<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Warga Ikuti Pawai Ta&amp;rsquo;aruf STQH Nasional, Kemenag: Simbol Persatuan dan Kerukunan Umat</title><description>Pawai Ta?? aruf ini kata dia bukan hanya pembuka STQH Nasional, tetapi juga simbol nyata persatuan dan kerukunan umat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/11/340/3176042/ribuan-warga-ikuti-pawai-ta-rsquo-aruf-stqh-nasional-kemenag-simbol-persatuan-dan-kerukunan-umat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/11/340/3176042/ribuan-warga-ikuti-pawai-ta-rsquo-aruf-stqh-nasional-kemenag-simbol-persatuan-dan-kerukunan-umat"/><item><title>Ribuan Warga Ikuti Pawai Ta&amp;rsquo;aruf STQH Nasional, Kemenag: Simbol Persatuan dan Kerukunan Umat</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/11/340/3176042/ribuan-warga-ikuti-pawai-ta-rsquo-aruf-stqh-nasional-kemenag-simbol-persatuan-dan-kerukunan-umat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/11/340/3176042/ribuan-warga-ikuti-pawai-ta-rsquo-aruf-stqh-nasional-kemenag-simbol-persatuan-dan-kerukunan-umat</guid><pubDate>Sabtu 11 Oktober 2025 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/11/340/3176042/pemerintah-saRP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan Warga Ikuti Pawai Ta&amp;rsquo;aruf STQH Nasional</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/11/340/3176042/pemerintah-saRP_large.jpg</image><title>Ribuan Warga Ikuti Pawai Ta&amp;rsquo;aruf STQH Nasional</title></images><description>KENDARI &amp;mdash; Ribuan warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara memadati jalanan utama untuk mengikuti dan menyaksikan Pawai Ta&amp;rsquo;aruf Seleksi Tilawatil Qur&amp;rsquo;an dan Hadis (STQH) Nasional ke-28, pada Sabtu (11/10/2025). Pawai dimulai dari Lapangan Benu-Benua dan berakhir di depan Kantor Wali Kota Kendari.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat Kendari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kehadiran ribuan warga menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan seperti STQH dapat menjadi ruang kebersamaan yang inklusif dan mempererat persatuan bangsa,&amp;rdquo;ujar Abu Rokhmad.&#13;
&#13;
Pawai Ta&amp;rsquo;aruf ini kata dia bukan hanya pembuka STQH Nasional, tetapi juga simbol nyata persatuan dan kerukunan umat. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Agama harus menjadi kekuatan yang mempersatukan bangsa dan negara,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Abu menambahkan, keberagaman budaya yang ditampilkan para peserta menjadi wujud nyata penerapan nilai-nilai Al-Qur&amp;rsquo;an dalam kehidupan sosial.&amp;rdquo;Terutama dalam hal toleransi dan kebersamaan,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
&#13;
Pawai menampilkan beragam budaya dari seluruh provinsi di Indonesia. Setiap kafilah mengenakan pakaian adat dan membawa ornamen khas daerah, disertai tarian serta musik tradisional yang memeriahkan suasana.&#13;
&#13;
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Banyak warga datang bersama keluarga untuk menikmati parade yang penuh warna dan nuansa persaudaraan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu warga, Bayu, mengaku terkesan dengan pelaksanaan Pawai Ta&amp;rsquo;aruf Seleksi Tilawatil Qur&amp;rsquo;an dan Hadis (STQH).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pawai ini sangat menarik. Saya bisa melihat langsung berbagai budaya dari seluruh Indonesia tanpa harus bepergian jauh,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>KENDARI &amp;mdash; Ribuan warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara memadati jalanan utama untuk mengikuti dan menyaksikan Pawai Ta&amp;rsquo;aruf Seleksi Tilawatil Qur&amp;rsquo;an dan Hadis (STQH) Nasional ke-28, pada Sabtu (11/10/2025). Pawai dimulai dari Lapangan Benu-Benua dan berakhir di depan Kantor Wali Kota Kendari.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat Kendari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kehadiran ribuan warga menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan seperti STQH dapat menjadi ruang kebersamaan yang inklusif dan mempererat persatuan bangsa,&amp;rdquo;ujar Abu Rokhmad.&#13;
&#13;
Pawai Ta&amp;rsquo;aruf ini kata dia bukan hanya pembuka STQH Nasional, tetapi juga simbol nyata persatuan dan kerukunan umat. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Agama harus menjadi kekuatan yang mempersatukan bangsa dan negara,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Abu menambahkan, keberagaman budaya yang ditampilkan para peserta menjadi wujud nyata penerapan nilai-nilai Al-Qur&amp;rsquo;an dalam kehidupan sosial.&amp;rdquo;Terutama dalam hal toleransi dan kebersamaan,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
&#13;
Pawai menampilkan beragam budaya dari seluruh provinsi di Indonesia. Setiap kafilah mengenakan pakaian adat dan membawa ornamen khas daerah, disertai tarian serta musik tradisional yang memeriahkan suasana.&#13;
&#13;
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Banyak warga datang bersama keluarga untuk menikmati parade yang penuh warna dan nuansa persaudaraan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu warga, Bayu, mengaku terkesan dengan pelaksanaan Pawai Ta&amp;rsquo;aruf Seleksi Tilawatil Qur&amp;rsquo;an dan Hadis (STQH).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pawai ini sangat menarik. Saya bisa melihat langsung berbagai budaya dari seluruh Indonesia tanpa harus bepergian jauh,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
