<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Kakanwil Kemenag Jateng dan Dirut PT Al Haramain</title><description>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, terkait dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag). Pemeriksaan dilakukan pada Rabu (8/10/2025).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/08/337/3175359/kasus-kuota-haji-kpk-panggil-kakanwil-kemenag-jateng-dan-dirut-pt-al-haramain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/08/337/3175359/kasus-kuota-haji-kpk-panggil-kakanwil-kemenag-jateng-dan-dirut-pt-al-haramain"/><item><title>Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Kakanwil Kemenag Jateng dan Dirut PT Al Haramain</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/08/337/3175359/kasus-kuota-haji-kpk-panggil-kakanwil-kemenag-jateng-dan-dirut-pt-al-haramain</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/08/337/3175359/kasus-kuota-haji-kpk-panggil-kakanwil-kemenag-jateng-dan-dirut-pt-al-haramain</guid><pubDate>Rabu 08 Oktober 2025 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/08/337/3175359/kasus_korupsi_kuota_haji-nLtE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus Korupsi Kuota Haji (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/08/337/3175359/kasus_korupsi_kuota_haji-nLtE_large.jpg</image><title>Kasus Korupsi Kuota Haji (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, terkait dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag). Pemeriksaan dilakukan pada Rabu (8/10/2025).&#13;
&#13;
Saiful Mujab hadir memenuhi panggilan KPK dan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (TPK) terkait kuota haji tahun 2023&amp;ndash;2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemeriksaan dilakukan sebagai saksi dalam perkara dugaan TPK terkait kuota haji untuk penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2023&amp;ndash;2024,&amp;rdquo; ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Budi menambahkan, pemeriksaan terhadap Mujab telah rampung. Namun, ia tidak merinci materi pemeriksaan maupun pertanyaan yang diajukan penyidik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah selesai (diperiksa),&amp;rdquo; ujarnya singkat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain Saiful Mujab, KPK juga memanggil Direktur Utama PT Al Haramain Jaya Wisata, Adelia Safitri, dalam kapasitas yang sama, yakni sebagai saksi dalam perkara ini.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, KPK telah meningkatkan status perkara dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023&amp;ndash;2024 dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.&#13;
&#13;
Kasus ini bermula dari pengelolaan kuota haji tahun 2023, di mana Indonesia mendapat tambahan 20.000 jemaah. Berdasarkan ketentuan, pembagian kuota seharusnya mengikuti proporsi 92% untuk jemaah haji reguler dan 8% untuk jemaah haji khusus.&#13;
&#13;
Namun, temuan KPK menunjukkan adanya penyimpangan, di mana pembagian kuota justru dilakukan tidak sesuai aturan, yakni 50% untuk haji reguler dan 50% untuk haji khusus.&#13;
&#13;
KPK menduga adanya perbuatan melawan hukum dalam proses tersebut, serta tengah menelusuri dugaan aliran dana yang berkaitan dengan penambahan kuota haji khusus tersebut.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, terkait dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag). Pemeriksaan dilakukan pada Rabu (8/10/2025).&#13;
&#13;
Saiful Mujab hadir memenuhi panggilan KPK dan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (TPK) terkait kuota haji tahun 2023&amp;ndash;2024.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemeriksaan dilakukan sebagai saksi dalam perkara dugaan TPK terkait kuota haji untuk penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2023&amp;ndash;2024,&amp;rdquo; ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Budi menambahkan, pemeriksaan terhadap Mujab telah rampung. Namun, ia tidak merinci materi pemeriksaan maupun pertanyaan yang diajukan penyidik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah selesai (diperiksa),&amp;rdquo; ujarnya singkat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain Saiful Mujab, KPK juga memanggil Direktur Utama PT Al Haramain Jaya Wisata, Adelia Safitri, dalam kapasitas yang sama, yakni sebagai saksi dalam perkara ini.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, KPK telah meningkatkan status perkara dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023&amp;ndash;2024 dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.&#13;
&#13;
Kasus ini bermula dari pengelolaan kuota haji tahun 2023, di mana Indonesia mendapat tambahan 20.000 jemaah. Berdasarkan ketentuan, pembagian kuota seharusnya mengikuti proporsi 92% untuk jemaah haji reguler dan 8% untuk jemaah haji khusus.&#13;
&#13;
Namun, temuan KPK menunjukkan adanya penyimpangan, di mana pembagian kuota justru dilakukan tidak sesuai aturan, yakni 50% untuk haji reguler dan 50% untuk haji khusus.&#13;
&#13;
KPK menduga adanya perbuatan melawan hukum dalam proses tersebut, serta tengah menelusuri dugaan aliran dana yang berkaitan dengan penambahan kuota haji khusus tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
