<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertemuan Prabowo-Jokowi Diduga Bahas Isu Sensitif hingga Dukungan Pencalonan di 2029</title><description>Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pertemuan berdurasi dua jam antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bukan sekadar silaturahmi biasa.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/06/337/3174731/pertemuan-prabowo-jokowi-diduga-bahas-isu-sensitif-hingga-dukungan-pencalonan-di-2029</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/06/337/3174731/pertemuan-prabowo-jokowi-diduga-bahas-isu-sensitif-hingga-dukungan-pencalonan-di-2029"/><item><title>Pertemuan Prabowo-Jokowi Diduga Bahas Isu Sensitif hingga Dukungan Pencalonan di 2029</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/06/337/3174731/pertemuan-prabowo-jokowi-diduga-bahas-isu-sensitif-hingga-dukungan-pencalonan-di-2029</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/06/337/3174731/pertemuan-prabowo-jokowi-diduga-bahas-isu-sensitif-hingga-dukungan-pencalonan-di-2029</guid><pubDate>Senin 06 Oktober 2025 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/06/337/3174731/prabowo_dan_jokowi-wyEX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/06/337/3174731/prabowo_dan_jokowi-wyEX_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Dok Okezone</title></images><description>JAKARTA - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pertemuan berdurasi dua jam antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia menduga, pertemuan membahas isu-isu sensitif yang sedang mengemuka.&#13;
&#13;
Pria yang akrab disapa Hensat ini mengira isu sensitif itu di antaranya; eskalasi tuduhan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan kunjungan Abu Bakar Ba&amp;#39;asyir ke kediaman Jokowi.&#13;
&#13;
Dia menilai, meskipun Prabowo dan Jokowi dikenal akrab, pertemuan kali ini terasa tidak biasa karena rangkaian kejadian politik sebelum dan sesudahnya.&#13;
&#13;
Demo besar pada 28-31 Agustus 2025 yang menyeret nama Jokowi, reshuffle kabinet hingga pernyataan Jokowi yang minta relawannya mendukung Prabowo-Gibran untuk dua periode, menjadi latar belakang yang membuat publik curiga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kejadian selanjutnya apa lagi? Abu Bakar Ba&amp;#39;asyir ke rumahnya Pak Jokowi, terus meningkat eskalasi isu ijazah Gibran, jadi kejadian-kejadian itu yang kemudian akhirnya diduga oleh masyarakat penyebab kenapa Pak Jokowi mengharuskan dirinya ketemu dengan Pak Prabowo,&amp;rdquo; kata Hensat, Senin (6/10/2025).&#13;
&#13;
Ia pun menyoroti pemanggilan dua menteri oleh Prabowo pasca pertemuan, yakni Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Hensat, waktu pemanggilan ini cukup membuat publik curiga mengingat isu ijazah Gibran yang kini bergulir dan kunjungan Ba&amp;#39;asyir yang bisa memicu kontroversi keamanan nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau lihat kejadian-kejadiannya, menurut saya ada beberapa hal yang dibahas. Bisa saja tentang Abu Bakar, bisa saja tentang ijazah, bisa saja tentang reshuffle, atau dukungan Prabowo-Gibran dua periode,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Justru saya menilainya dukungan Prabowo-Gibran dua periode itu pasti diungkapkan pada saat itu. Dua jam waktu yang sebentar kalau sambil makan kan,&amp;rdquo; tuturnya melanjutkan.&#13;
&#13;
Ia pun melihat, pertemuan tersebut merupakan pertemuan penting lantaran sampai membuat Jokowi bertandang ke kediaman Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kemudian sampai Pak Jokowi ketemu Pak Prabowo itu pasti ada hal yang penting. Mungkin salah satu di antara yang saya sebutkan tadi, kalau nggak penting kan Whatsapp-an aja gitu bisa jadi atau teleponan aja,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, Hensat melihat publik harus mengantisipasi kebijakan atau keputusan apa yang keluar setelah pertemuan kedua tokoh bangsa tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertemuan ini adalah hal yang menarik, sudah pasti, tapi setelah ini kita lihat apakah ada kebijakan-kebijakan yang tiba-tiba muncul pasca pertemuan Pak Prabowo dan Pak Jokowi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pertemuan berdurasi dua jam antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia menduga, pertemuan membahas isu-isu sensitif yang sedang mengemuka.&#13;
&#13;
Pria yang akrab disapa Hensat ini mengira isu sensitif itu di antaranya; eskalasi tuduhan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan kunjungan Abu Bakar Ba&amp;#39;asyir ke kediaman Jokowi.&#13;
&#13;
Dia menilai, meskipun Prabowo dan Jokowi dikenal akrab, pertemuan kali ini terasa tidak biasa karena rangkaian kejadian politik sebelum dan sesudahnya.&#13;
&#13;
Demo besar pada 28-31 Agustus 2025 yang menyeret nama Jokowi, reshuffle kabinet hingga pernyataan Jokowi yang minta relawannya mendukung Prabowo-Gibran untuk dua periode, menjadi latar belakang yang membuat publik curiga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kejadian selanjutnya apa lagi? Abu Bakar Ba&amp;#39;asyir ke rumahnya Pak Jokowi, terus meningkat eskalasi isu ijazah Gibran, jadi kejadian-kejadian itu yang kemudian akhirnya diduga oleh masyarakat penyebab kenapa Pak Jokowi mengharuskan dirinya ketemu dengan Pak Prabowo,&amp;rdquo; kata Hensat, Senin (6/10/2025).&#13;
&#13;
Ia pun menyoroti pemanggilan dua menteri oleh Prabowo pasca pertemuan, yakni Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Hensat, waktu pemanggilan ini cukup membuat publik curiga mengingat isu ijazah Gibran yang kini bergulir dan kunjungan Ba&amp;#39;asyir yang bisa memicu kontroversi keamanan nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau lihat kejadian-kejadiannya, menurut saya ada beberapa hal yang dibahas. Bisa saja tentang Abu Bakar, bisa saja tentang ijazah, bisa saja tentang reshuffle, atau dukungan Prabowo-Gibran dua periode,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Justru saya menilainya dukungan Prabowo-Gibran dua periode itu pasti diungkapkan pada saat itu. Dua jam waktu yang sebentar kalau sambil makan kan,&amp;rdquo; tuturnya melanjutkan.&#13;
&#13;
Ia pun melihat, pertemuan tersebut merupakan pertemuan penting lantaran sampai membuat Jokowi bertandang ke kediaman Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kemudian sampai Pak Jokowi ketemu Pak Prabowo itu pasti ada hal yang penting. Mungkin salah satu di antara yang saya sebutkan tadi, kalau nggak penting kan Whatsapp-an aja gitu bisa jadi atau teleponan aja,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, Hensat melihat publik harus mengantisipasi kebijakan atau keputusan apa yang keluar setelah pertemuan kedua tokoh bangsa tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertemuan ini adalah hal yang menarik, sudah pasti, tapi setelah ini kita lihat apakah ada kebijakan-kebijakan yang tiba-tiba muncul pasca pertemuan Pak Prabowo dan Pak Jokowi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
