<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Selam Otonom Karya Anak Bangsa Dipamerkan dalam HUT Ke-80 TNI</title><description>Kapal selam tanpa awak atau otonom (autonomous submarine) debut publik pada acara ini, yang disebut dengan KSOT-008.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/05/337/3174583/kapal-selam-otonom-karya-anak-bangsa-dipamerkan-dalam-hut-ke-80-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/05/337/3174583/kapal-selam-otonom-karya-anak-bangsa-dipamerkan-dalam-hut-ke-80-tni"/><item><title>Kapal Selam Otonom Karya Anak Bangsa Dipamerkan dalam HUT Ke-80 TNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/05/337/3174583/kapal-selam-otonom-karya-anak-bangsa-dipamerkan-dalam-hut-ke-80-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/05/337/3174583/kapal-selam-otonom-karya-anak-bangsa-dipamerkan-dalam-hut-ke-80-tni</guid><pubDate>Minggu 05 Oktober 2025 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/05/337/3174583/kapal_selam-8GQJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal selam tanpa awak atau otonom KSOT-008/Foto: Setpres</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/05/337/3174583/kapal_selam-8GQJ_large.jpg</image><title>Kapal selam tanpa awak atau otonom KSOT-008/Foto: Setpres</title></images><description>JAKARTA - Perayaan HUT ke-80 TNI dimeriahkan rangkaian alat utama sistem senjata (alutsista). Kapal selam tanpa awak atau otonom (autonomous submarine) debut publik pada acara ini, yang disebut dengan KSOT-008 atau kapal selam otonom.&#13;
&#13;
Kapal selam ini mampu menjelajah di bawah permukaan air hingga 72 jam. Kemampuan jelajah maksimum 20 knot atau 37 km/jam. Dilengkapi juga enam torpedo serta teknologi navigasi yang canggih.&#13;
&#13;
Kapal selam ini dioperasikan oleh rantis atau kendaraan taktis command center. Ini digunakan untuk pusat operasi kapal selam otonom tersebut, di mana dapat memerintahkan tujuan serta meluncurkan misil.&#13;
&#13;
Selain itu, dipamerkan juga kekuatan udara menggunakan drone atau pesawat tanpa awak. Ini digunakan untuk melakukan pemantauan terhadap pihak musuh atau menjangkau lokasi yang sulit ditembus untuk memantau keadaan.&#13;
&#13;
Berbagai jenis drone ditunjukkan, bahkan ada yang digunakan untuk melakukan serangan dengan dilengkapi senjata. Ada juga drone yang membawa bom untuk menyerang musuh dengan meminimalisir korban dari pihak TNI.&#13;
&#13;
Berbagai macam rantis TNI juga dipamerkan yang digunakan untuk kebutuhan perang atau non-perang. Sebab, TNI juga dapat beroperasi pada kondisi bencana alam dengan mengandalkan peralatan yang canggih.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rantis yang kini dibuat di dalam negeri juga dapat menyesuaikan dengan kondisi alam di Indonesia. Sehingga hal tersebut dapat memudahkan pasukan dalam melakukan kegiatan serta manuver di medan yang sulit.&#13;
&#13;
Dipamerkan juga berbagai alutsista terbaru yang dimiliki TNI, seperti rudal balistik, Tank Harimau, meriam pertahanan udara 50 mm, KRI Belati, kapal cepat rudal, pesawat tempur, hingga pesawat jet tempur T-50i.&#13;
&#13;
Seluruh atraksi yang diperlihatkan menunjukkan kepada masyarakat bahwa sistem pertahanan Indonesia sudah sangat kuat. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto juga terus berupaya untuk memperkuat alutsista dengan model terbaru.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perayaan HUT ke-80 TNI dimeriahkan rangkaian alat utama sistem senjata (alutsista). Kapal selam tanpa awak atau otonom (autonomous submarine) debut publik pada acara ini, yang disebut dengan KSOT-008 atau kapal selam otonom.&#13;
&#13;
Kapal selam ini mampu menjelajah di bawah permukaan air hingga 72 jam. Kemampuan jelajah maksimum 20 knot atau 37 km/jam. Dilengkapi juga enam torpedo serta teknologi navigasi yang canggih.&#13;
&#13;
Kapal selam ini dioperasikan oleh rantis atau kendaraan taktis command center. Ini digunakan untuk pusat operasi kapal selam otonom tersebut, di mana dapat memerintahkan tujuan serta meluncurkan misil.&#13;
&#13;
Selain itu, dipamerkan juga kekuatan udara menggunakan drone atau pesawat tanpa awak. Ini digunakan untuk melakukan pemantauan terhadap pihak musuh atau menjangkau lokasi yang sulit ditembus untuk memantau keadaan.&#13;
&#13;
Berbagai jenis drone ditunjukkan, bahkan ada yang digunakan untuk melakukan serangan dengan dilengkapi senjata. Ada juga drone yang membawa bom untuk menyerang musuh dengan meminimalisir korban dari pihak TNI.&#13;
&#13;
Berbagai macam rantis TNI juga dipamerkan yang digunakan untuk kebutuhan perang atau non-perang. Sebab, TNI juga dapat beroperasi pada kondisi bencana alam dengan mengandalkan peralatan yang canggih.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rantis yang kini dibuat di dalam negeri juga dapat menyesuaikan dengan kondisi alam di Indonesia. Sehingga hal tersebut dapat memudahkan pasukan dalam melakukan kegiatan serta manuver di medan yang sulit.&#13;
&#13;
Dipamerkan juga berbagai alutsista terbaru yang dimiliki TNI, seperti rudal balistik, Tank Harimau, meriam pertahanan udara 50 mm, KRI Belati, kapal cepat rudal, pesawat tempur, hingga pesawat jet tempur T-50i.&#13;
&#13;
Seluruh atraksi yang diperlihatkan menunjukkan kepada masyarakat bahwa sistem pertahanan Indonesia sudah sangat kuat. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto juga terus berupaya untuk memperkuat alutsista dengan model terbaru.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
