<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggota DPRD Jatim Hasanuddin Tersangka Korupsi Dana Hibah Ajukan Praperadilan</title><description>Anggota DPRD Jawa Timur Hasanuddin mengajukan gugatan praperadilan terkait penetapan sebagai tersangka dugaan korupsi pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat (Pokmas) dari APBD Pemprov Jawa Timur 2019??&quot;2022.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/11/337/3175969/anggota-dprd-jatim-hasanuddin-tersangka-korupsi-dana-hibah-ajukan-praperadilan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/11/337/3175969/anggota-dprd-jatim-hasanuddin-tersangka-korupsi-dana-hibah-ajukan-praperadilan"/><item><title>Anggota DPRD Jatim Hasanuddin Tersangka Korupsi Dana Hibah Ajukan Praperadilan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/11/337/3175969/anggota-dprd-jatim-hasanuddin-tersangka-korupsi-dana-hibah-ajukan-praperadilan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/11/337/3175969/anggota-dprd-jatim-hasanuddin-tersangka-korupsi-dana-hibah-ajukan-praperadilan</guid><pubDate>Sabtu 11 Oktober 2025 02:02 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/11/337/3175969/hukum-EaQK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/11/337/3175969/hukum-EaQK_large.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Anggota DPRD Jawa Timur Hasanuddin mengajukan gugatan praperadilan terkait penetapan sebagai tersangka dugaan korupsi pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat (Pokmas) dari APBD Pemprov Jawa Timur 2019&amp;ndash;2022.&#13;
&#13;
Mengutip laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, gugatan tersebut teregister dengan Nomor Perkara: 126/Pid.Pra/2025/PN JKT.SEL.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemohon: Hasanuddin. Termohon: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia,&amp;rdquo; demikian tertulis dalam berkas permohonan, Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Permohonan itu didaftarkan pada 1 Oktober 2025, meski petitum belum ditampilkan di laman SIPP saat ini. Klasifikasi perkaranya adalah &amp;ldquo;Sah atau tidaknya penetapan tersangka&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyatakan pihaknya akan mengikuti proses hukum sebagaimana mestinya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesuai tahapan saja, seperti biasa saat ada permohonan praperadilan,&amp;rdquo; ujar Setyo singkat.&#13;
&#13;
KPK sebelumnya menetapkan 21 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengurusan dana hibah Pokmas dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021&amp;ndash;2022.&#13;
&#13;
Dari jumlah tersebut, empat orang telah ditahan sejak Kamis 2 Oktober 2025. &amp;nbsp;Para tersangka dibagi ke dalam dua klaster, yakni pihak penerima dan pihak pemberi suap atau gratifikasi.&#13;
&#13;
Tersangka dari pihak penerima yakni Kusnadi (KUS) &amp;ndash; Mantan Ketua DPRD Jatim; Anwar Sadad (AS) &amp;ndash; Wakil Ketua DPRD Jatim; Achmad Iskandar (AI) &amp;ndash; Wakil Ketua DPRD Jatim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sedangkan tersangka dari pihak pemberi yakni, Mahud (MHD) &amp;ndash; Anggota DPRD Jatim (2019&amp;ndash;2024); Fauzan Adima (FA) &amp;ndash; Wakil Ketua DPRD Sampang; Jon Junaidi (JJ) &amp;ndash; Wakil Ketua DPRD Probolinggo; Ahmad Heriyadi (AH) &amp;ndash; Pihak swasta; Ahmad Affandy (AA) &amp;ndash; Pihak swasta; Abdul Motollib (AM) &amp;ndash; Pihak swasta, Sampang.&#13;
&#13;
