<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesaksian Mengerikan Penggali Sumur Lihat Kondisi Jenazah Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya</title><description>Jenazah diangkat pada tanggal 4 Oktober 1965 atau tepat 60 tahun silam. Kemudian beberapa diantaranya terlihat kotor dan terdapat bercak darah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/04/337/3174329/kesaksian-mengerikan-penggali-sumur-lihat-kondisi-jenazah-pahlawan-revolusi-di-lubang-buaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/04/337/3174329/kesaksian-mengerikan-penggali-sumur-lihat-kondisi-jenazah-pahlawan-revolusi-di-lubang-buaya"/><item><title>Kesaksian Mengerikan Penggali Sumur Lihat Kondisi Jenazah Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/04/337/3174329/kesaksian-mengerikan-penggali-sumur-lihat-kondisi-jenazah-pahlawan-revolusi-di-lubang-buaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/04/337/3174329/kesaksian-mengerikan-penggali-sumur-lihat-kondisi-jenazah-pahlawan-revolusi-di-lubang-buaya</guid><pubDate>Sabtu 04 Oktober 2025 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/03/337/3174329/viral-x6Xw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sumur di Lubang Buaya (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/03/337/3174329/viral-x6Xw_large.jpg</image><title>Sumur di Lubang Buaya (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Salah satu penggali sumur, Asmawi menceritakan saat dia melihat jenazah tujuh Pahlawan Revolusi yang dibuang di Lubang Buaya oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) usai Gerakan 30 September.&#13;
&#13;
Ketujuh Pahlawan Revolusi itu adalah Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal S. Parman, Letnan Jenderal M.T Haryono, Mayjen D.I Panjaitan, Brigjen Sutoyo, dan Kapten Pierre Tendean.&#13;
&#13;
Jenazah diangkat pada tanggal 4 Oktober 1965. Kemudian beberapa diantaranya terlihat kotor dan terdapat bercak darah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya lihat jenazah diangkat dari dalam sumur. Masih pake baju (jenazah), cuma keliatan kena darah ada keliatan juga. Masih lengkap badannya,&amp;rdquo; kata Asmawi sebagaimana dikutip Okezone dari YouTube Kurator Museum.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Asmawi melanjutkan, prosesi pengangkatan jenazah itu dimulai dari jam 09.00 pagi hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Untuk turun ke dalam sumur di Lubang Buaya sedalam 11-12 meter pun itu para tentara harus memakai tangga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;(Jenazah) Diangkat dari sumur langsung masuk ke mobil. Disini masih tetap kotor dan langsung dibawa,&amp;rdquo; ucap Asmawi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jenazah yang diangkat ada yang masih menggunakan piyama dan seragam loreng, tapi saya nggak tau itu siap,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Asmawi mengaku ia melihat ada mantan Presiden RI Soeharto yang turut hadir saat mengangkat jenazah tujuh pahlawan revolusi dari Lubang Buaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Soeharto ada, dia duduk di depan sumur pakai seragam lengkap,&amp;rdquo; tutup Asmawi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Salah satu penggali sumur, Asmawi menceritakan saat dia melihat jenazah tujuh Pahlawan Revolusi yang dibuang di Lubang Buaya oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) usai Gerakan 30 September.&#13;
&#13;
Ketujuh Pahlawan Revolusi itu adalah Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal S. Parman, Letnan Jenderal M.T Haryono, Mayjen D.I Panjaitan, Brigjen Sutoyo, dan Kapten Pierre Tendean.&#13;
&#13;
Jenazah diangkat pada tanggal 4 Oktober 1965. Kemudian beberapa diantaranya terlihat kotor dan terdapat bercak darah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya lihat jenazah diangkat dari dalam sumur. Masih pake baju (jenazah), cuma keliatan kena darah ada keliatan juga. Masih lengkap badannya,&amp;rdquo; kata Asmawi sebagaimana dikutip Okezone dari YouTube Kurator Museum.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Asmawi melanjutkan, prosesi pengangkatan jenazah itu dimulai dari jam 09.00 pagi hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Untuk turun ke dalam sumur di Lubang Buaya sedalam 11-12 meter pun itu para tentara harus memakai tangga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;(Jenazah) Diangkat dari sumur langsung masuk ke mobil. Disini masih tetap kotor dan langsung dibawa,&amp;rdquo; ucap Asmawi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jenazah yang diangkat ada yang masih menggunakan piyama dan seragam loreng, tapi saya nggak tau itu siap,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Asmawi mengaku ia melihat ada mantan Presiden RI Soeharto yang turut hadir saat mengangkat jenazah tujuh pahlawan revolusi dari Lubang Buaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Soeharto ada, dia duduk di depan sumur pakai seragam lengkap,&amp;rdquo; tutup Asmawi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
