<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China-AS Memanas, Trump dan Xi Jinping Dijadwalkan Bertemu di KTT APEC Korsel</title><description>Pertemuan ini sempat diragukan terjadi karena ketegangan antara AS dan China. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/24/18/3179051/china-as-memanas-trump-dan-xi-jinping-dijadwalkan-bertemu-di-ktt-apec-korsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/24/18/3179051/china-as-memanas-trump-dan-xi-jinping-dijadwalkan-bertemu-di-ktt-apec-korsel"/><item><title>China-AS Memanas, Trump dan Xi Jinping Dijadwalkan Bertemu di KTT APEC Korsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/24/18/3179051/china-as-memanas-trump-dan-xi-jinping-dijadwalkan-bertemu-di-ktt-apec-korsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/24/18/3179051/china-as-memanas-trump-dan-xi-jinping-dijadwalkan-bertemu-di-ktt-apec-korsel</guid><pubDate>Jum'at 24 Oktober 2025 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/24/18/3179051/presiden_amerika_serikat_donald_trump-2Z34_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: X)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/24/18/3179051/presiden_amerika_serikat_donald_trump-2Z34_large.jpg</image><title>Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: X)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan pada 30 Oktober, di sela-sela KTT Asia, demikian dikonfirmasi Gedung Putih. Pertemuan ini telah direncanakan selama berminggu-minggu, namun ketegangan terbaru antara AS dan China menimbulkan keraguan atas kelangsungannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama bagi kedua pemimpin sejak Trump kembali menjabat.&#13;
&#13;
Trump telah mengancam akan mengenakan tarif tambahan 100% terhadap barang-barang China mulai November jika China tidak mencabut pembatasan ketat terhadap ekspor tanah jarangnya.&#13;
&#13;
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi pertemuan tersebut dalam pengarahan pada Kamis (23/10/2025).&#13;
&#13;
Pertemuan bilateral tersebut akan berlangsung di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 1 November tahun ini di kota Gyeongju, Korea Selatan, bagian timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memiliki jadwal pertemuan yang cukup panjang,&amp;quot; kata Trump sebelumnya, sebagaimana dilansir BBC. &amp;quot;Kita dapat mengatasi banyak keraguan dan pertanyaan serta aset kita yang luar biasa bersama-sama.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, &amp;quot;Saya pikir semuanya akan berhasil. Kita memiliki hubungan yang sangat baik, tetapi itu akan menjadi hubungan yang besar.&amp;quot;&#13;
&#13;
Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, menyatakan optimismenya pada Jumat (24/10/2025) atas negosiasi yang akan datang dengan AS.&#13;
&#13;
Ia mengatakan putaran perundingan sebelumnya menunjukkan bahwa &amp;quot;sangat mungkin untuk menemukan solusi atas kekhawatiran masing-masing&amp;quot; dan &amp;quot;mendorong perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS yang sehat, stabil, dan berkelanjutan.&amp;quot;&#13;
&#13;
Trump juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, selama kunjungannya, serta berpartisipasi dalam jamuan makan malam kerja bagi para pemimpin.&#13;
&#13;
Ini merupakan bagian dari perjalanan Trump yang lebih luas ke Asia, yang juga mencakup kunjungannya ke Malaysia pada hari Minggu untuk menghadiri KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).&#13;
&#13;
Trump juga akan bertemu dengan para pemimpin dari Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang&amp;mdash;terutama Perdana Menteri baru Jepang, Sanae Takaichi, kata Leavitt.&#13;
&#13;
Trump dan Xi telah berbicara sedikitnya tiga kali tahun ini, terakhir pada September ketika mereka membahas kesepakatan mengenai operasi TikTok di AS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mereka terakhir kali bertemu langsung pada 2019, saat Trump menjabat sebagai presiden untuk pertama kali.&#13;
&#13;
Trump mengatakan bahwa berbicara langsung dengan Xi adalah pendekatan paling efektif untuk menyelesaikan ketegangan yang terus-menerus antara AS dan China, seperti tarif, sengketa perdagangan, perdagangan fentanil, dan isu lainnya.&#13;
&#13;
