<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angela Tanoesoedibjo: Kolaborasi Jadi Kunci Ekosistem Digital Nasional</title><description>Transformasi digital di Indonesia menuntut kolaborasi lintas sektor agar ekosistem industri tumbuh bersama. Setiap pelaku harus saling terhubung agar mampu bertahan menghadapi disrupsi teknologi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/23/337/3178635/angela-tanoesoedibjo-kolaborasi-jadi-kunci-ekosistem-digital-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/23/337/3178635/angela-tanoesoedibjo-kolaborasi-jadi-kunci-ekosistem-digital-nasional"/><item><title>Angela Tanoesoedibjo: Kolaborasi Jadi Kunci Ekosistem Digital Nasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/23/337/3178635/angela-tanoesoedibjo-kolaborasi-jadi-kunci-ekosistem-digital-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/23/337/3178635/angela-tanoesoedibjo-kolaborasi-jadi-kunci-ekosistem-digital-nasional</guid><pubDate>Kamis 23 Oktober 2025 01:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/23/337/3178635/angela_tanoesoedibjo-YUGr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO iNews Media Group Angela Tanoesoedibjo (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/23/337/3178635/angela_tanoesoedibjo-YUGr_large.jpg</image><title>CEO iNews Media Group Angela Tanoesoedibjo (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Transformasi digital di Indonesia menuntut kolaborasi lintas sektor agar ekosistem industri tumbuh bersama. Setiap pelaku harus saling terhubung agar mampu bertahan menghadapi disrupsi teknologi.&#13;
&#13;
Model kerja terintegrasi menjadi langkah strategis demi menjaga kepercayaan publik di tengah arus informasi cepat. Kolaborasi menjadi fondasi agar inovasi dan kredibilitas media berjalan beriringan.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan CEO iNews Media Group Angela Tanoesoedibjo dalam diskusi panel &amp;ldquo;Membangun Ekosistem Digital Lintas Industri&amp;rdquo; pada Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Rabu (22/10/2025).&#13;
&#13;
Ia menilai, media kini berperan sebagai penghubung antara industri dan masyarakat. Pola bisnis media harus menyesuaikan perilaku audiens yang serba digital. Adaptasi menjadi langkah penting agar media tetap relevan.&#13;
&#13;
Angela menjelaskan, iNews Media Group telah menjalankan restrukturisasi besar menghadapi lanskap digital baru. Porsi sumber daya manusia kini dibagi seimbang antara digital dan broadcast.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami jalankan integrasi vertikal. Sistem one content, multi-platform, multi-format, multi-experiences memungkinkan satu konten tampil di berbagai kanal,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perubahan struktur itu juga menyentuh budaya kerja dan pengembangan talenta. Menurut Angela, kemampuan SDM menjadi faktor utama menjaga daya saing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Talents kita upgrading, kita reskilling. Transformasi manusia menjadi pondasi utama dalam menjaga relevansi media di era AI,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Langkah iNews Media Group juga diperkuat dengan kemitraan lintas sektor. Angela menyebut kolaborasi dilakukan dengan e-commerce melalui layanan live shopping dan teknologi AI berbasis text-to-speech.&#13;
&#13;
Perusahaan juga menggandeng kreator lokal serta platform global seperti TikTok dan YouTube. &amp;ldquo;Kolaborasi itu prinsipnya creating values together,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Angela menegaskan, arah media masa depan harus berpijak pada kepercayaan dan akuntabilitas. Media tetap memiliki posisi strategis sebagai sumber berita yang kredibel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;News akan selalu relevan karena masyarakat mencari informasi dalam negeri,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, industri harus terus menjaga integritas agar tetap dipercaya publik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara Communication Director TikTok Indonesia Anggini Setiawan menilai, tanggung jawab membangun ekosistem digital tak hanya milik media. Platform juga wajib menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan keamanan digital.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Panduan komunitas kami terbuka untuk publik,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
TikTok juga memiliki dewan penasihat keamanan di tiap negara. Ia menambahkan, moderasi konten dilakukan dengan kombinasi mesin dan manusia. Tujuannya agar konten pelanggaran dihapus sebelum sempat dilihat pengguna.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lebih dari 98 persen konten pelanggaran diturunkan proaktif,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
