<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasto: Jika Bung Karno Masih Hidup, Tragedi Gaza Tak Akan Terjadi</title><description>Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, semasa hidupnya selalu memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa Islam, termasuk Palestina.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/23/337/3178646/hasto-jika-bung-karno-masih-hidup-tragedi-gaza-tak-akan-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/23/337/3178646/hasto-jika-bung-karno-masih-hidup-tragedi-gaza-tak-akan-terjadi"/><item><title>Hasto: Jika Bung Karno Masih Hidup, Tragedi Gaza Tak Akan Terjadi</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/23/337/3178646/hasto-jika-bung-karno-masih-hidup-tragedi-gaza-tak-akan-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/23/337/3178646/hasto-jika-bung-karno-masih-hidup-tragedi-gaza-tak-akan-terjadi</guid><pubDate>Kamis 23 Oktober 2025 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/23/337/3178646/sekjen_pdip_hasto_kristiyanto-oAqc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/23/337/3178646/sekjen_pdip_hasto_kristiyanto-oAqc_large.jpg</image><title>Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, semasa hidupnya selalu memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa Islam, termasuk Palestina.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan Hasto dalam acara peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (22/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bung Karno juga memasukkan isu Palestina dan Aljazair dalam Konferensi Asia-Afrika. Bung Karno melihat Israel sebagai kekuatan neo-imperialisme dan kolonialisme yang diciptakan Barat,&amp;rdquo; ujar Hasto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Hasto, untuk menghadapi kekuatan itu, Bung Karno membangun gagasan kemandirian bangsa. Bahkan, ia sempat menemui Presiden Amerika Serikat saat itu, John F. Kennedy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Beliau membujuk Presiden AS John F. Kennedy bahwa kita hanya bisa membebaskan Palestina jika kita memiliki nuklir,&amp;rdquo; ungkap Hasto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai langkah nyata, lanjut Hasto, Bung Karno sempat mengirim ilmuwan Indonesia ke Amerika Serikat untuk mempelajari teknologi nuklir. Namun, rencana itu gagal setelah Kennedy terbunuh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah Kennedy terbunuh, rencana itu berantakan. Seratus ilmuwan itu kemudian dikirim ke Tiongkok,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Soekarno kemudian menggagas apa yang disebut sebagai &amp;lsquo;Bom Atom Indonesia&amp;rsquo;. Menurut Hasto, hal tersebut bahkan pernah disinggung dalam Muktamar Muhammadiyah di Bandung pada tahun 1965.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insya Allah dalam waktu dekat kita akan berhasil membuat bom atom sendiri. Ini akan dipakai untuk pembebasan Palestina dari Israel,&amp;rdquo; tutur Hasto menirukan ucapan Bung Karno kala itu.&#13;
&#13;
Hasto menegaskan, semangat perjuangan Bung Karno juga menjadi bagian penting dalam memaknai Hari Santri Nasional. Ia meyakini, dengan spirit Resolusi Jihad dan dukungan negara-negara Asia-Afrika, dunia akan lebih tegas menghadapi penindasan seperti yang terjadi di Gaza saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan spirit Resolusi Jihad dan dukungan negara-negara Asia-Afrika, kalau Bung Karno masih hidup, peristiwa seperti di Gaza tidak akan pernah terjadi,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, semasa hidupnya selalu memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa Islam, termasuk Palestina.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan Hasto dalam acara peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (22/10/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bung Karno juga memasukkan isu Palestina dan Aljazair dalam Konferensi Asia-Afrika. Bung Karno melihat Israel sebagai kekuatan neo-imperialisme dan kolonialisme yang diciptakan Barat,&amp;rdquo; ujar Hasto.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Hasto, untuk menghadapi kekuatan itu, Bung Karno membangun gagasan kemandirian bangsa. Bahkan, ia sempat menemui Presiden Amerika Serikat saat itu, John F. Kennedy.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Beliau membujuk Presiden AS John F. Kennedy bahwa kita hanya bisa membebaskan Palestina jika kita memiliki nuklir,&amp;rdquo; ungkap Hasto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai langkah nyata, lanjut Hasto, Bung Karno sempat mengirim ilmuwan Indonesia ke Amerika Serikat untuk mempelajari teknologi nuklir. Namun, rencana itu gagal setelah Kennedy terbunuh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setelah Kennedy terbunuh, rencana itu berantakan. Seratus ilmuwan itu kemudian dikirim ke Tiongkok,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Soekarno kemudian menggagas apa yang disebut sebagai &amp;lsquo;Bom Atom Indonesia&amp;rsquo;. Menurut Hasto, hal tersebut bahkan pernah disinggung dalam Muktamar Muhammadiyah di Bandung pada tahun 1965.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Insya Allah dalam waktu dekat kita akan berhasil membuat bom atom sendiri. Ini akan dipakai untuk pembebasan Palestina dari Israel,&amp;rdquo; tutur Hasto menirukan ucapan Bung Karno kala itu.&#13;
&#13;
Hasto menegaskan, semangat perjuangan Bung Karno juga menjadi bagian penting dalam memaknai Hari Santri Nasional. Ia meyakini, dengan spirit Resolusi Jihad dan dukungan negara-negara Asia-Afrika, dunia akan lebih tegas menghadapi penindasan seperti yang terjadi di Gaza saat ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan spirit Resolusi Jihad dan dukungan negara-negara Asia-Afrika, kalau Bung Karno masih hidup, peristiwa seperti di Gaza tidak akan pernah terjadi,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