Kemudian, Moch. Mahrus (MM) &amp;ndash; Pihak swasta Probolinggo, kini anggota DPRD Jatim 2024&amp;ndash;2029; A. Royan (AR) &amp;ndash; Pihak swasta, Tulungagung; Wawan Kristiawan (WK) &amp;ndash; Pihak swasta, Tulungagung; Sukar (SUK) &amp;ndash; Mantan Kades Tulungagung; Ra. Wahid Ruslan (RWR) &amp;ndash; Pihak swasta, Bangkalan; Mashudi (MS) &amp;ndash; Pihak swasta, Bangkalan; M. Fathullah (MF) &amp;ndash; Pihak swasta, Pasuruan.&#13;
&#13;
Selanjutnya Achmad Yahya (AY) &amp;ndash; Pihak swasta, Pasuruan; Ahmad Jailani (AJ) &amp;ndash; Pihak swasta, Sumenep; Hasanuddin (HAS) &amp;ndash; Pihak swasta Gresik, kini anggota DPRD Jatim 2024&amp;ndash;2029; Jodi Pradana Putra (JPP) &amp;ndash; Pihak swasta, Blitar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Anggota DPRD Jawa Timur Hasanuddin mengajukan gugatan praperadilan terkait penetapan sebagai tersangka dugaan korupsi pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat (Pokmas) dari APBD Pemprov Jawa Timur 2019&amp;ndash;2022.&#13;
&#13;
Mengutip laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, gugatan tersebut teregister dengan Nomor Perkara: 126/Pid.Pra/2025/PN JKT.SEL.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemohon: Hasanuddin. Termohon: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia,&amp;rdquo; demikian tertulis dalam berkas permohonan, Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Permohonan itu didaftarkan pada 1 Oktober 2025, meski petitum belum ditampilkan di laman SIPP saat ini. Klasifikasi perkaranya adalah &amp;ldquo;Sah atau tidaknya penetapan tersangka&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Sementara itu, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyatakan pihaknya akan mengikuti proses hukum sebagaimana mestinya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sesuai tahapan saja, seperti biasa saat ada permohonan praperadilan,&amp;rdquo; ujar Setyo singkat.&#13;
&#13;
KPK sebelumnya menetapkan 21 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengurusan dana hibah Pokmas dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021&amp;ndash;2022.&#13;
&#13;
Dari jumlah tersebut, empat orang telah ditahan sejak Kamis 2 Oktober 2025. &amp;nbsp;Para tersangka dibagi ke dalam dua klaster, yakni pihak penerima dan pihak pemberi suap atau gratifikasi.&#13;
&#13;
Tersangka dari pihak penerima yakni Kusnadi (KUS) &amp;ndash; Mantan Ketua DPRD Jatim; Anwar Sadad (AS) &amp;ndash; Wakil Ketua DPRD Jatim; Achmad Iskandar (AI) &amp;ndash; Wakil Ketua DPRD Jatim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sedangkan tersangka dari pihak pemberi yakni, Mahud (MHD) &amp;ndash; Anggota DPRD Jatim (2019&amp;ndash;2024); Fauzan Adima (FA) &amp;ndash; Wakil Ketua DPRD Sampang; Jon Junaidi (JJ) &amp;ndash; Wakil Ketua DPRD Probolinggo; Ahmad Heriyadi (AH) &amp;ndash; Pihak swasta; Ahmad Affandy (AA) &amp;ndash; Pihak swasta; Abdul Motollib (AM) &amp;ndash; Pihak swasta, Sampang.&#13;
&#13;
Kemudian, Moch. Mahrus (MM) &amp;ndash; Pihak swasta Probolinggo, kini anggota DPRD Jatim 2024&amp;ndash;2029; A. Royan (AR) &amp;ndash; Pihak swasta, Tulungagung; Wawan Kristiawan (WK) &amp;ndash; Pihak swasta, Tulungagung; Sukar (SUK) &amp;ndash; Mantan Kades Tulungagung; Ra. Wahid Ruslan (RWR) &amp;ndash; Pihak swasta, Bangkalan; Mashudi (MS) &amp;ndash; Pihak swasta, Bangkalan; M. Fathullah (MF) &amp;ndash; Pihak swasta, Pasuruan.&#13;
&#13;
Selanjutnya Achmad Yahya (AY) &amp;ndash; Pihak swasta, Pasuruan; Ahmad Jailani (AJ) &amp;ndash; Pihak swasta, Sumenep; Hasanuddin (HAS) &amp;ndash; Pihak swasta Gresik, kini anggota DPRD Jatim 2024&amp;ndash;2029; Jodi Pradana Putra (JPP) &amp;ndash; Pihak swasta, Blitar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
