<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soroti Israel-Palestina, DPR Wanti-Wanti Perdamaian Semu</title><description>Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengapresiasi tercapainya kesepakatan damai antara Palestina dan Israel. Namun, ia mengingatkan agar semua pihak waspada terhadap potensi perdamaian semu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/11/337/3175972/soroti-israel-palestina-dpr-wanti-wanti-perdamaian-semu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/11/337/3175972/soroti-israel-palestina-dpr-wanti-wanti-perdamaian-semu"/><item><title>Soroti Israel-Palestina, DPR Wanti-Wanti Perdamaian Semu</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/11/337/3175972/soroti-israel-palestina-dpr-wanti-wanti-perdamaian-semu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/11/337/3175972/soroti-israel-palestina-dpr-wanti-wanti-perdamaian-semu</guid><pubDate>Sabtu 11 Oktober 2025 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/11/337/3175972/dpr_ri-tmgO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPR (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/11/337/3175972/dpr_ri-tmgO_large.jpg</image><title>DPR (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengapresiasi tercapainya kesepakatan damai antara Palestina dan Israel. Namun, ia mengingatkan agar semua pihak waspada terhadap potensi perdamaian semu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah upaya negosiasi terus-menerus untuk membicarakan gencatan senjata dan perdamaian, kita bersyukur akhirnya tercapai kesepakatan antara Palestina dan Israel dengan mediator,&amp;quot; kata Sukamta, Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
Sukamta menilai, kesepakatan yang dicapai merupakan perkembangan penting dalam proses negosiasi antara Palestina dan Israel. Menurutnya, meskipun baru langkah awal, kesepakatan ini membuka jalan menuju perdamaian yang lebih luas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini capaian yang signifikan dalam negosiasi tidak langsung antara Palestina dengan Israel. Langkah awal menuju perdamaian sudah terlihat, meski perjalanan masih sangat panjang,&amp;rdquo; sebutnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena perdamaian ini baru akan memasuki tahap I yaitu pembebasan sandera, penarikan IDF ke garis-garis yang disepakati dan pembukaan blokade bantuan kemanusiaan,&amp;quot; tambah Sukamta.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kendati ia mengingatkan agar semua tidak terlena dengan euforia awal. Hal ini, kata Sukamta, dikarenakan Israel dikenal sering mengkhianati kesepakatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan sampai ini menjadi &amp;#39;perdamaian semu&amp;#39;. Karena track record Israel selama ini tidak menginginkan perdamaian. Hampir selalu Israel mengkhianati kesepakatan gencatan senjata,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap upaya negosiasi juga hampir selalu digagalkan oleh Israel. Terakhir, Israel menyerang Doha, Qatar, menarget negosiator Hamas yang sedang bernegosiasi untuk gencatan senjata dan mewujudkan perdamaian,&amp;quot; tambah Sukamta.&#13;
&#13;
Sukamta menilai sikap Hamas sudah cukup terbuka dan moderat, bahkan Hamas dinilai bersedia tidak dilibatkan dalam pemerintahan, asalkan Palestina dapat merdeka sepenuhnya.&#13;
&#13;
Sukamta juga mengkritisi proposal perdamaian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dianggap tidak mencantumkan secara tegas pengakuan atas kemerdekaan Palestina.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak fair jika Israel sudah merdeka, tapi Palestina tidak diakui kemerdekaannya secara penuh,&amp;rdquo; ungkap Doktor Teknik Kimia lulusan Manchester, Inggris itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Israel punya IDF, sedangkan Hamas diminta menyerahkan senjatanya tanpa kejelasan kemerdekaan Palestina, yang tentu sebagai negara merdeka Palestina akan memiliki tentara nasional, ini jelas tidak adil,&amp;quot; tambah Sukamta.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Sukamta meminta agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terlibat secara aktif dan menyeluruh dalam proses transisi ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;PBB sebagai lembaga internasional harus dilibatkan secara maksimal, bukan hanya sebagai stempel,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semoga kesepakatan yang ada ini bisa berhasil melalui setiap tahapannya menuju perdamaian yang sejati dan kemerdekaan penuh Palestina. Kita semua harus terus mengawal ketat kesepakatan ini agar on the track,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengapresiasi tercapainya kesepakatan damai antara Palestina dan Israel. Namun, ia mengingatkan agar semua pihak waspada terhadap potensi perdamaian semu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah upaya negosiasi terus-menerus untuk membicarakan gencatan senjata dan perdamaian, kita bersyukur akhirnya tercapai kesepakatan antara Palestina dan Israel dengan mediator,&amp;quot; kata Sukamta, Jumat (10/10/2025).&#13;
&#13;
Sukamta menilai, kesepakatan yang dicapai merupakan perkembangan penting dalam proses negosiasi antara Palestina dan Israel. Menurutnya, meskipun baru langkah awal, kesepakatan ini membuka jalan menuju perdamaian yang lebih luas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini capaian yang signifikan dalam negosiasi tidak langsung antara Palestina dengan Israel. Langkah awal menuju perdamaian sudah terlihat, meski perjalanan masih sangat panjang,&amp;rdquo; sebutnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena perdamaian ini baru akan memasuki tahap I yaitu pembebasan sandera, penarikan IDF ke garis-garis yang disepakati dan pembukaan blokade bantuan kemanusiaan,&amp;quot; tambah Sukamta.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kendati ia mengingatkan agar semua tidak terlena dengan euforia awal. Hal ini, kata Sukamta, dikarenakan Israel dikenal sering mengkhianati kesepakatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan sampai ini menjadi &amp;#39;perdamaian semu&amp;#39;. Karena track record Israel selama ini tidak menginginkan perdamaian. Hampir selalu Israel mengkhianati kesepakatan gencatan senjata,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap upaya negosiasi juga hampir selalu digagalkan oleh Israel. Terakhir, Israel menyerang Doha, Qatar, menarget negosiator Hamas yang sedang bernegosiasi untuk gencatan senjata dan mewujudkan perdamaian,&amp;quot; tambah Sukamta.&#13;
&#13;
Sukamta menilai sikap Hamas sudah cukup terbuka dan moderat, bahkan Hamas dinilai bersedia tidak dilibatkan dalam pemerintahan, asalkan Palestina dapat merdeka sepenuhnya.&#13;
&#13;
Sukamta juga mengkritisi proposal perdamaian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dianggap tidak mencantumkan secara tegas pengakuan atas kemerdekaan Palestina.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak fair jika Israel sudah merdeka, tapi Palestina tidak diakui kemerdekaannya secara penuh,&amp;rdquo; ungkap Doktor Teknik Kimia lulusan Manchester, Inggris itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Israel punya IDF, sedangkan Hamas diminta menyerahkan senjatanya tanpa kejelasan kemerdekaan Palestina, yang tentu sebagai negara merdeka Palestina akan memiliki tentara nasional, ini jelas tidak adil,&amp;quot; tambah Sukamta.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Sukamta meminta agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terlibat secara aktif dan menyeluruh dalam proses transisi ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;PBB sebagai lembaga internasional harus dilibatkan secara maksimal, bukan hanya sebagai stempel,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semoga kesepakatan yang ada ini bisa berhasil melalui setiap tahapannya menuju perdamaian yang sejati dan kemerdekaan penuh Palestina. Kita semua harus terus mengawal ketat kesepakatan ini agar on the track,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