TikTok juga membuka transparency center di Singapura dan merilis laporan transparansi tiap kuartal.&#13;
&#13;
Corporate Secretary PT Pertamina Arya Dwi Paramita menyoroti perubahan pola komunikasi publik saat krisis informasi. Ia mengibaratkan isu digital seperti kebakaran lahan gambut yang menyebar dari bawah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Strategi komunikasinya harus dua arah, ke atas dan ke bawah,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Arya berharap media arus utama dapat membantu mengedukasi publik agar tidak mudah terprovokasi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Transformasi digital di Indonesia menuntut kolaborasi lintas sektor agar ekosistem industri tumbuh bersama. Setiap pelaku harus saling terhubung agar mampu bertahan menghadapi disrupsi teknologi.&#13;
&#13;
Model kerja terintegrasi menjadi langkah strategis demi menjaga kepercayaan publik di tengah arus informasi cepat. Kolaborasi menjadi fondasi agar inovasi dan kredibilitas media berjalan beriringan.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan CEO iNews Media Group Angela Tanoesoedibjo dalam diskusi panel &amp;ldquo;Membangun Ekosistem Digital Lintas Industri&amp;rdquo; pada Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Rabu (22/10/2025).&#13;
&#13;
Ia menilai, media kini berperan sebagai penghubung antara industri dan masyarakat. Pola bisnis media harus menyesuaikan perilaku audiens yang serba digital. Adaptasi menjadi langkah penting agar media tetap relevan.&#13;
&#13;
Angela menjelaskan, iNews Media Group telah menjalankan restrukturisasi besar menghadapi lanskap digital baru. Porsi sumber daya manusia kini dibagi seimbang antara digital dan broadcast.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami jalankan integrasi vertikal. Sistem one content, multi-platform, multi-format, multi-experiences memungkinkan satu konten tampil di berbagai kanal,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perubahan struktur itu juga menyentuh budaya kerja dan pengembangan talenta. Menurut Angela, kemampuan SDM menjadi faktor utama menjaga daya saing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Talents kita upgrading, kita reskilling. Transformasi manusia menjadi pondasi utama dalam menjaga relevansi media di era AI,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Langkah iNews Media Group juga diperkuat dengan kemitraan lintas sektor. Angela menyebut kolaborasi dilakukan dengan e-commerce melalui layanan live shopping dan teknologi AI berbasis text-to-speech.&#13;
&#13;
Perusahaan juga menggandeng kreator lokal serta platform global seperti TikTok dan YouTube. &amp;ldquo;Kolaborasi itu prinsipnya creating values together,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Angela menegaskan, arah media masa depan harus berpijak pada kepercayaan dan akuntabilitas. Media tetap memiliki posisi strategis sebagai sumber berita yang kredibel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;News akan selalu relevan karena masyarakat mencari informasi dalam negeri,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, industri harus terus menjaga integritas agar tetap dipercaya publik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara Communication Director TikTok Indonesia Anggini Setiawan menilai, tanggung jawab membangun ekosistem digital tak hanya milik media. Platform juga wajib menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan keamanan digital.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Panduan komunitas kami terbuka untuk publik,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
TikTok juga memiliki dewan penasihat keamanan di tiap negara. Ia menambahkan, moderasi konten dilakukan dengan kombinasi mesin dan manusia. Tujuannya agar konten pelanggaran dihapus sebelum sempat dilihat pengguna.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Lebih dari 98 persen konten pelanggaran diturunkan proaktif,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
TikTok juga membuka transparency center di Singapura dan merilis laporan transparansi tiap kuartal.&#13;
&#13;
Corporate Secretary PT Pertamina Arya Dwi Paramita menyoroti perubahan pola komunikasi publik saat krisis informasi. Ia mengibaratkan isu digital seperti kebakaran lahan gambut yang menyebar dari bawah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Strategi komunikasinya harus dua arah, ke atas dan ke bawah,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Arya berharap media arus utama dapat membantu mengedukasi publik agar tidak mudah terprovokasi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
