<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Besok, RUU BUMN Bakal Disahkan di Rapat Paripurna DPR</title><description>Dasco mengatakan, RUU tersebut banyak mengakomodasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci poin-poin yang diubah sebagai tindak lanjut dari putusan MK tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/01/337/3173815/besok-ruu-bumn-bakal-disahkan-di-rapat-paripurna-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/01/337/3173815/besok-ruu-bumn-bakal-disahkan-di-rapat-paripurna-dpr"/><item><title>Besok, RUU BUMN Bakal Disahkan di Rapat Paripurna DPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/01/337/3173815/besok-ruu-bumn-bakal-disahkan-di-rapat-paripurna-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/01/337/3173815/besok-ruu-bumn-bakal-disahkan-di-rapat-paripurna-dpr</guid><pubDate>Rabu 01 Oktober 2025 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/01/337/3173815/sufmi_dasco_ahmad-U5YO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/01/337/3173815/sufmi_dasco_ahmad-U5YO_large.jpg</image><title>Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan RUU tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan disahkan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Kamis, 2 Oktober 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;RUU BUMN akan disahkan besok,&amp;rdquo; ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).&#13;
&#13;
Dasco mengatakan, RUU tersebut banyak mengakomodasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci poin-poin yang diubah sebagai tindak lanjut dari putusan MK tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terutama itu kan banyak kemarin itu memasukkan putusan-putusan MK yang berkaitan dengan undang-undang BUMN,&amp;rdquo; jelas Dasco.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Komisi VI DPR RI sepakat untuk membawa RUU tersebut ke rapat paripurna guna disahkan menjadi undang-undang. Kesepakatan itu diambil setelah mendengarkan laporan hasil Panja RUU BUMN serta pandangan mini dari seluruh fraksi. Hasilnya, delapan fraksi menyatakan setuju agar RUU BUMN disahkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedelapan fraksi di Komisi VI dapat menyetujui RUU tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN untuk selanjutnya dibawa pada pembicaraan tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI untuk disetujui menjadi UU?&amp;rdquo;&#13;
tanya Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, dalam rapat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setuju,&amp;rdquo; sahut peserta rapat secara serempak.&#13;
&#13;
11 Pokok Pikiran dalam RUU BUMN&#13;
Setidaknya terdapat 11 pokok pikiran utama yang tertuang dalam RUU tentang Perubahan Keempat atas UU BUMN, yakni:&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengaturan terkait lembaga yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang BUMN dengan nomenklatur Badan Pengaturan BUMN yang selanjutnya disebut BP BUMN.&#13;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penambahan kewenangan BP BUMN dalam mengoptimalkan peran BUMN.&#13;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengelolaan dividen saham seri A Dwiwarna dilakukan langsung oleh BP BUMN atas persetujuan Presiden.&#13;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Larangan rangkap jabatan bagi Menteri dan Wakil Menteri sebagai direksi, komisaris, dan dewan pengawas BUMN, sebagai tindak lanjut dari Putusan MK Nomor 128/PUU-XXIII/2025.&#13;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penghapusan ketentuan bahwa anggota direksi, komisaris, dan dewan pengawas bukan merupakan penyelenggara negara.&#13;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kesetaraan gender bagi karyawan BUMN dalam menduduki jabatan direksi, komisaris, dan posisi manajerial.&#13;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengaturan perpajakan atas transaksi yang melibatkan badan, holding operasional, holding investasi, atau pihak ketiga, yang akan diatur dalam peraturan pemerintah.&#13;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengecualian pengurusan BUMN yang ditetapkan sebagai alat fiskal dari kewenangan BP BUMN.&#13;
9.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengaturan kewenangan pemeriksaan keuangan BUMN oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).&#13;
10.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengaturan mekanisme peralihan kewenangan dari Kementerian BUMN ke BP BUMN.&#13;
11.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengaturan jangka waktu rangkap jabatan Menteri atau Wakil Menteri sebagai organ BUMN sejak putusan Mahkamah Konstitusi diucapkan, serta pengaturan substansial lainnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan RUU tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan disahkan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Kamis, 2 Oktober 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;RUU BUMN akan disahkan besok,&amp;rdquo; ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).&#13;
&#13;
Dasco mengatakan, RUU tersebut banyak mengakomodasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci poin-poin yang diubah sebagai tindak lanjut dari putusan MK tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terutama itu kan banyak kemarin itu memasukkan putusan-putusan MK yang berkaitan dengan undang-undang BUMN,&amp;rdquo; jelas Dasco.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Komisi VI DPR RI sepakat untuk membawa RUU tersebut ke rapat paripurna guna disahkan menjadi undang-undang. Kesepakatan itu diambil setelah mendengarkan laporan hasil Panja RUU BUMN serta pandangan mini dari seluruh fraksi. Hasilnya, delapan fraksi menyatakan setuju agar RUU BUMN disahkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedelapan fraksi di Komisi VI dapat menyetujui RUU tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN untuk selanjutnya dibawa pada pembicaraan tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI untuk disetujui menjadi UU?&amp;rdquo;&#13;
tanya Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, dalam rapat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setuju,&amp;rdquo; sahut peserta rapat secara serempak.&#13;
&#13;
11 Pokok Pikiran dalam RUU BUMN&#13;
Setidaknya terdapat 11 pokok pikiran utama yang tertuang dalam RUU tentang Perubahan Keempat atas UU BUMN, yakni:&#13;
&#13;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengaturan terkait lembaga yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang BUMN dengan nomenklatur Badan Pengaturan BUMN yang selanjutnya disebut BP BUMN.&#13;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penambahan kewenangan BP BUMN dalam mengoptimalkan peran BUMN.&#13;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengelolaan dividen saham seri A Dwiwarna dilakukan langsung oleh BP BUMN atas persetujuan Presiden.&#13;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Larangan rangkap jabatan bagi Menteri dan Wakil Menteri sebagai direksi, komisaris, dan dewan pengawas BUMN, sebagai tindak lanjut dari Putusan MK Nomor 128/PUU-XXIII/2025.&#13;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Penghapusan ketentuan bahwa anggota direksi, komisaris, dan dewan pengawas bukan merupakan penyelenggara negara.&#13;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kesetaraan gender bagi karyawan BUMN dalam menduduki jabatan direksi, komisaris, dan posisi manajerial.&#13;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengaturan perpajakan atas transaksi yang melibatkan badan, holding operasional, holding investasi, atau pihak ketiga, yang akan diatur dalam peraturan pemerintah.&#13;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengecualian pengurusan BUMN yang ditetapkan sebagai alat fiskal dari kewenangan BP BUMN.&#13;
9.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengaturan kewenangan pemeriksaan keuangan BUMN oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).&#13;
10.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengaturan mekanisme peralihan kewenangan dari Kementerian BUMN ke BP BUMN.&#13;
11.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengaturan jangka waktu rangkap jabatan Menteri atau Wakil Menteri sebagai organ BUMN sejak putusan Mahkamah Konstitusi diucapkan, serta pengaturan substansial lainnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
