<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sidang Perdana Korupsi Pertamina, Riva Siahaan Masih Kantongi Status Karyawan BUMN</title><description>Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, mengungkap bahwa dirinya masih berstatus karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/09/337/3175597/sidang-perdana-korupsi-pertamina-riva-siahaan-masih-kantongi-status-karyawan-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/09/337/3175597/sidang-perdana-korupsi-pertamina-riva-siahaan-masih-kantongi-status-karyawan-bumn"/><item><title>Sidang Perdana Korupsi Pertamina, Riva Siahaan Masih Kantongi Status Karyawan BUMN</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/09/337/3175597/sidang-perdana-korupsi-pertamina-riva-siahaan-masih-kantongi-status-karyawan-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/09/337/3175597/sidang-perdana-korupsi-pertamina-riva-siahaan-masih-kantongi-status-karyawan-bumn</guid><pubDate>Kamis 09 Oktober 2025 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/09/337/3175597/riva_siahaan-8sN2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Riva Siahaan (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/09/337/3175597/riva_siahaan-8sN2_large.jpg</image><title>Riva Siahaan (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, mengungkap bahwa dirinya masih berstatus karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini diungkapkan dalam sidang perdana dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama tahun 2018&amp;ndash;2023.&#13;
&#13;
Momen itu terjadi saat para tersangka hadir di persidangan pembacaan dakwaan, Kamis (9/10/2025) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tersangka yang hadir antara lain Riva Siahaan &amp;ndash; Mantan Dirut Pertamina Patra Niaga, Maya Kusuma &amp;ndash; Mantan Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Edward Cone &amp;ndash; Mantan Manajer Impor dan Ekspor Produk Trading PT Pertamina Patra Niaga, dan Sani Dinar Saifuddin &amp;ndash; Mantan Direktur Feedstock &amp;amp; Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah sidang dibuka, Ketua Majelis Hakim Fajar Kusuma Aji mempersilakan para tersangka duduk dan mengonfirmasi identitas mereka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pekerjaan saudara?&amp;quot; tanya hakim kepada Riva.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai saat ini masih jadi karyawan BUMN yang mulia,&amp;quot; jawab Riva.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski begitu, tidak diungkap apakah Riva masih memegang jabatan aktif di perusahaan. Hakim hanya mengonfirmasi dua jabatan terakhir yang diembannya: Direktur Pemasaran &amp;amp; Niaga PT Pertamina Patra Niaga (Oktober 2021&amp;ndash;Juni 2023) dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (2023&amp;ndash;2025).&#13;
&#13;
Ketiga tersangka lain, Maya Kusuma, Edward Cone, dan Sani Dinar Saifuddin, juga menyebut berstatus sebagai karyawan BUMN saat ditanya hakim.&#13;
&#13;
Sekilas Perkara Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah&#13;
&#13;
Hasil penyidikan Kejaksaan Agung menunjukkan kasus ini terkait pemenuhan minyak mentah di dalam negeri pada 2018&amp;ndash;2023. Ketentuan awal mewajibkan PT Pertamina mengutamakan minyak bumi dalam negeri sebelum merencanakan impor.&#13;
&#13;
Namun, para tersangka diduga melakukan pengkondisian rapat optimalisasi hilir untuk menurunkan produksi kilang dan menolak produksi minyak mentah dari kontraktor lokal. Akibatnya, impor minyak mentah dari luar negeri dianggap diperlukan.&#13;
&#13;
Selain itu, beberapa tersangka disebut memenangkan broker penyedia minyak mentah dan produk kilang secara ilegal. Dugaan perbuatan ini diperkirakan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp285 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kejaksaan Agung telah menetapkan 18 tersangka dalam kasus ini, di antaranya:&#13;
&#13;
- Edward Cone &amp;ndash; VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga&#13;
&#13;
- Sani Dinar Saifuddin &amp;ndash; Direktur Feedstock &amp;amp; Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional&#13;
&#13;
- Agus Purwono &amp;ndash; VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional&#13;
&#13;
- Maya Kusuma &amp;ndash; Direktur Pemasaran Pusat &amp;amp; Niaga PT Pertamina Patra Niaga&#13;
&#13;
- Yoki Firnandi &amp;ndash; Dirut PT Pertamina International Shipping&#13;
&#13;
- Riva Siahaan &amp;ndash; Dirut PT Pertamina Patra Niaga&#13;
&#13;
- Muhammad Kerry Andrianto Riza &amp;ndash; Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa&#13;
&#13;
- Dimas Werhaspati &amp;ndash; Komisaris PT Navigator Khatulistiwa &amp;amp; PT Jenggala Maritim&#13;
&#13;
- Gading Ramadhan Joedo &amp;ndash; Komisaris PT Jenggala Maritim &amp;amp; Dirut PT Orbit Terminal Merak&#13;
&#13;
- Alfian Nasution &amp;ndash; VP Supply &amp;amp; Distribusi PT Pertamina (2011&amp;ndash;2015)&#13;
&#13;
- Hanung Budya &amp;ndash; Direktur Pemasaran &amp;amp; Niaga PT Pertamina (2014)&#13;
&#13;
- Toto Nugroho &amp;ndash; SVP Integrated Supply Chain PT Pertamina (2017&amp;ndash;2018)&#13;
&#13;
