<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenag: Agama dan Budaya Miliki Hubungan yang Tak Terpisahkan dalam Dakwah</title><description>Ia mendorong generasi muda untuk bersikap terbuka terhadap arus informasi global, namun tetap berakar pada tradisi dan spiritualitas. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174263/kemenag-agama-dan-budaya-miliki-hubungan-yang-tak-terpisahkan-dalam-dakwah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174263/kemenag-agama-dan-budaya-miliki-hubungan-yang-tak-terpisahkan-dalam-dakwah"/><item><title>Kemenag: Agama dan Budaya Miliki Hubungan yang Tak Terpisahkan dalam Dakwah</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174263/kemenag-agama-dan-budaya-miliki-hubungan-yang-tak-terpisahkan-dalam-dakwah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174263/kemenag-agama-dan-budaya-miliki-hubungan-yang-tak-terpisahkan-dalam-dakwah</guid><pubDate>Jum'at 03 Oktober 2025 16:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/03/337/3174263/pemerintah-R2Yh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenag: Agama dan Budaya Miliki Hubungan yang Tak Terpisahkan dalam Dakwah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/03/337/3174263/pemerintah-R2Yh_large.jpg</image><title>Kemenag: Agama dan Budaya Miliki Hubungan yang Tak Terpisahkan dalam Dakwah</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Kementerian Agama (Kemenag) menyebut, kegiatan Ngaji Budaya: Haflah Mawlid al-Rasul, menjadi sarana efektif untuk mengajak generasi muda mencintai seni dan budaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka (anak-anak muda) sangat dinamis, cepat menerima informasi, dan membutuhkan asupan informasi serta konten yang edukatif. Budaya adalah fondasi bangsa, dan jangan pernah lupa pada ajaran agama sebagai pegangan,&amp;rdquo; ujar Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, Jumat (3/10/2025).&#13;
&#13;
Dikatakan Abu, pendidikan melalui kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari jati diri bangsa. Ia mendorong generasi muda untuk bersikap terbuka terhadap arus informasi global, namun tetap berakar pada tradisi dan spiritualitas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Generasi muda boleh progresif, tetapi jangan sampai kehilangan akar, atau dalam istilah Jawa disebut wes ora njowo,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menambahkan, agama dan budaya memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dalam dakwah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Relasi antara agama dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan. Seni menjadi instrumen yang membuat nilai-nilai agama lebih mudah diterima dan tidak terasa kering,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ngaji Budaya merupakan bentuk aktualisasi tradisi dakwah Walisongo, yang memanfaatkan seni dan budaya sebagai media penyebaran Islam yang damai dan kontekstual,&amp;rdquo; tutup Zayadi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati, mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau generasi muda tidak diperkenalkan pada budaya, mereka bisa kehilangan akar budayanya. Bisa terjadi loss budaya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Kemenag berharap kegiatan ini dapat memperkuat spiritualitas sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Kementerian Agama (Kemenag) menyebut, kegiatan Ngaji Budaya: Haflah Mawlid al-Rasul, menjadi sarana efektif untuk mengajak generasi muda mencintai seni dan budaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka (anak-anak muda) sangat dinamis, cepat menerima informasi, dan membutuhkan asupan informasi serta konten yang edukatif. Budaya adalah fondasi bangsa, dan jangan pernah lupa pada ajaran agama sebagai pegangan,&amp;rdquo; ujar Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, Jumat (3/10/2025).&#13;
&#13;
Dikatakan Abu, pendidikan melalui kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari jati diri bangsa. Ia mendorong generasi muda untuk bersikap terbuka terhadap arus informasi global, namun tetap berakar pada tradisi dan spiritualitas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Generasi muda boleh progresif, tetapi jangan sampai kehilangan akar, atau dalam istilah Jawa disebut wes ora njowo,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menambahkan, agama dan budaya memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dalam dakwah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Relasi antara agama dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan. Seni menjadi instrumen yang membuat nilai-nilai agama lebih mudah diterima dan tidak terasa kering,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ngaji Budaya merupakan bentuk aktualisasi tradisi dakwah Walisongo, yang memanfaatkan seni dan budaya sebagai media penyebaran Islam yang damai dan kontekstual,&amp;rdquo; tutup Zayadi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati, mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau generasi muda tidak diperkenalkan pada budaya, mereka bisa kehilangan akar budayanya. Bisa terjadi loss budaya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Kemenag berharap kegiatan ini dapat memperkuat spiritualitas sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
