<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suriah Umumkan Hasil Pemilu Pertama Sejak Jatuhnya Rezim Bashar Al Assad</title><description>Presiden Ahmad Al Sharaa akan memilih sepertiga anggota parlemen yang tidak dipilih dari pemilu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/07/18/3175025/suriah-umumkan-hasil-pemilu-pertama-sejak-jatuhnya-rezim-bashar-al-assad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/07/18/3175025/suriah-umumkan-hasil-pemilu-pertama-sejak-jatuhnya-rezim-bashar-al-assad"/><item><title>Suriah Umumkan Hasil Pemilu Pertama Sejak Jatuhnya Rezim Bashar Al Assad</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/07/18/3175025/suriah-umumkan-hasil-pemilu-pertama-sejak-jatuhnya-rezim-bashar-al-assad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/07/18/3175025/suriah-umumkan-hasil-pemilu-pertama-sejak-jatuhnya-rezim-bashar-al-assad</guid><pubDate>Selasa 07 Oktober 2025 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/07/18/3175025/ilustrasi-OlNL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/07/18/3175025/ilustrasi-OlNL_large.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Unsplash)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas pemilu Suriah pada Senin (6/10/2025) mengumumkan hasil resmi pemilihan umum parlemen pertama negara itu sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad, demikian dilaporkan. Pemilu ini digelar untuk memilih dua pertiga kursi di Majelis Rakyat, atau parlemen, sementara sisanya akan dipilih oleh Presiden Ahmad Al Sharaa.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Juru Bicara Komite Tinggi Pemilihan Majelis Rakyat, Nawar Najmeh, mengatakan dalam konferensi pers bahwa hasil pemilu ini bersifat final dan tidak dapat diajukan banding.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap anggota parlemen terpilih mewakili semua warga Suriah tanpa memandang afiliasi,&amp;rdquo; kata Najmeh, sebagaimana dilansir Middle East Monitor.&#13;
&#13;
Ia menekankan bahwa parlemen baru diharapkan &amp;quot;kritis dan revolusioner, mendukung dan memantau kinerja pemerintah.&amp;quot;&#13;
&#13;
Najmeh mencatat bahwa 4% kursi dialokasikan untuk penyandang disabilitas dan mereka yang terluka selama pemberontakan 13 tahun melawan rezim Assad.&#13;
&#13;
Ia mengakui adanya kekurangan, termasuk &amp;quot;representasi perempuan Suriah yang tidak memuaskan&amp;quot; dan &amp;quot;representasi Kristen yang lemah, dengan hanya dua kursi dibandingkan dengan ukuran komunitas&amp;quot;. Dia menegaskan bahwa pemilu berlangsung adil dan transparan, tetapi mengakui bahwa keterbatasan data kependudukan di beberapa wilayah memengaruhi distribusi kursi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Najmeh menambahkan bahwa Presiden Sharaa diharapkan mengatasi ketidakseimbangan ini ketika menunjuk sepertiga anggota majelis yang tersisa.&#13;
&#13;
Komite pemilihan akan bertemu pada Selasa (7/10/2025) untuk membahas mekanisme penyelenggaraan pemilihan di provinsi Hasakah, Raqqa, dan Suwayda. Ia mencatat bahwa perkiraan waktu penyelenggaraan pemilihan sama dengan jadwal pelaksanaan perjanjian 10 Maret.&#13;
&#13;
Suwayda telah mematuhi gencatan senjata sejak 19 Juli, setelah seminggu bentrokan bersenjata antara kelompok Druze dan suku Badui serta serangan militer Israel.&#13;
&#13;
Pada Minggu (5/10/2025), Suriah mengadakan pemilihan umum tidak langsung untuk Majelis Rakyatnya, yang pertama sejak tergulingnya rezim Assad. Sekitar 6.000 pemilih dipilih dari badan-badan pemilihan di seluruh negeri untuk memberikan suara guna memilih dua pertiga dari 210 kursi badan tersebut.&#13;
&#13;
Di bawah sistem transisi yang baru, 140 kursi diperebutkan melalui pemungutan suara tidak langsung ini; presiden akan menunjuk 70 anggota sisanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Otoritas pemilu Suriah pada Senin (6/10/2025) mengumumkan hasil resmi pemilihan umum parlemen pertama negara itu sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad, demikian dilaporkan. Pemilu ini digelar untuk memilih dua pertiga kursi di Majelis Rakyat, atau parlemen, sementara sisanya akan dipilih oleh Presiden Ahmad Al Sharaa.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Juru Bicara Komite Tinggi Pemilihan Majelis Rakyat, Nawar Najmeh, mengatakan dalam konferensi pers bahwa hasil pemilu ini bersifat final dan tidak dapat diajukan banding.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setiap anggota parlemen terpilih mewakili semua warga Suriah tanpa memandang afiliasi,&amp;rdquo; kata Najmeh, sebagaimana dilansir Middle East Monitor.&#13;
&#13;
Ia menekankan bahwa parlemen baru diharapkan &amp;quot;kritis dan revolusioner, mendukung dan memantau kinerja pemerintah.&amp;quot;&#13;
&#13;
Najmeh mencatat bahwa 4% kursi dialokasikan untuk penyandang disabilitas dan mereka yang terluka selama pemberontakan 13 tahun melawan rezim Assad.&#13;
&#13;
Ia mengakui adanya kekurangan, termasuk &amp;quot;representasi perempuan Suriah yang tidak memuaskan&amp;quot; dan &amp;quot;representasi Kristen yang lemah, dengan hanya dua kursi dibandingkan dengan ukuran komunitas&amp;quot;. Dia menegaskan bahwa pemilu berlangsung adil dan transparan, tetapi mengakui bahwa keterbatasan data kependudukan di beberapa wilayah memengaruhi distribusi kursi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Najmeh menambahkan bahwa Presiden Sharaa diharapkan mengatasi ketidakseimbangan ini ketika menunjuk sepertiga anggota majelis yang tersisa.&#13;
&#13;
Komite pemilihan akan bertemu pada Selasa (7/10/2025) untuk membahas mekanisme penyelenggaraan pemilihan di provinsi Hasakah, Raqqa, dan Suwayda. Ia mencatat bahwa perkiraan waktu penyelenggaraan pemilihan sama dengan jadwal pelaksanaan perjanjian 10 Maret.&#13;
&#13;
Suwayda telah mematuhi gencatan senjata sejak 19 Juli, setelah seminggu bentrokan bersenjata antara kelompok Druze dan suku Badui serta serangan militer Israel.&#13;
&#13;
Pada Minggu (5/10/2025), Suriah mengadakan pemilihan umum tidak langsung untuk Majelis Rakyatnya, yang pertama sejak tergulingnya rezim Assad. Sekitar 6.000 pemilih dipilih dari badan-badan pemilihan di seluruh negeri untuk memberikan suara guna memilih dua pertiga dari 210 kursi badan tersebut.&#13;
&#13;
Di bawah sistem transisi yang baru, 140 kursi diperebutkan melalui pemungutan suara tidak langsung ini; presiden akan menunjuk 70 anggota sisanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
