<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Ungkap Solusi Atasi Stunting: Emak-Emak Perlu Jadi Duta Gizi Bagi Keluarga</title><description>Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengungkap solusi jitu untuk mengatasi stunting, yaitu gangguan pertumbuhan pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Salah satu langkah yang dinilainya efektif adalah dengan mendorong para ibu (emak-emak) menjadi duta gizi bagi keluarganya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/10/337/3175796/dpr-ungkap-solusi-atasi-stunting-emak-emak-perlu-jadi-duta-gizi-bagi-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/10/337/3175796/dpr-ungkap-solusi-atasi-stunting-emak-emak-perlu-jadi-duta-gizi-bagi-keluarga"/><item><title>DPR Ungkap Solusi Atasi Stunting: Emak-Emak Perlu Jadi Duta Gizi Bagi Keluarga</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/10/337/3175796/dpr-ungkap-solusi-atasi-stunting-emak-emak-perlu-jadi-duta-gizi-bagi-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/10/337/3175796/dpr-ungkap-solusi-atasi-stunting-emak-emak-perlu-jadi-duta-gizi-bagi-keluarga</guid><pubDate>Jum'at 10 Oktober 2025 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/10/337/3175796/anggota_komisi_iv_dpr_ri_rajiv-Je13_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/10/337/3175796/anggota_komisi_iv_dpr_ri_rajiv-Je13_large.jpeg</image><title>Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengungkap solusi jitu untuk mengatasi stunting, yaitu gangguan pertumbuhan pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Salah satu langkah yang dinilainya efektif adalah dengan mendorong para ibu (emak-emak) menjadi duta gizi bagi keluarganya.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Rajiv saat melakukan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya mengajak para ibu di Desa Lembang untuk menjadi duta gizi di keluarganya masing-masing. Ibu adalah manajer gizi utama dalam rumah tangga. Di tangan ibu-ibulah masa depan kecerdasan anak-anak kita dipertaruhkan,&amp;rdquo; kata Rajiv, Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rajiv mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang bersedia berkolaborasi dengan DPR RI dalam menyosialisasikan program pemerintah untuk masyarakat, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau bupatinya aktif, pemda aktif, yang untung itu masyarakat karena bisa mendapatkan banyak program dari anggota DPR RI melalui kolaborasi,&amp;rdquo; ujar Rajiv.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Rajiv, pengetahuan tidak akan berarti apabila tidak diubah menjadi aksi nyata. Tantangan saat ini, lanjut dia, adalah bagaimana menumbuhkan minat anak-anak Indonesia&amp;mdash;khususnya di Lembang&amp;mdash;untuk gemar makan ikan.&#13;
&#13;
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem tersebut mengajak para ibu, khususnya di Desa Lembang, untuk menularkan semangat Gemarikan kepada keluarga di rumah, tetangga, dan lingkungan sekitar. Menurutnya, para ibu harus menjadi duta gizi bagi keluarga, terutama bagi anak-anaknya.&#13;
&#13;
Sebab, kata Rajiv, dampak stunting dalam jangka pendek maupun panjang sangat berbahaya. Ia menyebut stunting dapat menghambat perkembangan otak anak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika kita membiarkan angka stunting tinggi, berarti kita sedang mempertaruhkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan. Mari kita tularkan semangat Gemarikan ini kepada keluarga di rumah,&amp;rdquo; tegas Rajiv.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun demikian, Rajiv mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir dan putus asa. Menurutnya, Tuhan telah memberikan solusi terbaik, paling terjangkau, dan paling efektif untuk memerangi stunting, yaitu protein dari ikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kenapa ikan begitu istimewa, kenapa bukan makanan lain? Ikan adalah paket gizi sumber lengkap yang diciptakan Tuhan untuk kecerdasan anak-anak kita. Maka dari itu, saya mengajak mari kita gencarkan gerakan makan ikan ini,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengungkap solusi jitu untuk mengatasi stunting, yaitu gangguan pertumbuhan pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Salah satu langkah yang dinilainya efektif adalah dengan mendorong para ibu (emak-emak) menjadi duta gizi bagi keluarganya.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Rajiv saat melakukan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya mengajak para ibu di Desa Lembang untuk menjadi duta gizi di keluarganya masing-masing. Ibu adalah manajer gizi utama dalam rumah tangga. Di tangan ibu-ibulah masa depan kecerdasan anak-anak kita dipertaruhkan,&amp;rdquo; kata Rajiv, Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rajiv mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang bersedia berkolaborasi dengan DPR RI dalam menyosialisasikan program pemerintah untuk masyarakat, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau bupatinya aktif, pemda aktif, yang untung itu masyarakat karena bisa mendapatkan banyak program dari anggota DPR RI melalui kolaborasi,&amp;rdquo; ujar Rajiv.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Rajiv, pengetahuan tidak akan berarti apabila tidak diubah menjadi aksi nyata. Tantangan saat ini, lanjut dia, adalah bagaimana menumbuhkan minat anak-anak Indonesia&amp;mdash;khususnya di Lembang&amp;mdash;untuk gemar makan ikan.&#13;
&#13;
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem tersebut mengajak para ibu, khususnya di Desa Lembang, untuk menularkan semangat Gemarikan kepada keluarga di rumah, tetangga, dan lingkungan sekitar. Menurutnya, para ibu harus menjadi duta gizi bagi keluarga, terutama bagi anak-anaknya.&#13;
&#13;
Sebab, kata Rajiv, dampak stunting dalam jangka pendek maupun panjang sangat berbahaya. Ia menyebut stunting dapat menghambat perkembangan otak anak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika kita membiarkan angka stunting tinggi, berarti kita sedang mempertaruhkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan. Mari kita tularkan semangat Gemarikan ini kepada keluarga di rumah,&amp;rdquo; tegas Rajiv.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun demikian, Rajiv mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir dan putus asa. Menurutnya, Tuhan telah memberikan solusi terbaik, paling terjangkau, dan paling efektif untuk memerangi stunting, yaitu protein dari ikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kenapa ikan begitu istimewa, kenapa bukan makanan lain? Ikan adalah paket gizi sumber lengkap yang diciptakan Tuhan untuk kecerdasan anak-anak kita. Maka dari itu, saya mengajak mari kita gencarkan gerakan makan ikan ini,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
