<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap Perlakuan Brutal Israel terhadap Greta Thunberg, Diseret dan Dipaksa Cium Bendera</title><description>Sejumlah aktivis internasional menuduh pasukan Israel melakukan penganiayaan terhadap aktivis lingkungan, Greta Thunberg.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/05/18/3174552/terungkap-perlakuan-brutal-israel-terhadap-greta-thunberg-diseret-dan-dipaksa-cium-bendera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/05/18/3174552/terungkap-perlakuan-brutal-israel-terhadap-greta-thunberg-diseret-dan-dipaksa-cium-bendera"/><item><title>Terungkap Perlakuan Brutal Israel terhadap Greta Thunberg, Diseret dan Dipaksa Cium Bendera</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/05/18/3174552/terungkap-perlakuan-brutal-israel-terhadap-greta-thunberg-diseret-dan-dipaksa-cium-bendera</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/05/18/3174552/terungkap-perlakuan-brutal-israel-terhadap-greta-thunberg-diseret-dan-dipaksa-cium-bendera</guid><pubDate>Minggu 05 Oktober 2025 08:44 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/05/18/3174552/greta_thunberg-RFAZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aktivis lingkungan, Greta Thunberg/Foto: BBC</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/05/18/3174552/greta_thunberg-RFAZ_large.jpg</image><title>Aktivis lingkungan, Greta Thunberg/Foto: BBC</title></images><description>ISTANBUL &amp;ndash; Sejumlah aktivis internasional yang dideportasi dari Israel usai bergabung dalam rombongan kapal bantuan kemanusiaan, Gaza Sumud Flotilla menuduh pasukan Israel melakukan penganiayaan terhadap aktivis lingkungan, Greta Thunberg.&#13;
&#13;
Sebanyak 137 orang yang dideportasi itu mendarat di Istanbul, Turki, pada Minggu (5/10/2025). Pejabat Turki mengonfirmasi, kelompok itu mencakup 36 warga negara Turki, serta aktivis dari Amerika Serikat, Italia, Malaysia, Kuwait, Swiss, Tunisia, Libya, Yordania, dan negara-negara lain.&#13;
&#13;
Jurnalis Turki dan peserta flotilla, Ersin Celik, mengatakan kepada media setempat bahwa ia menyaksikan pasukan Israel &amp;quot;menyiksa Greta Thunberg,&amp;quot;. Digambarkan bagaimana aktivis muda itu diseret di tanah dan dipaksa mencium bendera Israel.&amp;quot;&#13;
&#13;
Tuduhan serupa disampaikan aktivis Malaysia Hazwani Helmi dan peserta asal Amerika Serikat Windfield Beaver di Bandara Istanbul. Keduanya menuduh Thunberg didorong dan diarak dengan bendera Israel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu adalah bencana. Mereka memperlakukan kami seperti binatang,&amp;quot; kata Helmi. Para tahanan ditolak aksesnya terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.&#13;
&#13;
Beaver menyebut Thunberg diperlakukan dengan buruk dan dijadikan sebagai propaganda. Ia didorong ke dalam sebuah ruangan saat Menteri Keamanan Nasional garis keras, Itamar Ben-Gvir, masuk.&#13;
&#13;
Jurnalis Italia, Lorenzo Agostino, yang berada di flotilla, juga menyinggung perlakuan buruk terhadap Thunberg. &amp;quot;Greta Thunberg, wanita pemberani, baru berusia 22 tahun. Dia dipermalukan dan dibungkus bendera Israel serta dipamerkan seperti piala,&amp;quot; ujarnya kepada Anadolu.&#13;
&#13;
Aktivis lainnya juga menggambarkan perlakuan yang parah. Pembawa acara TV Turki, Ikbal Gurpinar, mengatakan, &amp;quot;Mereka memperlakukan kami seperti anjing. Mereka membiarkan kami kelaparan selama tiga hari. Mereka tidak memberi kami air; kami harus minum dari toilet. Itu adalah hari yang sangat panas, dan kami semua kepanasan.&amp;quot; Ia menambahkan, pengalaman tersebut memberinya &amp;quot;pemahaman yang lebih baik tentang Gaza.&amp;quot;&#13;
&#13;
Aktivis Turki, Aycin Kantoglu, menceritakan dinding penjara yang berlumuran darah dan pesan yang ditulis oleh tahanan sebelumnya. &amp;quot;Kami melihat para ibu menulis nama anak-anak mereka di dinding. Kami benar-benar mengalami sedikit apa yang dialami warga Palestina,&amp;quot; kisahnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>ISTANBUL &amp;ndash; Sejumlah aktivis internasional yang dideportasi dari Israel usai bergabung dalam rombongan kapal bantuan kemanusiaan, Gaza Sumud Flotilla menuduh pasukan Israel melakukan penganiayaan terhadap aktivis lingkungan, Greta Thunberg.&#13;
&#13;
Sebanyak 137 orang yang dideportasi itu mendarat di Istanbul, Turki, pada Minggu (5/10/2025). Pejabat Turki mengonfirmasi, kelompok itu mencakup 36 warga negara Turki, serta aktivis dari Amerika Serikat, Italia, Malaysia, Kuwait, Swiss, Tunisia, Libya, Yordania, dan negara-negara lain.&#13;
&#13;
Jurnalis Turki dan peserta flotilla, Ersin Celik, mengatakan kepada media setempat bahwa ia menyaksikan pasukan Israel &amp;quot;menyiksa Greta Thunberg,&amp;quot;. Digambarkan bagaimana aktivis muda itu diseret di tanah dan dipaksa mencium bendera Israel.&amp;quot;&#13;
&#13;
Tuduhan serupa disampaikan aktivis Malaysia Hazwani Helmi dan peserta asal Amerika Serikat Windfield Beaver di Bandara Istanbul. Keduanya menuduh Thunberg didorong dan diarak dengan bendera Israel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu adalah bencana. Mereka memperlakukan kami seperti binatang,&amp;quot; kata Helmi. Para tahanan ditolak aksesnya terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.&#13;
&#13;
Beaver menyebut Thunberg diperlakukan dengan buruk dan dijadikan sebagai propaganda. Ia didorong ke dalam sebuah ruangan saat Menteri Keamanan Nasional garis keras, Itamar Ben-Gvir, masuk.&#13;
&#13;
Jurnalis Italia, Lorenzo Agostino, yang berada di flotilla, juga menyinggung perlakuan buruk terhadap Thunberg. &amp;quot;Greta Thunberg, wanita pemberani, baru berusia 22 tahun. Dia dipermalukan dan dibungkus bendera Israel serta dipamerkan seperti piala,&amp;quot; ujarnya kepada Anadolu.&#13;
&#13;
Aktivis lainnya juga menggambarkan perlakuan yang parah. Pembawa acara TV Turki, Ikbal Gurpinar, mengatakan, &amp;quot;Mereka memperlakukan kami seperti anjing. Mereka membiarkan kami kelaparan selama tiga hari. Mereka tidak memberi kami air; kami harus minum dari toilet. Itu adalah hari yang sangat panas, dan kami semua kepanasan.&amp;quot; Ia menambahkan, pengalaman tersebut memberinya &amp;quot;pemahaman yang lebih baik tentang Gaza.&amp;quot;&#13;
&#13;
Aktivis Turki, Aycin Kantoglu, menceritakan dinding penjara yang berlumuran darah dan pesan yang ditulis oleh tahanan sebelumnya. &amp;quot;Kami melihat para ibu menulis nama anak-anak mereka di dinding. Kami benar-benar mengalami sedikit apa yang dialami warga Palestina,&amp;quot; kisahnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