AS dan China telah berpegang pada gencatan senjata dagang yang rapuh yang ditengahi pada Mei, mencegah tarif tiga digit yang diancamkan antara kedua negara.&#13;
&#13;
Namun, pada Oktober, China memperketat kontrol ekspor logam tanah jarang, yang menyebabkan Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan 100% untuk impor dari Tiongkok. Ia mengecam Beijing dalam unggahan media sosial dengan menuduhnya mencoba &amp;quot;menawan&amp;quot; dunia dan bersikap &amp;quot;sangat bermusuhan.&amp;quot;&#13;
&#13;
China mendominasi produksi tanah jarang dan material tertentu lainnya, yang merupakan komponen utama dalam mobil, telepon pintar, dan banyak barang lainnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan pada 30 Oktober, di sela-sela KTT Asia, demikian dikonfirmasi Gedung Putih. Pertemuan ini telah direncanakan selama berminggu-minggu, namun ketegangan terbaru antara AS dan China menimbulkan keraguan atas kelangsungannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama bagi kedua pemimpin sejak Trump kembali menjabat.&#13;
&#13;
Trump telah mengancam akan mengenakan tarif tambahan 100% terhadap barang-barang China mulai November jika China tidak mencabut pembatasan ketat terhadap ekspor tanah jarangnya.&#13;
&#13;
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi pertemuan tersebut dalam pengarahan pada Kamis (23/10/2025).&#13;
&#13;
Pertemuan bilateral tersebut akan berlangsung di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 1 November tahun ini di kota Gyeongju, Korea Selatan, bagian timur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memiliki jadwal pertemuan yang cukup panjang,&amp;quot; kata Trump sebelumnya, sebagaimana dilansir BBC. &amp;quot;Kita dapat mengatasi banyak keraguan dan pertanyaan serta aset kita yang luar biasa bersama-sama.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menambahkan, &amp;quot;Saya pikir semuanya akan berhasil. Kita memiliki hubungan yang sangat baik, tetapi itu akan menjadi hubungan yang besar.&amp;quot;&#13;
&#13;
Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, menyatakan optimismenya pada Jumat (24/10/2025) atas negosiasi yang akan datang dengan AS.&#13;
&#13;
Ia mengatakan putaran perundingan sebelumnya menunjukkan bahwa &amp;quot;sangat mungkin untuk menemukan solusi atas kekhawatiran masing-masing&amp;quot; dan &amp;quot;mendorong perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS yang sehat, stabil, dan berkelanjutan.&amp;quot;&#13;
&#13;
Trump juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, selama kunjungannya, serta berpartisipasi dalam jamuan makan malam kerja bagi para pemimpin.&#13;
&#13;
Ini merupakan bagian dari perjalanan Trump yang lebih luas ke Asia, yang juga mencakup kunjungannya ke Malaysia pada hari Minggu untuk menghadiri KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).&#13;
&#13;
Trump juga akan bertemu dengan para pemimpin dari Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang&amp;mdash;terutama Perdana Menteri baru Jepang, Sanae Takaichi, kata Leavitt.&#13;
&#13;
Trump dan Xi telah berbicara sedikitnya tiga kali tahun ini, terakhir pada September ketika mereka membahas kesepakatan mengenai operasi TikTok di AS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mereka terakhir kali bertemu langsung pada 2019, saat Trump menjabat sebagai presiden untuk pertama kali.&#13;
&#13;
Trump mengatakan bahwa berbicara langsung dengan Xi adalah pendekatan paling efektif untuk menyelesaikan ketegangan yang terus-menerus antara AS dan China, seperti tarif, sengketa perdagangan, perdagangan fentanil, dan isu lainnya.&#13;
&#13;
AS dan China telah berpegang pada gencatan senjata dagang yang rapuh yang ditengahi pada Mei, mencegah tarif tiga digit yang diancamkan antara kedua negara.&#13;
&#13;
Namun, pada Oktober, China memperketat kontrol ekspor logam tanah jarang, yang menyebabkan Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan 100% untuk impor dari Tiongkok. Ia mengecam Beijing dalam unggahan media sosial dengan menuduhnya mencoba &amp;quot;menawan&amp;quot; dunia dan bersikap &amp;quot;sangat bermusuhan.&amp;quot;&#13;
&#13;
China mendominasi produksi tanah jarang dan material tertentu lainnya, yang merupakan komponen utama dalam mobil, telepon pintar, dan banyak barang lainnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
