<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo: Air Harus Jadi Sumber Produktivitas, Bukan Sumber Bencana</title><description>Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara bijak, agar tidak menjadi penyebab bencana, melainkan menjadi sumber produktivitas nasional.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/20/337/3178025/prabowo-air-harus-jadi-sumber-produktivitas-bukan-sumber-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/20/337/3178025/prabowo-air-harus-jadi-sumber-produktivitas-bukan-sumber-bencana"/><item><title>Prabowo: Air Harus Jadi Sumber Produktivitas, Bukan Sumber Bencana</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/20/337/3178025/prabowo-air-harus-jadi-sumber-produktivitas-bukan-sumber-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/20/337/3178025/prabowo-air-harus-jadi-sumber-produktivitas-bukan-sumber-bencana</guid><pubDate>Senin 20 Oktober 2025 16:39 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/20/337/3178025/presiden_prabowo_subianto-3Elb_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto (foto: Biro Pers)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/20/337/3178025/presiden_prabowo_subianto-3Elb_large.png</image><title>Presiden Prabowo Subianto (foto: Biro Pers)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara bijak, agar tidak menjadi penyebab bencana, melainkan menjadi sumber produktivitas nasional.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kadang-kadang karena kita diberi karunia Tuhan berupa air yang berlimpah, sebagian besar wilayah republik ini memiliki banyak air. Tapi di sisi lain, ada juga daerah yang kekurangan air. Kita masih kurang pandai mengelola, sehingga kadang air justru menjadi bencana seperti banjir,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, bahwa ketersediaan air merupakan faktor kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Tanpa pasokan air yang cukup, menurutnya, Indonesia sulit mencapai target swasembada pangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak mungkin pangan kita aman kalau tidak ada air yang cukup. Ini menjadi catatan dan pekerjaan rumah kita bersama untuk ke depan,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Prabowo meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto untuk memperkuat kajian dan riset pengelolaan air di perguruan tinggi Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya minta Menteri Dikti dan Sains mempelajari hal ini. Apakah di universitas kita sudah cukup banyak penelitian soal air &amp;mdash; bagaimana mencari air, mengelola distribusinya, dan mencegah banjir. Air harus jadi sumber produktivitas, jangan menjadi sumber bencana,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Prabowo juga menyoroti bahwa banjir di wilayah rendah sudah menjadi masalah klasik yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah ratusan tahun kita tahu, daerah rendah pasti banjir di musim hujan, apalagi sekarang curah hujan makin ekstrem karena perubahan iklim,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia pun mendorong agar lebih banyak fakultas di perguruan tinggi membuka program studi atau penelitian tentang air, seperti hidrologi, yang selama ini dinilai masih kurang mendapat perhatian di dunia akademik Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau tidak salah, bidang air ini masih sedikit dipelajari di fakultas-fakultas kita. Mungkin termasuk bidang hidrologi. Ini harus kita perkuat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara bijak, agar tidak menjadi penyebab bencana, melainkan menjadi sumber produktivitas nasional.&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kadang-kadang karena kita diberi karunia Tuhan berupa air yang berlimpah, sebagian besar wilayah republik ini memiliki banyak air. Tapi di sisi lain, ada juga daerah yang kekurangan air. Kita masih kurang pandai mengelola, sehingga kadang air justru menjadi bencana seperti banjir,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, bahwa ketersediaan air merupakan faktor kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Tanpa pasokan air yang cukup, menurutnya, Indonesia sulit mencapai target swasembada pangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak mungkin pangan kita aman kalau tidak ada air yang cukup. Ini menjadi catatan dan pekerjaan rumah kita bersama untuk ke depan,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Prabowo meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto untuk memperkuat kajian dan riset pengelolaan air di perguruan tinggi Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya minta Menteri Dikti dan Sains mempelajari hal ini. Apakah di universitas kita sudah cukup banyak penelitian soal air &amp;mdash; bagaimana mencari air, mengelola distribusinya, dan mencegah banjir. Air harus jadi sumber produktivitas, jangan menjadi sumber bencana,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Prabowo juga menyoroti bahwa banjir di wilayah rendah sudah menjadi masalah klasik yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah ratusan tahun kita tahu, daerah rendah pasti banjir di musim hujan, apalagi sekarang curah hujan makin ekstrem karena perubahan iklim,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia pun mendorong agar lebih banyak fakultas di perguruan tinggi membuka program studi atau penelitian tentang air, seperti hidrologi, yang selama ini dinilai masih kurang mendapat perhatian di dunia akademik Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau tidak salah, bidang air ini masih sedikit dipelajari di fakultas-fakultas kita. Mungkin termasuk bidang hidrologi. Ini harus kita perkuat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
