<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bersihkan Sisa Bom di Gaza Butuh Tiga Dekade, Jauh Lebih Lama dari Konflik</title><description>Pejabat dari kelompok bantuan Humanity &amp; Inclusion, Nick Orr, mengatakan upaya membersihkan Jalur Gaza dari sisa-sisa bom yang belum meledakakan memakan waktu 20 hingga 30 tahun.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/24/18/3178894/bersihkan-sisa-bom-di-gaza-butuh-tiga-dekade-jauh-lebih-lama-dari-konflik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/24/18/3178894/bersihkan-sisa-bom-di-gaza-butuh-tiga-dekade-jauh-lebih-lama-dari-konflik"/><item><title>Bersihkan Sisa Bom di Gaza Butuh Tiga Dekade, Jauh Lebih Lama dari Konflik</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/24/18/3178894/bersihkan-sisa-bom-di-gaza-butuh-tiga-dekade-jauh-lebih-lama-dari-konflik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/24/18/3178894/bersihkan-sisa-bom-di-gaza-butuh-tiga-dekade-jauh-lebih-lama-dari-konflik</guid><pubDate>Jum'at 24 Oktober 2025 00:15 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/23/18/3178894/sisa_bom_di_gaza-oMAq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasukan PBB tengah mengevakuasi bom sida konflik Hamas-Israel/Foto: UNOCHA/Themba Linden</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/23/18/3178894/sisa_bom_di_gaza-oMAq_large.jpg</image><title>Pasukan PBB tengah mengevakuasi bom sida konflik Hamas-Israel/Foto: UNOCHA/Themba Linden</title></images><description>JENEWA &amp;ndash; Pejabat dari kelompok bantuan Humanity &amp;amp; Inclusion, Nick Orr, mengatakan upaya membersihkan Jalur Gaza dari sisa-sisa bom yang belum meledakakan memakan waktu 20 hingga 30 tahun. Wilayah tersebut bahkan dinilai sebagai &amp;quot;ladang ranjau mengerikan yang tak terpetakan&amp;quot;.&#13;
&#13;
Menurut basis data yang dipimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 53 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat sisa-sisa mematikan dari perang Israel-Hamas selama dua tahun. Sebuah angka yang diyakini kelompok bantuan jauh lebih rendah dari kenyataan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika Anda membersihkan total, itu tidak akan pernah terjadi karena bom berada di bawah tanah. Kita akan menemukannya selama beberapa generasi yang akan datang,&amp;quot; kata Orr seperti dilansir Reuters, Jumat (24/10/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembersihan permukaan adalah sesuatu yang bisa dicapai dalam satu generasi. Saya pikir 20 hingga 30 tahun. Ini akan menjadi upaya penguraian masalah yang sangat besar, sedikit demi sedikit,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Saat ini, kelompok bantuan seperti timnya belum diberi izin penuh oleh Israel untuk memulai pekerjaan pemindahan dan penghancuran bahan peledak, atau mengimpor peralatan yang dibutuhkan.&#13;
&#13;
COGAT, badan militer Israel yang mengawasi bantuan Gaza, belum memberikan komentar. Israel masih memblokir barang-barang ke Gaza yang dianggapnya memiliki &amp;quot;penggunaan ganda&amp;quot; yakni untuk sipil dan militer.&#13;
&#13;
Orr mengatakan sedang mencari izin mengimpor persediaan untuk membakar bom daripada meledakkannya. Ia juga menyuarakan pembentukan pasukan sementara seperti yang diisyaratkan dalam rencana gencatan senjata 20 poin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika ada masa depan apa pun di Gaza, perlu ada pasukan keamanan yang memungkinkan para pekerja kemanusiaan dapat bekerja,&amp;quot; tegas Orr.&#13;
</description><content:encoded>JENEWA &amp;ndash; Pejabat dari kelompok bantuan Humanity &amp;amp; Inclusion, Nick Orr, mengatakan upaya membersihkan Jalur Gaza dari sisa-sisa bom yang belum meledakakan memakan waktu 20 hingga 30 tahun. Wilayah tersebut bahkan dinilai sebagai &amp;quot;ladang ranjau mengerikan yang tak terpetakan&amp;quot;.&#13;
&#13;
Menurut basis data yang dipimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 53 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat sisa-sisa mematikan dari perang Israel-Hamas selama dua tahun. Sebuah angka yang diyakini kelompok bantuan jauh lebih rendah dari kenyataan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika Anda membersihkan total, itu tidak akan pernah terjadi karena bom berada di bawah tanah. Kita akan menemukannya selama beberapa generasi yang akan datang,&amp;quot; kata Orr seperti dilansir Reuters, Jumat (24/10/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembersihan permukaan adalah sesuatu yang bisa dicapai dalam satu generasi. Saya pikir 20 hingga 30 tahun. Ini akan menjadi upaya penguraian masalah yang sangat besar, sedikit demi sedikit,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Saat ini, kelompok bantuan seperti timnya belum diberi izin penuh oleh Israel untuk memulai pekerjaan pemindahan dan penghancuran bahan peledak, atau mengimpor peralatan yang dibutuhkan.&#13;
&#13;
COGAT, badan militer Israel yang mengawasi bantuan Gaza, belum memberikan komentar. Israel masih memblokir barang-barang ke Gaza yang dianggapnya memiliki &amp;quot;penggunaan ganda&amp;quot; yakni untuk sipil dan militer.&#13;
&#13;
Orr mengatakan sedang mencari izin mengimpor persediaan untuk membakar bom daripada meledakkannya. Ia juga menyuarakan pembentukan pasukan sementara seperti yang diisyaratkan dalam rencana gencatan senjata 20 poin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika ada masa depan apa pun di Gaza, perlu ada pasukan keamanan yang memungkinkan para pekerja kemanusiaan dapat bekerja,&amp;quot; tegas Orr.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
