<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>58 Orang Masih Hilang di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 58 orang masih dalam pencarian pasca-ambruknya salah satu gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174139/58-orang-masih-hilang-di-reruntuhan-ponpes-al-khoziny</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174139/58-orang-masih-hilang-di-reruntuhan-ponpes-al-khoziny"/><item><title>58 Orang Masih Hilang di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174139/58-orang-masih-hilang-di-reruntuhan-ponpes-al-khoziny</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174139/58-orang-masih-hilang-di-reruntuhan-ponpes-al-khoziny</guid><pubDate>Jum'at 03 Oktober 2025 07:19 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/03/337/3174139/tim_sar_saat_evakuasi_reruntuhan_di_ponpes_sidoarjo-Ywp0_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Tim SAR saat evakuasi reruntuhan di Ponpes Sidoarjo (foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/03/337/3174139/tim_sar_saat_evakuasi_reruntuhan_di_ponpes_sidoarjo-Ywp0_large.JPG</image><title>Tim SAR saat evakuasi reruntuhan di Ponpes Sidoarjo (foto: BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 58 orang masih dalam pencarian pasca-ambruknya salah satu gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.&#13;
&#13;
Operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) saat ini telah memasuki tahap evakuasi korban meninggal dunia.&#13;
&#13;
Data per Kamis (2/10/2025) pukul 16.30 WIB mencatat jumlah korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 108 orang, dengan rincian:&#13;
&#13;
- 30 orang masih dirawat di rumah sakit&#13;
&#13;
- 73 orang sudah diperbolehkan pulang&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
- 5 orang meninggal dunia&#13;
&#13;
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa proses evakuasi kini dilakukan dengan bantuan alat berat, setelah tim SAR tidak menemukan lagi tanda-tanda adanya korban selamat di bawah reruntuhan bangunan empat lantai tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno telah menemui keluarga korban untuk memberikan penjelasan sekaligus dukungan.&#13;
&#13;
Hasil asesmen mendalam hingga Rabu (1/10) malam memastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di lokasi kejadian. Penjelasan ini menjadi dasar bagi keluarga korban untuk menyepakati kelanjutan operasi SAR sesuai protokol. Keluarga korban menyatakan siap menerima hasil evakuasi dengan lapang dada.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tim SAR gabungan memutuskan untuk masuk ke tahap selanjutnya, yaitu mengevakuasi korban yang sudah meninggal menggunakan alat-alat berat,&amp;rdquo; ungkap Kepala BNPB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keluarga korban sudah sepakat dan meminta kami melanjutkan operasi SAR menggunakan alat berat. Mereka sudah menandatangani berita acara,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Pada Rabu (1/10), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh korban, dengan rincian:&#13;
&#13;
- 5 orang selamat&#13;
&#13;
- 2 orang meninggal dunia&#13;
&#13;
Evakuasi saat itu dilakukan sepenuhnya secara manual untuk memprioritaskan keselamatan korban yang masih hidup sekaligus melindungi tim SAR di lapangan.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 58 orang masih dalam pencarian pasca-ambruknya salah satu gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.&#13;
&#13;
Operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) saat ini telah memasuki tahap evakuasi korban meninggal dunia.&#13;
&#13;
Data per Kamis (2/10/2025) pukul 16.30 WIB mencatat jumlah korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 108 orang, dengan rincian:&#13;
&#13;
- 30 orang masih dirawat di rumah sakit&#13;
&#13;
- 73 orang sudah diperbolehkan pulang&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
- 5 orang meninggal dunia&#13;
&#13;
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa proses evakuasi kini dilakukan dengan bantuan alat berat, setelah tim SAR tidak menemukan lagi tanda-tanda adanya korban selamat di bawah reruntuhan bangunan empat lantai tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno telah menemui keluarga korban untuk memberikan penjelasan sekaligus dukungan.&#13;
&#13;
Hasil asesmen mendalam hingga Rabu (1/10) malam memastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di lokasi kejadian. Penjelasan ini menjadi dasar bagi keluarga korban untuk menyepakati kelanjutan operasi SAR sesuai protokol. Keluarga korban menyatakan siap menerima hasil evakuasi dengan lapang dada.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tim SAR gabungan memutuskan untuk masuk ke tahap selanjutnya, yaitu mengevakuasi korban yang sudah meninggal menggunakan alat-alat berat,&amp;rdquo; ungkap Kepala BNPB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keluarga korban sudah sepakat dan meminta kami melanjutkan operasi SAR menggunakan alat berat. Mereka sudah menandatangani berita acara,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Pada Rabu (1/10), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh korban, dengan rincian:&#13;
&#13;
- 5 orang selamat&#13;
&#13;
- 2 orang meninggal dunia&#13;
&#13;
Evakuasi saat itu dilakukan sepenuhnya secara manual untuk memprioritaskan keselamatan korban yang masih hidup sekaligus melindungi tim SAR di lapangan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
