<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa M5,1 Guncang Sarmi Papua, Akibat Aktivitas Sesar Anjak Mamberamo</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 5,1 mengguncang Pantai Utara Sarmi, Papua, pada Minggu (19/10/2025) pukul 09.52.35 WIB.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/19/340/3177769/gempa-m5-1-guncang-sarmi-papua-akibat-aktivitas-sesar-anjak-mamberamo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/19/340/3177769/gempa-m5-1-guncang-sarmi-papua-akibat-aktivitas-sesar-anjak-mamberamo"/><item><title>Gempa M5,1 Guncang Sarmi Papua, Akibat Aktivitas Sesar Anjak Mamberamo</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/19/340/3177769/gempa-m5-1-guncang-sarmi-papua-akibat-aktivitas-sesar-anjak-mamberamo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/19/340/3177769/gempa-m5-1-guncang-sarmi-papua-akibat-aktivitas-sesar-anjak-mamberamo</guid><pubDate>Minggu 19 Oktober 2025 14:50 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/19/340/3177769/gempa_sarmi_papua-GHRX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa Sarmi Papua (foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/19/340/3177769/gempa_sarmi_papua-GHRX_large.jpg</image><title>Gempa Sarmi Papua (foto: Freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 5,1 mengguncang Pantai Utara Sarmi, Papua, pada Minggu (19/10/2025) pukul 09.52.35 WIB.&#13;
&#13;
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa parameter gempa bumi ini diperbarui menjadi M4,9. Episenter gempa terletak pada koordinat 2,01&amp;deg; LS dan 138,95&amp;deg; BT, atau tepatnya di darat pada jarak 28 km tenggara Sarmi, Papua, dengan kedalaman 10 km.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Anjak Mamberamo,&amp;rdquo; kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulisnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar-naik (oblique thrust fault).&#13;
&#13;
Gempa bumi ini dirasakan di wilayah Sarmi dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;rdquo; tegas Daryono.&#13;
&#13;
Daryono menjelaskan bahwa gempa ini merupakan rangkaian gempa susulan dari gempa utama pada 16 Oktober 2025 dengan kekuatan M6,6 di Kabupaten Sarmi pukul 12.48.54 WIB.&#13;
&#13;
Hingga pukul 10.15 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan 120 kejadian gempa susulan (aftershock). Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo M5,1 dan terkecil M2,2.&#13;
&#13;
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia juga mengingatkan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, serta tidak ada kerusakan akibat getaran yang dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan kekuatan magnitudo (M) 5,1 mengguncang Pantai Utara Sarmi, Papua, pada Minggu (19/10/2025) pukul 09.52.35 WIB.&#13;
&#13;
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa parameter gempa bumi ini diperbarui menjadi M4,9. Episenter gempa terletak pada koordinat 2,01&amp;deg; LS dan 138,95&amp;deg; BT, atau tepatnya di darat pada jarak 28 km tenggara Sarmi, Papua, dengan kedalaman 10 km.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Anjak Mamberamo,&amp;rdquo; kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulisnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar-naik (oblique thrust fault).&#13;
&#13;
Gempa bumi ini dirasakan di wilayah Sarmi dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;rdquo; tegas Daryono.&#13;
&#13;
Daryono menjelaskan bahwa gempa ini merupakan rangkaian gempa susulan dari gempa utama pada 16 Oktober 2025 dengan kekuatan M6,6 di Kabupaten Sarmi pukul 12.48.54 WIB.&#13;
&#13;
Hingga pukul 10.15 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan 120 kejadian gempa susulan (aftershock). Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo M5,1 dan terkecil M2,2.&#13;
&#13;
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia juga mengingatkan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, serta tidak ada kerusakan akibat getaran yang dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
