<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Keracunan MBG, Deputi BGN: Kita Investigasi Ketat Bersama Polri!</title><description>Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan heran mengapa terjadi keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/05/337/3174523/heboh-keracunan-mbg-deputi-bgn-kita-investigasi-ketat-bersama-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/05/337/3174523/heboh-keracunan-mbg-deputi-bgn-kita-investigasi-ketat-bersama-polri"/><item><title>Heboh Keracunan MBG, Deputi BGN: Kita Investigasi Ketat Bersama Polri!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/05/337/3174523/heboh-keracunan-mbg-deputi-bgn-kita-investigasi-ketat-bersama-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/05/337/3174523/heboh-keracunan-mbg-deputi-bgn-kita-investigasi-ketat-bersama-polri</guid><pubDate>Minggu 05 Oktober 2025 01:00 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/05/337/3174523/pemerintah-LXlD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Heboh Keracunan MBG, Deputi BGN: Kita Investigasi Ketat Bersama Polri!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/05/337/3174523/pemerintah-LXlD_large.jpg</image><title>Heboh Keracunan MBG, Deputi BGN: Kita Investigasi Ketat Bersama Polri!</title></images><description>JAKARTA - Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan heran mengapa terjadi keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.&#13;
&#13;
Tigor mengatakan, ada aturan yang mengatur pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus warga sekitar yang terbuka kemungkinan orang-orang terdekat dari pelajar penerima manfaat MBG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kadang-kadang kita juga bingung. whats going on sebenarnya? Apa sih yang terjadi?,&amp;quot; kata Tigor dalam diskusi yang digelar Formas bertajuk &amp;#39;MBG Bermanfaat untuk Siapa?&amp;#39; di Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena begini kami bilang Bapak-Ibu, dapur itu harus mempekerjakan orang-orang sekitar dapur, Ibu-ibu bapak-Bapak 47 orang,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia meyakini, para pegawai SPPG tidak akan mempunyai niat jahat dalam mempersiapkan MBG. Karena, penerima manfaat MBG itu merupakan orang-orang terdekat pegawai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bayangin anak-anak mereka juga itu yang bersekolah di situ. Tidak akan mungkin Bapak-Ibu mereka, ibu-ibu bapak-bapak itu memasak makanan yang ada racunnya dengan sengaja untuk anak-anaknya, karena anak-anaknya juga yang makan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita udah bikin desainnya gitu. Kita bikin desain. Eh, setiap SPPG 3000 penerimaan manfaat itu sekitar dapur harus ibu-ibunya yang berkerja, ibu bapaknya. Itu udah saling ngunci harusnya, saling menjaga,&amp;quot; tambah dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihaknya juga telah menggandeng Polri untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden keracunan program MBG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kami sekarang ini memang menginvestigasi sangat ketat bersama Polri, kenapa sering terjadi keracunan-keracunan yang ada sekarang ini,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan heran mengapa terjadi keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.&#13;
&#13;
Tigor mengatakan, ada aturan yang mengatur pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus warga sekitar yang terbuka kemungkinan orang-orang terdekat dari pelajar penerima manfaat MBG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kadang-kadang kita juga bingung. whats going on sebenarnya? Apa sih yang terjadi?,&amp;quot; kata Tigor dalam diskusi yang digelar Formas bertajuk &amp;#39;MBG Bermanfaat untuk Siapa?&amp;#39; di Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena begini kami bilang Bapak-Ibu, dapur itu harus mempekerjakan orang-orang sekitar dapur, Ibu-ibu bapak-Bapak 47 orang,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, dia meyakini, para pegawai SPPG tidak akan mempunyai niat jahat dalam mempersiapkan MBG. Karena, penerima manfaat MBG itu merupakan orang-orang terdekat pegawai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bayangin anak-anak mereka juga itu yang bersekolah di situ. Tidak akan mungkin Bapak-Ibu mereka, ibu-ibu bapak-bapak itu memasak makanan yang ada racunnya dengan sengaja untuk anak-anaknya, karena anak-anaknya juga yang makan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita udah bikin desainnya gitu. Kita bikin desain. Eh, setiap SPPG 3000 penerimaan manfaat itu sekitar dapur harus ibu-ibunya yang berkerja, ibu bapaknya. Itu udah saling ngunci harusnya, saling menjaga,&amp;quot; tambah dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihaknya juga telah menggandeng Polri untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden keracunan program MBG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kami sekarang ini memang menginvestigasi sangat ketat bersama Polri, kenapa sering terjadi keracunan-keracunan yang ada sekarang ini,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
