<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemendikdasmen: TKA untuk Siswa Semakin Kuasai Skill Akademik!</title><description>TKA merupakan terobosan baru yang dirancang untuk mengukur capaian belajar siswa berdasarkan kurikulum secara objektif.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174339/kemendikdasmen-tka-untuk-siswa-semakin-kuasai-skill-akademik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174339/kemendikdasmen-tka-untuk-siswa-semakin-kuasai-skill-akademik"/><item><title>Kemendikdasmen: TKA untuk Siswa Semakin Kuasai Skill Akademik!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174339/kemendikdasmen-tka-untuk-siswa-semakin-kuasai-skill-akademik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/03/337/3174339/kemendikdasmen-tka-untuk-siswa-semakin-kuasai-skill-akademik</guid><pubDate>Jum'at 03 Oktober 2025 22:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/03/337/3174339/pemerintah-g6jq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemendikdasmen: TKA untuk Siswa Semakin Kuasai Skill Akademik!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/03/337/3174339/pemerintah-g6jq_large.jpg</image><title>Kemendikdasmen: TKA untuk Siswa Semakin Kuasai Skill Akademik!</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) khusus bagi siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Pendaftaran TKA akan ditutup pada, Minggu, 5 Oktober 2025.&#13;
&#13;
Plt Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, mengatakan, TKA merupakan terobosan baru yang dirancang untuk mengukur capaian belajar siswa berdasarkan kurikulum secara objektif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tes kemampuan akademik ini dilakukan dengan instrumen dan mekanisme yang terstandar, sehingga hasilnya bisa diperbandingkan antar-siswa. Lebih penting lagi, ini membantu siswa memahami potensi akademiknya, apa yang sudah dikuasai, dan apa yang perlu diperbaiki,&amp;rdquo; ujar Rahmawati di Jakarta, Jumat (3/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakannya, penyelenggaraan TKA melibatkan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kantor Wilayah Kementerian Agama. Meski baru pertama kali digelar, pengalaman Kemendikdasmen dalam pelaksanaan asesmen nasional dinilai cukup menjadi bekal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya, siswa mengikuti TKA ini dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi kejujuran serta integritas. Dengan begitu, hasil yang diperoleh benar-benar berkualitas,&amp;rdquo; kata Rahmawati.&#13;
&#13;
Pakar Pendidikan Doni Koesoema Albertus menambahkan, &amp;nbsp;TKA sebagai terobosan positif. Menurutnya, berbeda dengan ujian nasional yang bersifat wajib, TKA bersifat sukarela sehingga memberi ruang bagi siswa untuk memilih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini hal baru, karena sebelumnya ujian model standar seperti UN diwajibkan. Sekarang siswa bisa memilih untuk ikut atau tidak. Itu menghargai hak anak agar tidak merasa terpaksa,&amp;rdquo; kata Doni.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Doni juga menekankan pentingnya persetujuan siswa ketika mengikuti tes yang berskala nasional tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ada orang tua, guru, atau kepala dinas yang memaksa siswa ikut, itu keliru. Tes ini sebaiknya diposisikan seperti cek kesehatan gratis, yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi diri,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Setiap ujian pada akhirnya membuat anak belajar. Memang hasil tes standar tidak bisa menggambarkan keseluruhan diri anak, tetapi tetap berguna untuk kepentingan tertentu, misalnya pemetaan kemampuan akademik,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) khusus bagi siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Pendaftaran TKA akan ditutup pada, Minggu, 5 Oktober 2025.&#13;
&#13;
Plt Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, mengatakan, TKA merupakan terobosan baru yang dirancang untuk mengukur capaian belajar siswa berdasarkan kurikulum secara objektif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tes kemampuan akademik ini dilakukan dengan instrumen dan mekanisme yang terstandar, sehingga hasilnya bisa diperbandingkan antar-siswa. Lebih penting lagi, ini membantu siswa memahami potensi akademiknya, apa yang sudah dikuasai, dan apa yang perlu diperbaiki,&amp;rdquo; ujar Rahmawati di Jakarta, Jumat (3/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakannya, penyelenggaraan TKA melibatkan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kantor Wilayah Kementerian Agama. Meski baru pertama kali digelar, pengalaman Kemendikdasmen dalam pelaksanaan asesmen nasional dinilai cukup menjadi bekal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya, siswa mengikuti TKA ini dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi kejujuran serta integritas. Dengan begitu, hasil yang diperoleh benar-benar berkualitas,&amp;rdquo; kata Rahmawati.&#13;
&#13;
Pakar Pendidikan Doni Koesoema Albertus menambahkan, &amp;nbsp;TKA sebagai terobosan positif. Menurutnya, berbeda dengan ujian nasional yang bersifat wajib, TKA bersifat sukarela sehingga memberi ruang bagi siswa untuk memilih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini hal baru, karena sebelumnya ujian model standar seperti UN diwajibkan. Sekarang siswa bisa memilih untuk ikut atau tidak. Itu menghargai hak anak agar tidak merasa terpaksa,&amp;rdquo; kata Doni.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Doni juga menekankan pentingnya persetujuan siswa ketika mengikuti tes yang berskala nasional tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ada orang tua, guru, atau kepala dinas yang memaksa siswa ikut, itu keliru. Tes ini sebaiknya diposisikan seperti cek kesehatan gratis, yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi diri,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Setiap ujian pada akhirnya membuat anak belajar. Memang hasil tes standar tidak bisa menggambarkan keseluruhan diri anak, tetapi tetap berguna untuk kepentingan tertentu, misalnya pemetaan kemampuan akademik,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
