<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buka MQK Internasional, Menag Nasaruddin Soroti Dampak Perang dan Kerusakan Iklim</title><description>Nasaruddin, menegaskan bahwa MQK bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah silaturahmi ulama, santri, dan akademisi lintas negara.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/02/337/3174081/buka-mqk-internasional-menag-nasaruddin-soroti-dampak-perang-dan-kerusakan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/02/337/3174081/buka-mqk-internasional-menag-nasaruddin-soroti-dampak-perang-dan-kerusakan-iklim"/><item><title>Buka MQK Internasional, Menag Nasaruddin Soroti Dampak Perang dan Kerusakan Iklim</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/02/337/3174081/buka-mqk-internasional-menag-nasaruddin-soroti-dampak-perang-dan-kerusakan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/02/337/3174081/buka-mqk-internasional-menag-nasaruddin-soroti-dampak-perang-dan-kerusakan-iklim</guid><pubDate>Kamis 02 Oktober 2025 20:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/02/337/3174081/pemerintah-KYBq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buka MQK Internasional, Menag Nasaruddin Soroti Dampak Perang dan Kerusakan Iklim</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/02/337/3174081/pemerintah-KYBq_large.jpg</image><title>Buka MQK Internasional, Menag Nasaruddin Soroti Dampak Perang dan Kerusakan Iklim</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka Musabaqah Qira&amp;rsquo;atil Kutub (MQK) Internasional 2025 di Pesantren As&amp;rsquo;adiyah di Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/10/2025). MQK Internasional 2025 mengusung tema merawat lingkungan dan menebar perdamaian.&#13;
&#13;
Nasaruddin&amp;nbsp;menegaskan, bahwa MQK bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah silaturahmi ulama, santri, dan akademisi lintas negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Merawat lingkungan, dan menjaga perdamaian adalah tema kita. Kaitannya dengan perubahan iklim dan persoalan perang yang harus segera diakhiri,&amp;quot; kata Menag Nasaruddin.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika perang menelan 67 ribu korban jiwa per tahun, maka perubahan iklim telah merenggut hingga empat juta jiwa per tahun. Ini jumlah yang sangat besar dan harus menjadi perhatian kita,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia melanjutkan, perubahan iklim yang terjadi, disebabkan karena adanya perilaku manusia yang tidak sepantasnya dalam memperlakukan alam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sinilah perlunya bahasa agama mengambil peran,&amp;quot; kata Menag Nasaruddin.&#13;
&#13;
Menag berharap pembahasan ajaran-ajaran agama tentang menjaga alam dapat dilakukan dalam MQK Internasional tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mari kita eksplorasi ajaran turats tentang pelestarian lingkungan. Kini saatnya Kemenag mensponsori apa yang kami sebut sebagai ekoteologi, yakni kerjasama antara manusia, alam, dan Tuhan,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dia juga menegaskan, MQK Internasional adalah diplomasi budaya pesantren untuk meneguhkan Islam rahmatan lil-&amp;lsquo;alamin di mata dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pesantren adalah poros perdamaian. Kita ingin menunjukkan bahwa Islam Indonesia tumbuh dengan dakwah yang ramah, penuh persaudaraan, dan menghormati budaya,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita berharap MQK Internasional dapat melahirkan kembali generasi ilmuwan muslim yang bukan hanya piawai membaca kitab, tetapi juga mampu memberi solusi atas tantangan zaman, menjaga perdamaian, dan melestarikan lingkungan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam,&amp;nbsp; Amien Suyitno menambahkan, &amp;nbsp;MQK tahun ini menghadirkan tiga hal penting.&#13;
&#13;
Pertama, MQK untuk pertama kali digelar di level internasional dengan melibatkan negara-negara ASEAN. Kedua, seluruh mekanisme pelaksanaan berbasis digital, mulai dari seleksi, input nilai, hingga penyediaan teks kitab.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketiga, MQK tahun ini diselenggarakan di kawasan Indonesia Timur, tepatnya di Pesantren As&amp;rsquo;adiyah Wajo,&amp;rdquo; tutup Amien.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka Musabaqah Qira&amp;rsquo;atil Kutub (MQK) Internasional 2025 di Pesantren As&amp;rsquo;adiyah di Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/10/2025). MQK Internasional 2025 mengusung tema merawat lingkungan dan menebar perdamaian.&#13;
&#13;
Nasaruddin&amp;nbsp;menegaskan, bahwa MQK bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah silaturahmi ulama, santri, dan akademisi lintas negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Merawat lingkungan, dan menjaga perdamaian adalah tema kita. Kaitannya dengan perubahan iklim dan persoalan perang yang harus segera diakhiri,&amp;quot; kata Menag Nasaruddin.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika perang menelan 67 ribu korban jiwa per tahun, maka perubahan iklim telah merenggut hingga empat juta jiwa per tahun. Ini jumlah yang sangat besar dan harus menjadi perhatian kita,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia melanjutkan, perubahan iklim yang terjadi, disebabkan karena adanya perilaku manusia yang tidak sepantasnya dalam memperlakukan alam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sinilah perlunya bahasa agama mengambil peran,&amp;quot; kata Menag Nasaruddin.&#13;
&#13;
Menag berharap pembahasan ajaran-ajaran agama tentang menjaga alam dapat dilakukan dalam MQK Internasional tahun ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mari kita eksplorasi ajaran turats tentang pelestarian lingkungan. Kini saatnya Kemenag mensponsori apa yang kami sebut sebagai ekoteologi, yakni kerjasama antara manusia, alam, dan Tuhan,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dia juga menegaskan, MQK Internasional adalah diplomasi budaya pesantren untuk meneguhkan Islam rahmatan lil-&amp;lsquo;alamin di mata dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pesantren adalah poros perdamaian. Kita ingin menunjukkan bahwa Islam Indonesia tumbuh dengan dakwah yang ramah, penuh persaudaraan, dan menghormati budaya,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita berharap MQK Internasional dapat melahirkan kembali generasi ilmuwan muslim yang bukan hanya piawai membaca kitab, tetapi juga mampu memberi solusi atas tantangan zaman, menjaga perdamaian, dan melestarikan lingkungan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam,&amp;nbsp; Amien Suyitno menambahkan, &amp;nbsp;MQK tahun ini menghadirkan tiga hal penting.&#13;
&#13;
Pertama, MQK untuk pertama kali digelar di level internasional dengan melibatkan negara-negara ASEAN. Kedua, seluruh mekanisme pelaksanaan berbasis digital, mulai dari seleksi, input nilai, hingga penyediaan teks kitab.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketiga, MQK tahun ini diselenggarakan di kawasan Indonesia Timur, tepatnya di Pesantren As&amp;rsquo;adiyah Wajo,&amp;rdquo; tutup Amien.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
