<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iran Tolak Gabung Abraham Accords karena Tidak Percaya Rezim Zionis Israel</title><description>Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menolak mentah-mentah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/12/18/3176196/iran-tolak-gabung-abraham-accords-karena-tidak-percaya-rezim-zionis-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/12/18/3176196/iran-tolak-gabung-abraham-accords-karena-tidak-percaya-rezim-zionis-israel"/><item><title>Iran Tolak Gabung Abraham Accords karena Tidak Percaya Rezim Zionis Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/12/18/3176196/iran-tolak-gabung-abraham-accords-karena-tidak-percaya-rezim-zionis-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/12/18/3176196/iran-tolak-gabung-abraham-accords-karena-tidak-percaya-rezim-zionis-israel</guid><pubDate>Minggu 12 Oktober 2025 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/12/18/3176196/abbas-BRfK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi/Foto: iranintl</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/12/18/3176196/abbas-BRfK_large.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi/Foto: iranintl</title></images><description>TEHERAN - Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menolak mentah-mentah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Iran mungkin akan bergabung dengan Abraham Accords. Iran menegaskan normalisasi hubungan dengan Israel bertentangan dengan prinsip inti Teheran.&#13;
&#13;
Akhir September lalu, Trump sempat melontarkan pernyataan: &amp;quot;Siapa tahu, mungkin Iran bisa masuk ke sana,&amp;quot; merujuk pada Abraham Accords.&#13;
&#13;
&amp;quot;Trump mengatakan apa yang ingin ia capai dalam bentuk yang berbeda-beda,&amp;quot; kata Araghchi dalam wawancara di televisi seperti dilansir iranintl, Minggu (12/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dasar dari rencana Abraham itu berbahaya. Itu tidak selaras dengan cita-cita kami dan tidak akan pernah terjadi,&amp;quot; ungkap Araghchi.&#13;
&#13;
Araghchi memperingatkan, normalisasi dengan Israel sebagai pengkhianatan terhadap hak-hak Palestina. Posisi Iran mengenai masalah ini tidak akan berubah.&#13;
&#13;
Menanggapi pernyataan Trump yang mengklaim dukungan Iran terhadap rencana damai Gaza, Araghchi berujar, &amp;quot;Interpretasi Trump terhadap pernyataan Kementerian Luar Negeri adalah urusannya sendiri. Kami tidak takut mengatakannya, kami mendukung bagian-bagian dari rencana ini, hanya itu,&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami selalu mendukung rencana atau inisiatif apa pun yang mengarah pada penghentian kejahatan dan genosida terhadap rakyat Gaza,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah Iran telah memperjelas pandangannya tentang proposal gencatan senjata, tetapi tidak memercayai niat Israel. &amp;quot;Tidak ada kepercayaan pada rezim Zionis,&amp;quot; kata Araghchi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Kami selalu mendukung perlawanan dan rakyat Gaza dan Palestina. Keputusan apa pun yang menjamin hak-hak rakyat Palestina dan memfasilitasi bantuan ke Gaza tidak ada alasan bagi kami untuk menentangnya,&amp;quot; papar Araghchi.&#13;
&#13;
Menurut Araghchi, keputusan gencatan senjata pada akhirnya adalah milik faksi-faksi Palestina sendiri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perlawanan telah memutuskan, dan keputusan ini milik rakyat Palestina. Tidak ada seorang pun yang dapat memutuskan atas nama mereka,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>TEHERAN - Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menolak mentah-mentah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Iran mungkin akan bergabung dengan Abraham Accords. Iran menegaskan normalisasi hubungan dengan Israel bertentangan dengan prinsip inti Teheran.&#13;
&#13;
Akhir September lalu, Trump sempat melontarkan pernyataan: &amp;quot;Siapa tahu, mungkin Iran bisa masuk ke sana,&amp;quot; merujuk pada Abraham Accords.&#13;
&#13;
&amp;quot;Trump mengatakan apa yang ingin ia capai dalam bentuk yang berbeda-beda,&amp;quot; kata Araghchi dalam wawancara di televisi seperti dilansir iranintl, Minggu (12/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dasar dari rencana Abraham itu berbahaya. Itu tidak selaras dengan cita-cita kami dan tidak akan pernah terjadi,&amp;quot; ungkap Araghchi.&#13;
&#13;
Araghchi memperingatkan, normalisasi dengan Israel sebagai pengkhianatan terhadap hak-hak Palestina. Posisi Iran mengenai masalah ini tidak akan berubah.&#13;
&#13;
Menanggapi pernyataan Trump yang mengklaim dukungan Iran terhadap rencana damai Gaza, Araghchi berujar, &amp;quot;Interpretasi Trump terhadap pernyataan Kementerian Luar Negeri adalah urusannya sendiri. Kami tidak takut mengatakannya, kami mendukung bagian-bagian dari rencana ini, hanya itu,&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami selalu mendukung rencana atau inisiatif apa pun yang mengarah pada penghentian kejahatan dan genosida terhadap rakyat Gaza,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah Iran telah memperjelas pandangannya tentang proposal gencatan senjata, tetapi tidak memercayai niat Israel. &amp;quot;Tidak ada kepercayaan pada rezim Zionis,&amp;quot; kata Araghchi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Kami selalu mendukung perlawanan dan rakyat Gaza dan Palestina. Keputusan apa pun yang menjamin hak-hak rakyat Palestina dan memfasilitasi bantuan ke Gaza tidak ada alasan bagi kami untuk menentangnya,&amp;quot; papar Araghchi.&#13;
&#13;
Menurut Araghchi, keputusan gencatan senjata pada akhirnya adalah milik faksi-faksi Palestina sendiri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perlawanan telah memutuskan, dan keputusan ini milik rakyat Palestina. Tidak ada seorang pun yang dapat memutuskan atas nama mereka,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
