<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>13 Fakta Gempa M6,0 yang Merusak Sumenep</title><description>Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan sebanyak 14 fakta-fakta gempa merusak yang mengguncang Sumenep, Jawa Timur, yang terjadi pada Selasa (30/9/2025) pukul 23.49 WIB.&#13;
&#13;
 &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/01/337/3173766/13-fakta-gempa-m6-0-yang-merusak-sumenep</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/01/337/3173766/13-fakta-gempa-m6-0-yang-merusak-sumenep"/><item><title>13 Fakta Gempa M6,0 yang Merusak Sumenep</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/01/337/3173766/13-fakta-gempa-m6-0-yang-merusak-sumenep</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/01/337/3173766/13-fakta-gempa-m6-0-yang-merusak-sumenep</guid><pubDate>Rabu 01 Oktober 2025 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/01/337/3173766/gempa_sumenep-LTCg_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa Sumenep (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/01/337/3173766/gempa_sumenep-LTCg_large.jpg</image><title>Gempa Sumenep (foto: freepik)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan sebanyak 14 fakta-fakta gempa merusak yang mengguncang Sumenep, Jawa Timur, yang terjadi pada Selasa (30/9/2025) pukul 23.49 WIB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Berikut 14 fakta-fakta gempa merusak di Sumenep Jatim:&#13;
&#13;
1. Magnitudo gempa utama (mainshock) M6,0 dengan kedalaman hiposenter dangkal 12 km, terjadi pada hari Selasa 30 September 2025 pukul 23:49:44 WIB.&#13;
&#13;
2. Episenter terletak pada koordinat 7,35&amp;deg; LS ; 114,22&amp;deg; BT, di laut, 58 Km arah Tenggara Sumenep.&#13;
&#13;
3. Merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.&#13;
&#13;
4. Sumber gempa tampaknya berasosiasi dengan perpanjangan sesar offshore Zona Kendeng (Madura Strait Back Arc Thrust).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
5. Mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).&#13;
&#13;
6. Dampak gempa: Di Pulau Sapudi dalam skala intensitas V-VI MMI (merusak bangunan rumah). Di Sumenep, Pamekasan, Surabaya intensitas III-IV MMI. Di Tuban, Denpasar, Gianyar intensitas III MMI. Di Tabanan, Buleleng, Kuta, Banyuwangi intensitas II-III MMI. Di Lombok Utara, Mataram, Lombok Tengah, Malang, Blitar intensitas II MMI.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
7. Memicu kerusakan bangunan rumah di Pulau Sapudi. Laporan sementara 22 bangunan rusak ringan, sedang dan berat.&#13;
&#13;
8. Kerusakan bangunan disebabkan karena hiposenter gempa yang dangkal, kondisi tanah lunak dan struktur bangunan lemah, tidak standar tahan gempa.&#13;
&#13;
9. Gempa susulan (aftershocks) hingga Rabu (1/10) pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 117 kali. Magnitudo gempa susulan terbesar: M 4,4 dan terkecil: M 1,9.&#13;
&#13;
10. Sumenep dilintasi jalur sumber gempa sesar aktif dengan tingkat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi, dan memiliki catatan sejarah gempa merusak dan tsunami beberapa kali.&#13;
&#13;
