<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejagung Sudah Periksa Saksi di Kasus Korupsi POME, Identitasnya Masih Disembunyikan</title><description>Kejaksaan Agung (Kejagung) memulai penyidikan baru terkait korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME). Penyidikan ini ditandai dengan adanya sejumlah penggeledahan&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/24/337/3179063/kejagung-sudah-periksa-saksi-di-kasus-korupsi-pome-identitasnya-masih-disembunyikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/24/337/3179063/kejagung-sudah-periksa-saksi-di-kasus-korupsi-pome-identitasnya-masih-disembunyikan"/><item><title>Kejagung Sudah Periksa Saksi di Kasus Korupsi POME, Identitasnya Masih Disembunyikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/24/337/3179063/kejagung-sudah-periksa-saksi-di-kasus-korupsi-pome-identitasnya-masih-disembunyikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/24/337/3179063/kejagung-sudah-periksa-saksi-di-kasus-korupsi-pome-identitasnya-masih-disembunyikan</guid><pubDate>Jum'at 24 Oktober 2025 18:35 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/24/337/3179063/anang-jIOM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatn/Foto: Dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/24/337/3179063/anang-jIOM_large.jpg</image><title>Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatn/Foto: Dok Okezone</title></images><description>JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memulai penyidikan baru terkait korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME). Penyidikan ini ditandai dengan adanya sejumlah penggeledahan di beberapa&amp;nbsp;lokasi, termasuk Kantor Bea Cukai.&#13;
&#13;
Ternyata, Kejagung juga sudah memeriksa sejumlah saksi. Hanya saja, Kejagung belum membuka identitas saksi yang sudah diperiksa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tidak tahu pasti berapa, tapi yang jelas pasti sudah ada. Sudah, langkah itu pasti sudah ada, cuma mohon maaf, kami tidak bisa terbuka ya,&amp;quot; kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, Jumat (24/10/2025).&#13;
&#13;
Anang juga menyebut sudah ada indikasi kerugian keuangan negara dalam perkara ini. Anang hanya meminta semua pihak untuk menunggu sampai proses penyidikan ini rampung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Biarkan dulu proses penyidikan ini berjalan, sesuai dengan apa yang mereka inginkan dalam rangka itu,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) ternyata tengah mengusut dugaan kasus korupsi terkait Palm Oil Mill Effluent (POME). Perkara korupsi ini diduga terjadi pada 2022 silam.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Penyidikan perkara) POME. (Tempus) sekitar 2022,&amp;quot; kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).&#13;
&#13;
Bahkan dalam penyidikan ini, Kejagung telah melakukan penggeledahan di Kantor Bea Cukai. Menurut Anang, penggeledahan itu dilakukan dalam rangka mengumpulkan data dan informasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait dengan penggeledahan di Kantor Bea Cukai, memang benar ada beberapa tindakan, langkah-langkah hukum yang dilakukan oleh tim penyidik Gedung Bundar dalam rangka mencari informasi dan data,&amp;quot; ujar Anang.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memulai penyidikan baru terkait korupsi ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME). Penyidikan ini ditandai dengan adanya sejumlah penggeledahan di beberapa&amp;nbsp;lokasi, termasuk Kantor Bea Cukai.&#13;
&#13;
Ternyata, Kejagung juga sudah memeriksa sejumlah saksi. Hanya saja, Kejagung belum membuka identitas saksi yang sudah diperiksa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tidak tahu pasti berapa, tapi yang jelas pasti sudah ada. Sudah, langkah itu pasti sudah ada, cuma mohon maaf, kami tidak bisa terbuka ya,&amp;quot; kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, Jumat (24/10/2025).&#13;
&#13;
Anang juga menyebut sudah ada indikasi kerugian keuangan negara dalam perkara ini. Anang hanya meminta semua pihak untuk menunggu sampai proses penyidikan ini rampung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Biarkan dulu proses penyidikan ini berjalan, sesuai dengan apa yang mereka inginkan dalam rangka itu,&amp;quot; tutur dia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) ternyata tengah mengusut dugaan kasus korupsi terkait Palm Oil Mill Effluent (POME). Perkara korupsi ini diduga terjadi pada 2022 silam.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Penyidikan perkara) POME. (Tempus) sekitar 2022,&amp;quot; kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).&#13;
&#13;
Bahkan dalam penyidikan ini, Kejagung telah melakukan penggeledahan di Kantor Bea Cukai. Menurut Anang, penggeledahan itu dilakukan dalam rangka mengumpulkan data dan informasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait dengan penggeledahan di Kantor Bea Cukai, memang benar ada beberapa tindakan, langkah-langkah hukum yang dilakukan oleh tim penyidik Gedung Bundar dalam rangka mencari informasi dan data,&amp;quot; ujar Anang.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
