<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! TNI-Polri Baku Tembak dengan KKB saat Pembakaran Sekolah, Kelompok Teroris Dipukul Mundur</title><description>Aksi tersebut diketahui melalui pemantauan Satgas Operasi Damai Cartenz, dan aparat gabungan TNI-Polri segera melakukan respon cepat untuk mengamankan lokasi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/13/340/3176453/breaking-news-tni-polri-baku-tembak-dengan-kkb-saat-pembakaran-sekolah-kelompok-teroris-dipukul-mundur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/13/340/3176453/breaking-news-tni-polri-baku-tembak-dengan-kkb-saat-pembakaran-sekolah-kelompok-teroris-dipukul-mundur"/><item><title>Breaking News! TNI-Polri Baku Tembak dengan KKB saat Pembakaran Sekolah, Kelompok Teroris Dipukul Mundur</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/13/340/3176453/breaking-news-tni-polri-baku-tembak-dengan-kkb-saat-pembakaran-sekolah-kelompok-teroris-dipukul-mundur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/13/340/3176453/breaking-news-tni-polri-baku-tembak-dengan-kkb-saat-pembakaran-sekolah-kelompok-teroris-dipukul-mundur</guid><pubDate>Senin 13 Oktober 2025 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/13/340/3176453/kkb-WAY8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TNI-Polri Baku Tembak dengan KKB/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/13/340/3176453/kkb-WAY8_large.jpg</image><title>TNI-Polri Baku Tembak dengan KKB/ist</title></images><description>PEGUNUNGAN BINTANG &amp;ndash; Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membakar&amp;nbsp; Gedung SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (13/10/2025). Kelompok teroris ini berasal dari Kodap XV Ngalum Kupel.&#13;
&#13;
Aksi tersebut diketahui melalui pemantauan Satgas Operasi Damai Cartenz, dan aparat gabungan TNI-Polri segera melakukan respon cepat untuk mengamankan lokasi.&#13;
&#13;
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menyayangkan tindakan pembakaran tersebut yang menyasar fasilitas pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyerangan terhadap sekolah merupakan bentuk kejahatan yang tidak berperikemanusiaan. Fasilitas pendidikan adalah tempat anak-anak Papua menimba ilmu dan harapan masa depan mereka. Kami akan terus memantau agar kejadian seperti ini tidak terulang,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemantauan terdapat tujuh orang bersenjata api membakar bangunan lama SMP Negeri Kiwirok.&#13;
&#13;
Merespon kejadian tersebut, personel Satgas Ops Damai Cartenz bergerak menuju lokasi, setelah personel tiba di ujung Bandara Kiwirok, terdengar satu kali letusan tembakan dari arah lokasi pembakaran.&#13;
&#13;
Kontak tembak pun terjadi antara aparat keamanan dan KKB. Tim gabungan berhasil memukul mundur kelompok bersenjata tersebut ke arah Kampung Kotobib.&#13;
&#13;
Setelah memastikan keamanan, tim gabungan TNI-Polri menyambangi pengungsian di Balai Desa Polobakon untuk memberikan imbauan keamanan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga,, menambahkan bahwa aparat keamanan tetap siaga di wilayah Kiwirok dan sekitarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memastikan situasi di lokasi sudah terkendali. TNI-Polri akan terus melakukan langkah-langkah preventif dan penegakan hukum terhadap kelompok yang mengancam keamanan masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Satgas Operasi Damai Cartenz bersama TNI kini terus memantau pergerakan kelompok bersenjata di wilayah perbatasan Kiwirok dan memperketat jalur keluar masuk distrik untuk mencegah aksi lanjutan.&#13;
</description><content:encoded>PEGUNUNGAN BINTANG &amp;ndash; Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membakar&amp;nbsp; Gedung SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (13/10/2025). Kelompok teroris ini berasal dari Kodap XV Ngalum Kupel.&#13;
&#13;
Aksi tersebut diketahui melalui pemantauan Satgas Operasi Damai Cartenz, dan aparat gabungan TNI-Polri segera melakukan respon cepat untuk mengamankan lokasi.&#13;
&#13;
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menyayangkan tindakan pembakaran tersebut yang menyasar fasilitas pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penyerangan terhadap sekolah merupakan bentuk kejahatan yang tidak berperikemanusiaan. Fasilitas pendidikan adalah tempat anak-anak Papua menimba ilmu dan harapan masa depan mereka. Kami akan terus memantau agar kejadian seperti ini tidak terulang,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemantauan terdapat tujuh orang bersenjata api membakar bangunan lama SMP Negeri Kiwirok.&#13;
&#13;
Merespon kejadian tersebut, personel Satgas Ops Damai Cartenz bergerak menuju lokasi, setelah personel tiba di ujung Bandara Kiwirok, terdengar satu kali letusan tembakan dari arah lokasi pembakaran.&#13;
&#13;
Kontak tembak pun terjadi antara aparat keamanan dan KKB. Tim gabungan berhasil memukul mundur kelompok bersenjata tersebut ke arah Kampung Kotobib.&#13;
&#13;
Setelah memastikan keamanan, tim gabungan TNI-Polri menyambangi pengungsian di Balai Desa Polobakon untuk memberikan imbauan keamanan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga,, menambahkan bahwa aparat keamanan tetap siaga di wilayah Kiwirok dan sekitarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memastikan situasi di lokasi sudah terkendali. TNI-Polri akan terus melakukan langkah-langkah preventif dan penegakan hukum terhadap kelompok yang mengancam keamanan masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Satgas Operasi Damai Cartenz bersama TNI kini terus memantau pergerakan kelompok bersenjata di wilayah perbatasan Kiwirok dan memperketat jalur keluar masuk distrik untuk mencegah aksi lanjutan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
