<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa M7,6 Pemicu Tsunami Minor di Talaud Akibat Aktivitas Zona Megathrust</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa bermagnitudo 7,6 yang memicu tsunami minor di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/10/337/3175809/gempa-m7-6-pemicu-tsunami-minor-di-talaud-akibat-aktivitas-zona-megathrust</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/10/337/3175809/gempa-m7-6-pemicu-tsunami-minor-di-talaud-akibat-aktivitas-zona-megathrust"/><item><title>Gempa M7,6 Pemicu Tsunami Minor di Talaud Akibat Aktivitas Zona Megathrust</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/10/337/3175809/gempa-m7-6-pemicu-tsunami-minor-di-talaud-akibat-aktivitas-zona-megathrust</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/10/337/3175809/gempa-m7-6-pemicu-tsunami-minor-di-talaud-akibat-aktivitas-zona-megathrust</guid><pubDate>Jum'at 10 Oktober 2025 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/10/337/3175809/gempa_di_talaud-Qrlf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa di Talaud (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/10/337/3175809/gempa_di_talaud-Qrlf_large.jpg</image><title>Gempa di Talaud (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa bermagnitudo 7,6 yang memicu tsunami minor di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust.&#13;
&#13;
Gempa tersebut berpusat di timur Filipina dan getarannya terasa kuat hingga perairan Talaud pada Jumat (10/10/2025) pukul 08.43.58 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng megathrust, di mana Lempeng Laut Filipina menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepat di Palung Filipina (Philippine Trench),&amp;rdquo; ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Daryono menjelaskan, bahwa wilayah timur Filipina memang tergolong rawan gempa bumi dan tsunami.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Wilayah timur Filipina tidak hanya rawan gempa, tapi juga rawan tsunami,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga menjelaskan, secara tektonik kawasan Filipina memiliki sistem lempeng yang sangat kompleks, hasil interaksi antara Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Laut Filipina.&#13;
&#13;
Sementara itu, berdasarkan data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), dalam 50 tahun terakhir tercatat beberapa kejadian gempa besar di sekitar wilayah episenter dengan potensi tsunami, di antaranya:&#13;
&#13;
- 10 Januari 1970, M7,6 &amp;ndash; ketinggian air maksimum 0,06 meter&#13;
&#13;
- 2 Desember 1972, M7,4 &amp;ndash; ketinggian air maksimum 0,5 meter&#13;
&#13;
- 17 Mei 1992, M7,3 &amp;ndash; ketinggian air maksimum 6 meter&#13;
&#13;
- 11 Agustus 2021, M7,1 &amp;ndash; ketinggian air maksimum 0,05 meter&#13;
&#13;
- 2 Desember 2023, M7,6 &amp;ndash; ketinggian air maksimum 0,32 meter&#13;
&#13;
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Talaud dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta terus memantau informasi resmi dari BMKG.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa bermagnitudo 7,6 yang memicu tsunami minor di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust.&#13;
&#13;
Gempa tersebut berpusat di timur Filipina dan getarannya terasa kuat hingga perairan Talaud pada Jumat (10/10/2025) pukul 08.43.58 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng megathrust, di mana Lempeng Laut Filipina menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepat di Palung Filipina (Philippine Trench),&amp;rdquo; ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Daryono menjelaskan, bahwa wilayah timur Filipina memang tergolong rawan gempa bumi dan tsunami.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Wilayah timur Filipina tidak hanya rawan gempa, tapi juga rawan tsunami,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga menjelaskan, secara tektonik kawasan Filipina memiliki sistem lempeng yang sangat kompleks, hasil interaksi antara Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Laut Filipina.&#13;
&#13;
Sementara itu, berdasarkan data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), dalam 50 tahun terakhir tercatat beberapa kejadian gempa besar di sekitar wilayah episenter dengan potensi tsunami, di antaranya:&#13;
&#13;
- 10 Januari 1970, M7,6 &amp;ndash; ketinggian air maksimum 0,06 meter&#13;
&#13;
- 2 Desember 1972, M7,4 &amp;ndash; ketinggian air maksimum 0,5 meter&#13;
&#13;
- 17 Mei 1992, M7,3 &amp;ndash; ketinggian air maksimum 6 meter&#13;
&#13;
- 11 Agustus 2021, M7,1 &amp;ndash; ketinggian air maksimum 0,05 meter&#13;
&#13;
- 2 Desember 2023, M7,6 &amp;ndash; ketinggian air maksimum 0,32 meter&#13;
&#13;
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Talaud dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta terus memantau informasi resmi dari BMKG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
