<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Habib Nabiel:&amp;nbsp;Undang Artis Puluhan Juta Bisa, Ada Kiai Dikasih Uang Dibilang Mata Duitan!</title><description>Habib Nabiel menyinggung fenomena di mana seorang Kiai dianggap feodal lantaran muridnya memberikan cium tangan. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/18/337/3177524/habib-nabiel-nbsp-undang-artis-puluhan-juta-bisa-ada-kiai-dikasih-uang-dibilang-mata-duitan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/18/337/3177524/habib-nabiel-nbsp-undang-artis-puluhan-juta-bisa-ada-kiai-dikasih-uang-dibilang-mata-duitan"/><item><title>Habib Nabiel:&amp;nbsp;Undang Artis Puluhan Juta Bisa, Ada Kiai Dikasih Uang Dibilang Mata Duitan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/18/337/3177524/habib-nabiel-nbsp-undang-artis-puluhan-juta-bisa-ada-kiai-dikasih-uang-dibilang-mata-duitan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/18/337/3177524/habib-nabiel-nbsp-undang-artis-puluhan-juta-bisa-ada-kiai-dikasih-uang-dibilang-mata-duitan</guid><pubDate>Sabtu 18 Oktober 2025 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/17/337/3177524/viral-ugej_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Habib Nabiel Al Musawa </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/17/337/3177524/viral-ugej_large.jpg</image><title> Habib Nabiel Al Musawa </title></images><description>JAKARTA - Habib Nabiel Al Musawa mengaku sedih terkait dengan kondisi pesantren dan kiai yang belakangan ini dipojokkan. Menurutnya, adu domba serupa merupakan tanda akhir zaman.&#13;
&#13;
Demikian diungkapkan Habib Nabiel dalam acara Tabligh Akbar dan Doa Bersama untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025) malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa akhir zaman ini banyak sekali adu domba dan hal-hal yang tidak baik. Baru-baru ini, pesantren dipojokan, kyai dipojokan. Ini sedih kita mendengar begini,&amp;quot; ujar Habib Nabiel Al Musawa.&#13;
&#13;
Habib Nabiel menyinggung fenomena di mana seorang Kiai dianggap feodal lantaran muridnya memberikan cium tangan. Padahal, cium tangan lumrah dilakukan seorang suami kepada istrinya sendiri.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Orang cium tangan kepada istrinya dibilang romantis, cium tangan sama kiai dibilang feodal, ini gak beres ini, zaman terbalik ini,&amp;quot; ujar Habib Nabiel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mana lebih utama, suami cium tangan istri atau seorang murid cium tangan sama kiainya, gurunya, habibnya? Itu lebih utama,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Belum lagi ada kiai yang justru diserang dengan narasi mata duitan lantaran menerima sesuatu dari jamaah secara sukarela.&#13;
&#13;
Habib Nabiel kemudian menyinggung beberapa acara yang mengundang artis puluhan juta justru dianggap biasa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ngundang artis puluhan juta, biasa. Ada kiai dikasih kemudian terus ramai, dibilang ini kiai mata duitan, adu domba akhir zaman,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun tidak sampai di situ, adu domba bahkan masuk hingga mengurusi nasab Ba&amp;#39;alawi. Ajaran yang justru diakui diseluruh dunia itu bahkan menurutnya disebut tidak benar oleh segelintir pihak demi mengadu domba.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah kemudian saya ingin sampaikan juga ada juga adu domba jenis lain, yang sibuk ngurusin nasab orang lain, nasabnya sendiri enggak jelas,&amp;quot; tutur Habib Nabiel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruh dunia mengakui nasab Ba&amp;#39;alawi, tiba-tiba mustahid di negeri Ini yang menyatakan itu tidak benar, bikin tesis sendiri, nguji sendiri, jadi pembicara sendiri, lulus sendiri,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Habib Nabiel Al Musawa mengaku sedih terkait dengan kondisi pesantren dan kiai yang belakangan ini dipojokkan. Menurutnya, adu domba serupa merupakan tanda akhir zaman.&#13;
&#13;
Demikian diungkapkan Habib Nabiel dalam acara Tabligh Akbar dan Doa Bersama untuk Indonesia di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025) malam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa akhir zaman ini banyak sekali adu domba dan hal-hal yang tidak baik. Baru-baru ini, pesantren dipojokan, kyai dipojokan. Ini sedih kita mendengar begini,&amp;quot; ujar Habib Nabiel Al Musawa.&#13;
&#13;
Habib Nabiel menyinggung fenomena di mana seorang Kiai dianggap feodal lantaran muridnya memberikan cium tangan. Padahal, cium tangan lumrah dilakukan seorang suami kepada istrinya sendiri.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Orang cium tangan kepada istrinya dibilang romantis, cium tangan sama kiai dibilang feodal, ini gak beres ini, zaman terbalik ini,&amp;quot; ujar Habib Nabiel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mana lebih utama, suami cium tangan istri atau seorang murid cium tangan sama kiainya, gurunya, habibnya? Itu lebih utama,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Belum lagi ada kiai yang justru diserang dengan narasi mata duitan lantaran menerima sesuatu dari jamaah secara sukarela.&#13;
&#13;
Habib Nabiel kemudian menyinggung beberapa acara yang mengundang artis puluhan juta justru dianggap biasa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ngundang artis puluhan juta, biasa. Ada kiai dikasih kemudian terus ramai, dibilang ini kiai mata duitan, adu domba akhir zaman,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun tidak sampai di situ, adu domba bahkan masuk hingga mengurusi nasab Ba&amp;#39;alawi. Ajaran yang justru diakui diseluruh dunia itu bahkan menurutnya disebut tidak benar oleh segelintir pihak demi mengadu domba.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah kemudian saya ingin sampaikan juga ada juga adu domba jenis lain, yang sibuk ngurusin nasab orang lain, nasabnya sendiri enggak jelas,&amp;quot; tutur Habib Nabiel.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruh dunia mengakui nasab Ba&amp;#39;alawi, tiba-tiba mustahid di negeri Ini yang menyatakan itu tidak benar, bikin tesis sendiri, nguji sendiri, jadi pembicara sendiri, lulus sendiri,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