11. Sumenep memiliki banyak Catatan Sejarah Gempa Merusak: (1) Gempa Sumenep 1863 (2) Gempa Sumenep-Sapudi 1891 (3) Gempa Sumenep 1904 (4) Gempa Sumenep M4,9 pada 13 Juni 2018 merusak beberapa rumah (5) Gempa Sumenep - Sapudi M6,4 pada 11 Oktober 2018; 3 orang meninggal, 34 orang luka-luka dan 210 rumah rusak (6) Gempa Sumenep M5,0 pada 2 Maret 2019 menimbulkan 6 rumah rusak, 1 orang luka-luka (7) Gempa Sumenep M4,9 pada 2 April 2019 menyebabkan 26 rumah rusak &amp;nbsp;di Pulau Raas.&#13;
&#13;
12. Sumenep memiliki 3 catatan Sejarah Tsunami: (1) Tsunami Pulau Genteng Madura 7 Februari 1843 (2) Tsunami Sumenep Madura 23 November 1889 dan (3) Tsunami Madura 29 Desember 1820.&#13;
&#13;
13. Wilayah Sumenep secara tektonik merupakan kawasan paling rawan gempa dan tsunami di Madura.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkapkan sebanyak 14 fakta-fakta gempa merusak yang mengguncang Sumenep, Jawa Timur, yang terjadi pada Selasa (30/9/2025) pukul 23.49 WIB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;Berikut 14 fakta-fakta gempa merusak di Sumenep Jatim:&#13;
&#13;
1. Magnitudo gempa utama (mainshock) M6,0 dengan kedalaman hiposenter dangkal 12 km, terjadi pada hari Selasa 30 September 2025 pukul 23:49:44 WIB.&#13;
&#13;
2. Episenter terletak pada koordinat 7,35&amp;deg; LS ; 114,22&amp;deg; BT, di laut, 58 Km arah Tenggara Sumenep.&#13;
&#13;
3. Merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.&#13;
&#13;
4. Sumber gempa tampaknya berasosiasi dengan perpanjangan sesar offshore Zona Kendeng (Madura Strait Back Arc Thrust).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
5. Mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).&#13;
&#13;
6. Dampak gempa: Di Pulau Sapudi dalam skala intensitas V-VI MMI (merusak bangunan rumah). Di Sumenep, Pamekasan, Surabaya intensitas III-IV MMI. Di Tuban, Denpasar, Gianyar intensitas III MMI. Di Tabanan, Buleleng, Kuta, Banyuwangi intensitas II-III MMI. Di Lombok Utara, Mataram, Lombok Tengah, Malang, Blitar intensitas II MMI.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
7. Memicu kerusakan bangunan rumah di Pulau Sapudi. Laporan sementara 22 bangunan rusak ringan, sedang dan berat.&#13;
&#13;
8. Kerusakan bangunan disebabkan karena hiposenter gempa yang dangkal, kondisi tanah lunak dan struktur bangunan lemah, tidak standar tahan gempa.&#13;
&#13;
9. Gempa susulan (aftershocks) hingga Rabu (1/10) pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 117 kali. Magnitudo gempa susulan terbesar: M 4,4 dan terkecil: M 1,9.&#13;
&#13;
10. Sumenep dilintasi jalur sumber gempa sesar aktif dengan tingkat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi, dan memiliki catatan sejarah gempa merusak dan tsunami beberapa kali.&#13;
&#13;
11. Sumenep memiliki banyak Catatan Sejarah Gempa Merusak: (1) Gempa Sumenep 1863 (2) Gempa Sumenep-Sapudi 1891 (3) Gempa Sumenep 1904 (4) Gempa Sumenep M4,9 pada 13 Juni 2018 merusak beberapa rumah (5) Gempa Sumenep - Sapudi M6,4 pada 11 Oktober 2018; 3 orang meninggal, 34 orang luka-luka dan 210 rumah rusak (6) Gempa Sumenep M5,0 pada 2 Maret 2019 menimbulkan 6 rumah rusak, 1 orang luka-luka (7) Gempa Sumenep M4,9 pada 2 April 2019 menyebabkan 26 rumah rusak &amp;nbsp;di Pulau Raas.&#13;
&#13;
12. Sumenep memiliki 3 catatan Sejarah Tsunami: (1) Tsunami Pulau Genteng Madura 7 Februari 1843 (2) Tsunami Sumenep Madura 23 November 1889 dan (3) Tsunami Madura 29 Desember 1820.&#13;
&#13;
13. Wilayah Sumenep secara tektonik merupakan kawasan paling rawan gempa dan tsunami di Madura.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