- Dwi Sudarsono &amp;ndash; VP Crude &amp;amp; Product Trading ISC PT Pertamina (2019&amp;ndash;2020)&#13;
&#13;
- Martin Haendra Nata &amp;ndash; Business Development Manager PT Trafigura Pte. Ltd.&#13;
&#13;
- Hasto Wibowo &amp;ndash; SVP Integrated Supply Chain (2018&amp;ndash;2020)&#13;
&#13;
- Arif Sukmara &amp;ndash; Direktur Gas, Petrochemical &amp;amp; New Business PT Pertamina International Shipping&#13;
&#13;
- Muhammad Riza Chalid &amp;ndash; Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak &amp;amp; PT Tangki Merak (DPO, diduga di luar negeri)&#13;
&#13;
- Indra Putra &amp;ndash; Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, mengungkap bahwa dirinya masih berstatus karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal ini diungkapkan dalam sidang perdana dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama tahun 2018&amp;ndash;2023.&#13;
&#13;
Momen itu terjadi saat para tersangka hadir di persidangan pembacaan dakwaan, Kamis (9/10/2025) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tersangka yang hadir antara lain Riva Siahaan &amp;ndash; Mantan Dirut Pertamina Patra Niaga, Maya Kusuma &amp;ndash; Mantan Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Edward Cone &amp;ndash; Mantan Manajer Impor dan Ekspor Produk Trading PT Pertamina Patra Niaga, dan Sani Dinar Saifuddin &amp;ndash; Mantan Direktur Feedstock &amp;amp; Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah sidang dibuka, Ketua Majelis Hakim Fajar Kusuma Aji mempersilakan para tersangka duduk dan mengonfirmasi identitas mereka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pekerjaan saudara?&amp;quot; tanya hakim kepada Riva.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai saat ini masih jadi karyawan BUMN yang mulia,&amp;quot; jawab Riva.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski begitu, tidak diungkap apakah Riva masih memegang jabatan aktif di perusahaan. Hakim hanya mengonfirmasi dua jabatan terakhir yang diembannya: Direktur Pemasaran &amp;amp; Niaga PT Pertamina Patra Niaga (Oktober 2021&amp;ndash;Juni 2023) dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (2023&amp;ndash;2025).&#13;
&#13;
Ketiga tersangka lain, Maya Kusuma, Edward Cone, dan Sani Dinar Saifuddin, juga menyebut berstatus sebagai karyawan BUMN saat ditanya hakim.&#13;
&#13;
Sekilas Perkara Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah&#13;
&#13;
Hasil penyidikan Kejaksaan Agung menunjukkan kasus ini terkait pemenuhan minyak mentah di dalam negeri pada 2018&amp;ndash;2023. Ketentuan awal mewajibkan PT Pertamina mengutamakan minyak bumi dalam negeri sebelum merencanakan impor.&#13;
&#13;
Namun, para tersangka diduga melakukan pengkondisian rapat optimalisasi hilir untuk menurunkan produksi kilang dan menolak produksi minyak mentah dari kontraktor lokal. Akibatnya, impor minyak mentah dari luar negeri dianggap diperlukan.&#13;
&#13;
Selain itu, beberapa tersangka disebut memenangkan broker penyedia minyak mentah dan produk kilang secara ilegal. Dugaan perbuatan ini diperkirakan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp285 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kejaksaan Agung telah menetapkan 18 tersangka dalam kasus ini, di antaranya:&#13;
&#13;
- Edward Cone &amp;ndash; VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga&#13;
&#13;
- Sani Dinar Saifuddin &amp;ndash; Direktur Feedstock &amp;amp; Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional&#13;
&#13;
- Agus Purwono &amp;ndash; VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional&#13;
&#13;
- Maya Kusuma &amp;ndash; Direktur Pemasaran Pusat &amp;amp; Niaga PT Pertamina Patra Niaga&#13;
&#13;
- Yoki Firnandi &amp;ndash; Dirut PT Pertamina International Shipping&#13;
&#13;
- Riva Siahaan &amp;ndash; Dirut PT Pertamina Patra Niaga&#13;
&#13;
- Muhammad Kerry Andrianto Riza &amp;ndash; Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa&#13;
&#13;
- Dimas Werhaspati &amp;ndash; Komisaris PT Navigator Khatulistiwa &amp;amp; PT Jenggala Maritim&#13;
&#13;
- Gading Ramadhan Joedo &amp;ndash; Komisaris PT Jenggala Maritim &amp;amp; Dirut PT Orbit Terminal Merak&#13;
&#13;
- Alfian Nasution &amp;ndash; VP Supply &amp;amp; Distribusi PT Pertamina (2011&amp;ndash;2015)&#13;
&#13;
- Hanung Budya &amp;ndash; Direktur Pemasaran &amp;amp; Niaga PT Pertamina (2014)&#13;
&#13;
- Toto Nugroho &amp;ndash; SVP Integrated Supply Chain PT Pertamina (2017&amp;ndash;2018)&#13;
&#13;
- Dwi Sudarsono &amp;ndash; VP Crude &amp;amp; Product Trading ISC PT Pertamina (2019&amp;ndash;2020)&#13;
&#13;
- Martin Haendra Nata &amp;ndash; Business Development Manager PT Trafigura Pte. Ltd.&#13;
&#13;
- Hasto Wibowo &amp;ndash; SVP Integrated Supply Chain (2018&amp;ndash;2020)&#13;
&#13;
- Arif Sukmara &amp;ndash; Direktur Gas, Petrochemical &amp;amp; New Business PT Pertamina International Shipping&#13;
&#13;
- Muhammad Riza Chalid &amp;ndash; Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak &amp;amp; PT Tangki Merak (DPO, diduga di luar negeri)&#13;
&#13;
- Indra Putra &amp;ndash; Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
