<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>56 Sampel DNA Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny Dikirim ke Puslabfor Polri</title><description>Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, terus melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/04/340/3174372/56-sampel-dna-keluarga-korban-ponpes-al-khoziny-dikirim-ke-puslabfor-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/04/340/3174372/56-sampel-dna-keluarga-korban-ponpes-al-khoziny-dikirim-ke-puslabfor-polri"/><item><title>56 Sampel DNA Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny Dikirim ke Puslabfor Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/04/340/3174372/56-sampel-dna-keluarga-korban-ponpes-al-khoziny-dikirim-ke-puslabfor-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/04/340/3174372/56-sampel-dna-keluarga-korban-ponpes-al-khoziny-dikirim-ke-puslabfor-polri</guid><pubDate>Sabtu 04 Oktober 2025 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rahmat Ilyasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/04/340/3174372/tim_sar_mencari_korban_reruntuhan-yfV5_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Tim SAR mencari korban reruntuhan (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/04/340/3174372/tim_sar_mencari_korban_reruntuhan-yfV5_large.JPG</image><title>Tim SAR mencari korban reruntuhan (Foto: BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
SIDOARJO -Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, terus melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hingga Sabtu (4/10/2025) pagi, Posko DVI RS Bhayangkara Polda Jatim telah menerima total sembilan jenazah.&#13;
&#13;
Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Khusnan Marzuki, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan 56 sampel DNA dari keluarga korban. Seluruh sampel itu segera dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri guna mempercepat proses identifikasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejumlah keluarga yang berada di posko sudah dilakukan pengambilan sampel DNA. Rencananya 56 sampel DNA tersebut akan dikirim ke Puslabfor Mabes Polri,&amp;quot; ujar Khusnan.&#13;
&#13;
Selain metode DNA, kata dia, tim DVI juga melakukan pencocokan data ante mortem dan post mortem untuk membantu proses identifikasi. Namun, proses ini membutuhkan dukungan data tambahan dari pihak keluarga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, Khusnan mengimbau keluarga korban agar memberikan data ante mortem, seperti foto semasa hidup maupun ciri-ciri khusus, agar bisa menjadi bahan pembanding sebelum hasil uji DNA keluar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Data ante mortem sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses identifikasi sehingga jenazah bisa segera diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan secara layak,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
SIDOARJO -Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, terus melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hingga Sabtu (4/10/2025) pagi, Posko DVI RS Bhayangkara Polda Jatim telah menerima total sembilan jenazah.&#13;
&#13;
Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Khusnan Marzuki, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan 56 sampel DNA dari keluarga korban. Seluruh sampel itu segera dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri guna mempercepat proses identifikasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejumlah keluarga yang berada di posko sudah dilakukan pengambilan sampel DNA. Rencananya 56 sampel DNA tersebut akan dikirim ke Puslabfor Mabes Polri,&amp;quot; ujar Khusnan.&#13;
&#13;
Selain metode DNA, kata dia, tim DVI juga melakukan pencocokan data ante mortem dan post mortem untuk membantu proses identifikasi. Namun, proses ini membutuhkan dukungan data tambahan dari pihak keluarga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, Khusnan mengimbau keluarga korban agar memberikan data ante mortem, seperti foto semasa hidup maupun ciri-ciri khusus, agar bisa menjadi bahan pembanding sebelum hasil uji DNA keluar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Data ante mortem sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses identifikasi sehingga jenazah bisa segera diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan secara layak,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
