada potensi&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Basarnas terus melakukan pencarian korban selamat terkait robohnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Tim Basarnas Special Group (BSG) dari Kantor Pusat dengan alat ekstrikasi khusus dikirim ke lokasi kejadian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Basarnas telah mengirimkan tim BSG dari kantor pusat. Mengerahkan unsur SAR dari Semarang dan Yogyakarta dengan membawa peralatan ekstrikasi khusus penyelamatan korban dalam bangunan runtuh,&amp;quot; kata Kabasarnas, Marsekal Madya TNI, M. Syafeii dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/9/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pastikan operasi SAR ini dilaksanakan terus menerus guna mengejar Golden Time penyelamatan jiwa para survivor yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, peralatan khusus itu dibutuhkan mengingat kondisi bangunan yang roboh. Menurutnya, material reruntuhan berupa beton bertumpuk sehingga memungkinkan ada celah sempit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dimungkinkan masih adanya korban yang masih bisa diselamatkan, maka diperlukan operasi SAR dengan penanganan khusus oleh tim menggunakan peralatan khusus,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Terkait dukungan peralatan berat berupa crane dan excavator kata dia, pada prinsipnya secara teknis peralatan ini dapat mempercepat, memudahkan, dan meringankan pengangkatan material beton untuk membuka akses.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun yang perlu diperhatikan bahwa pergeseran beton-beton tersebut justru dapat mengancam keselamatan jiwa survivor yang masih dimungkinkan terjebak di dalam reruntuhan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI M. Syafeii mengatakan dari ratusan korban yang berhasil dievakuasi, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Data ini berdasarkan rekapitulasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Korban berjumlah 102 orang, terdiri dari selamat 99 orang dan meninggal dunia tiga orang,&amp;quot; kata Syafeii dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).&#13;
&#13;
Syafeii menjelaskan kondisi reruntuhan bangunan berjenis pancake atau reruntuhan bangunan berupa material beton yang bertumpuk dengan celah sempit. Dengan demikian menurutnya masih ada potensi&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
