<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Israel Setujui Rencana Pembebasan Sandera di Gaza</title><description>Pemerintah Israel telah menyetujui rencana gencatan senjata, sekaligus pembebasan sandera yang ditahan di Gaza, demikian disampaikan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pada Jumat (10/10/2025).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/10/18/3175757/israel-setujui-rencana-pembebasan-sandera-di-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/10/18/3175757/israel-setujui-rencana-pembebasan-sandera-di-gaza"/><item><title>Israel Setujui Rencana Pembebasan Sandera di Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/10/18/3175757/israel-setujui-rencana-pembebasan-sandera-di-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/10/18/3175757/israel-setujui-rencana-pembebasan-sandera-di-gaza</guid><pubDate>Jum'at 10 Oktober 2025 06:21 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/10/18/3175757/perdana_menteri_israel_benjamin_netanyahu-Qk53_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu  (foto: AP News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/10/18/3175757/perdana_menteri_israel_benjamin_netanyahu-Qk53_large.jpg</image><title>Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu  (foto: AP News)</title></images><description>&#13;
&#13;
TEL AVIV - Pemerintah Israel telah menyetujui rencana gencatan senjata, sekaligus pembebasan sandera yang ditahan di Gaza, demikian disampaikan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pada Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah baru saja menyetujui kerangka kerja pembebasan semua sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal,&amp;rdquo; bunyi pernyataan resmi tersebut, seperti dilansir dari bbc.&#13;
&#13;
Kesepakatan ini disebut sebagai bagian dari upaya diplomatik intensif yang melibatkan sejumlah negara mitra untuk mengakhiri pertempuran dan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rencana tersebut juga menandai langkah signifikan menuju gencatan senjata yang diharapkan dapat meredakan ketegangan berkepanjangan antara Israel dan Hamas.&#13;
&#13;
Namun, hingga saat ini, rincian teknis dan jadwal pembebasan sandera belum diungkap secara resmi oleh pemerintah Israel maupun pihak mediator.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) mengerahkan sekitar 200 tentara ke Israel untuk membantu mendukung, dan memantau kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.&#13;
&#13;
Seorang pejabat senior AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa pasukan tersebut akan membantu memfasilitasi aliran bantuan kemanusiaan serta memberikan dukungan logistik dan keamanan bagi upaya penyaluran bantuan ke Gaza.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pasukan ini akan membantu mendirikan pusat koordinasi sipil-militer di bawah Komando Pusat AS (CENTCOM),&amp;rdquo; ujar pejabat tersebut.&#13;
&#13;
Pusat koordinasi itu akan berfungsi sebagai titik penghubung antara negara-negara mitra, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pelaku sektor swasta dalam mengelola distribusi bantuan kemanusiaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pejabat itu menegaskan, tidak ada pasukan AS yang akan dikirim langsung ke wilayah Gaza, melainkan tetap beroperasi dari Israel untuk mendukung koordinasi dan pengawasan di lapangan.&#13;
&#13;
Langkah ini melanjutkan kebijakan serupa tahun lalu, ketika AS mengerahkan sekitar 100 tentara ke Israel untuk membantu mengoperasikan sistem pertahanan udara Israel di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
TEL AVIV - Pemerintah Israel telah menyetujui rencana gencatan senjata, sekaligus pembebasan sandera yang ditahan di Gaza, demikian disampaikan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pada Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah baru saja menyetujui kerangka kerja pembebasan semua sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal,&amp;rdquo; bunyi pernyataan resmi tersebut, seperti dilansir dari bbc.&#13;
&#13;
Kesepakatan ini disebut sebagai bagian dari upaya diplomatik intensif yang melibatkan sejumlah negara mitra untuk mengakhiri pertempuran dan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rencana tersebut juga menandai langkah signifikan menuju gencatan senjata yang diharapkan dapat meredakan ketegangan berkepanjangan antara Israel dan Hamas.&#13;
&#13;
Namun, hingga saat ini, rincian teknis dan jadwal pembebasan sandera belum diungkap secara resmi oleh pemerintah Israel maupun pihak mediator.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) mengerahkan sekitar 200 tentara ke Israel untuk membantu mendukung, dan memantau kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.&#13;
&#13;
Seorang pejabat senior AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa pasukan tersebut akan membantu memfasilitasi aliran bantuan kemanusiaan serta memberikan dukungan logistik dan keamanan bagi upaya penyaluran bantuan ke Gaza.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pasukan ini akan membantu mendirikan pusat koordinasi sipil-militer di bawah Komando Pusat AS (CENTCOM),&amp;rdquo; ujar pejabat tersebut.&#13;
&#13;
Pusat koordinasi itu akan berfungsi sebagai titik penghubung antara negara-negara mitra, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pelaku sektor swasta dalam mengelola distribusi bantuan kemanusiaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pejabat itu menegaskan, tidak ada pasukan AS yang akan dikirim langsung ke wilayah Gaza, melainkan tetap beroperasi dari Israel untuk mendukung koordinasi dan pengawasan di lapangan.&#13;
&#13;
Langkah ini melanjutkan kebijakan serupa tahun lalu, ketika AS mengerahkan sekitar 100 tentara ke Israel untuk membantu mengoperasikan sistem pertahanan udara Israel di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
