<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Terapis Tewas di Pasar Minggu, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi Anak</title><description>Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas menyebut pihaknya tengah mendalami dugaan eksploitasi anak dalam kasus tewasnya seorang terapis di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/12/338/3176258/kasus-terapis-tewas-di-pasar-minggu-polisi-dalami-dugaan-eksploitasi-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/12/338/3176258/kasus-terapis-tewas-di-pasar-minggu-polisi-dalami-dugaan-eksploitasi-anak"/><item><title>Kasus Terapis Tewas di Pasar Minggu, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi Anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/12/338/3176258/kasus-terapis-tewas-di-pasar-minggu-polisi-dalami-dugaan-eksploitasi-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/12/338/3176258/kasus-terapis-tewas-di-pasar-minggu-polisi-dalami-dugaan-eksploitasi-anak</guid><pubDate>Minggu 12 Oktober 2025 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/12/338/3176258/terapis_tewas-SnVk_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terapis tewas di Jaksel (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/12/338/3176258/terapis_tewas-SnVk_large.jpg</image><title>Terapis tewas di Jaksel (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas menyebut pihaknya tengah mendalami dugaan eksploitasi anak dalam kasus tewasnya seorang terapis di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyelidikan masih terus dilakukan. Kami menggunakan pasal eksploitasi anak, TPPO, yaitu Pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta Undang-Undang Perlindungan Anak. Kami juga akan memastikan, apakah saat korban mendaftar kerja dia menggunakan identitas asli atau tidak,&amp;rdquo; ujar Nicolas kepada wartawan, Minggu (12/10/2025).&#13;
&#13;
Menurutnya, penyidik masih menelusuri seluruh dugaan yang muncul terkait kematian korban, termasuk informasi dari pihak keluarga yang menyebut korban harus membayar denda apabila ingin keluar dari tempat kerjanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu masih informasi sepihak dari pelapor, yakni keluarga korban. Kami terus mendalami apakah informasi tersebut benar atau tidak,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Nicolas menambahkan, pihak kepolisian juga masih menunggu hasil autopsi dari Puslabfor Polri untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami terus melakukan penyelidikan secara mendalam terhadap semua informasi yang kami terima, termasuk dari keluarga korban, khususnya kakak korban yang melapor,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas menyebut pihaknya tengah mendalami dugaan eksploitasi anak dalam kasus tewasnya seorang terapis di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyelidikan masih terus dilakukan. Kami menggunakan pasal eksploitasi anak, TPPO, yaitu Pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta Undang-Undang Perlindungan Anak. Kami juga akan memastikan, apakah saat korban mendaftar kerja dia menggunakan identitas asli atau tidak,&amp;rdquo; ujar Nicolas kepada wartawan, Minggu (12/10/2025).&#13;
&#13;
Menurutnya, penyidik masih menelusuri seluruh dugaan yang muncul terkait kematian korban, termasuk informasi dari pihak keluarga yang menyebut korban harus membayar denda apabila ingin keluar dari tempat kerjanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu masih informasi sepihak dari pelapor, yakni keluarga korban. Kami terus mendalami apakah informasi tersebut benar atau tidak,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Nicolas menambahkan, pihak kepolisian juga masih menunggu hasil autopsi dari Puslabfor Polri untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami terus melakukan penyelidikan secara mendalam terhadap semua informasi yang kami terima, termasuk dari keluarga korban, khususnya kakak korban yang melapor,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
