<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Tepuk Sakinah, Kemenag: Cara Kreatif Perkuat Ketahanan Keluarga</title><description>Kegiatan tersebut kata dia membantu peserta mengingat nilai-nilai keluarga sakinah secara lebih mudah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/14/337/3176742/viral-tepuk-sakinah-kemenag-cara-kreatif-perkuat-ketahanan-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/14/337/3176742/viral-tepuk-sakinah-kemenag-cara-kreatif-perkuat-ketahanan-keluarga"/><item><title>Viral Tepuk Sakinah, Kemenag: Cara Kreatif Perkuat Ketahanan Keluarga</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/14/337/3176742/viral-tepuk-sakinah-kemenag-cara-kreatif-perkuat-ketahanan-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/14/337/3176742/viral-tepuk-sakinah-kemenag-cara-kreatif-perkuat-ketahanan-keluarga</guid><pubDate>Selasa 14 Oktober 2025 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/14/337/3176742/viral-gTLs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral Tepuk Sakinah, Kemenag: Cara Kreatif Perkuat Ketahanan Keluarga</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/14/337/3176742/viral-gTLs_large.jpg</image><title>Viral Tepuk Sakinah, Kemenag: Cara Kreatif Perkuat Ketahanan Keluarga</title></images><description>KENDARI &amp;ndash; Kementerian Agama (Kemenag) menyebut, bahwa praktik Tepuk Sakinah adalah salah satu strategi yang dihadirkan Kemenag untuk memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia. Diketahui, tepuk sakinah saat ini viral di media sosial.&#13;
&#13;
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, menjelaskan, bahwa Tepuk Sakinah merupakan metode edukatif untuk memperkenalkan lima pilar keluarga sakinah dengan cara yang menyenangkan.&#13;
&#13;
Kegiatan tersebut kata dia membantu peserta mengingat nilai-nilai keluarga sakinah secara lebih mudah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui Tepuk Sakinah, pilar keluarga sakinah lebih mudah diingat dan suasana pembekalan menjadi lebih hidup,&amp;rdquo; ujar Zayadi Selasa (14/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Zayadi menyebut, gerakan tepuk tangan yang menyertai kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Menurutnya, pesan utama dari Tepuk Sakinah adalah agar pasangan mampu mencairkan suasana ketika terjadi ketegangan dalam rumah tangga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika terjadi perbedaan atau pertengkaran, pasangan diharapkan dapat mengingat kembali esensi keluarga sakinah. Dengan begitu, hubungan dapat kembali harmonis,&amp;rdquo; pesannya.&#13;
&#13;
Zayadi mengungkapkan, bahwa fondasi keluarga sakinah mencakup keadilan, keseimbangan, dan kesalingan. Prinsip tersebut menjadi dasar dalam membangun rumah tangga yang sehat dan penuh kasih sayang.&#13;
&#13;
Karakteristik keluarga sakinah, katanya, antara lain dibangun atas perkawinan yang sah dan tercatat, dilandasi prinsip nondiskriminasi dan nonkekerasan, serta dirawat dengan semangat kasih sayang dan moderasi beragama.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan kegiatan seperti Tepuk Sakinah, kami berharap nilai-nilai keluarga sakinah dapat tersosialisasi lebih luas kepada masyarakat. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi Kementerian Agama untuk memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
&#13;
Masyarakat yang menghadiri Stan pameran Ditjen Bimas Islam pada ajang Seleksi Tilawatil Qur&amp;rsquo;an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mempraktikkan Tepuk Sakinah dengan penuh semangat.&#13;
&#13;
Dengan format yel-yel dan gerakan tepuk tangan, para peserta diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini dinilai efektif untuk memperkuat kesadaran pentingnya keharmonisan keluarga.&#13;
</description><content:encoded>KENDARI &amp;ndash; Kementerian Agama (Kemenag) menyebut, bahwa praktik Tepuk Sakinah adalah salah satu strategi yang dihadirkan Kemenag untuk memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia. Diketahui, tepuk sakinah saat ini viral di media sosial.&#13;
&#13;
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, menjelaskan, bahwa Tepuk Sakinah merupakan metode edukatif untuk memperkenalkan lima pilar keluarga sakinah dengan cara yang menyenangkan.&#13;
&#13;
Kegiatan tersebut kata dia membantu peserta mengingat nilai-nilai keluarga sakinah secara lebih mudah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui Tepuk Sakinah, pilar keluarga sakinah lebih mudah diingat dan suasana pembekalan menjadi lebih hidup,&amp;rdquo; ujar Zayadi Selasa (14/10/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Zayadi menyebut, gerakan tepuk tangan yang menyertai kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Menurutnya, pesan utama dari Tepuk Sakinah adalah agar pasangan mampu mencairkan suasana ketika terjadi ketegangan dalam rumah tangga.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika terjadi perbedaan atau pertengkaran, pasangan diharapkan dapat mengingat kembali esensi keluarga sakinah. Dengan begitu, hubungan dapat kembali harmonis,&amp;rdquo; pesannya.&#13;
&#13;
Zayadi mengungkapkan, bahwa fondasi keluarga sakinah mencakup keadilan, keseimbangan, dan kesalingan. Prinsip tersebut menjadi dasar dalam membangun rumah tangga yang sehat dan penuh kasih sayang.&#13;
&#13;
Karakteristik keluarga sakinah, katanya, antara lain dibangun atas perkawinan yang sah dan tercatat, dilandasi prinsip nondiskriminasi dan nonkekerasan, serta dirawat dengan semangat kasih sayang dan moderasi beragama.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan kegiatan seperti Tepuk Sakinah, kami berharap nilai-nilai keluarga sakinah dapat tersosialisasi lebih luas kepada masyarakat. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi Kementerian Agama untuk memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
&#13;
Masyarakat yang menghadiri Stan pameran Ditjen Bimas Islam pada ajang Seleksi Tilawatil Qur&amp;rsquo;an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mempraktikkan Tepuk Sakinah dengan penuh semangat.&#13;
&#13;
Dengan format yel-yel dan gerakan tepuk tangan, para peserta diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini dinilai efektif untuk memperkuat kesadaran pentingnya keharmonisan keluarga.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
