<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahas Pemangkasan TKD, Sekda dan Bappeda se-Indonesia Dikumpulkan di Kampus IPDN</title><description>Menurutnya, sinkronisasi tidak hanya soal anggaran, tetapi juga soal waktu, target, dan kualitas program. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/24/337/3179094/bahas-pemangkasan-tkd-sekda-dan-bappeda-se-indonesia-dikumpulkan-di-kampus-ipdn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2025/10/24/337/3179094/bahas-pemangkasan-tkd-sekda-dan-bappeda-se-indonesia-dikumpulkan-di-kampus-ipdn"/><item><title>Bahas Pemangkasan TKD, Sekda dan Bappeda se-Indonesia Dikumpulkan di Kampus IPDN</title><link>https://news.okezone.com/read/2025/10/24/337/3179094/bahas-pemangkasan-tkd-sekda-dan-bappeda-se-indonesia-dikumpulkan-di-kampus-ipdn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2025/10/24/337/3179094/bahas-pemangkasan-tkd-sekda-dan-bappeda-se-indonesia-dikumpulkan-di-kampus-ipdn</guid><pubDate>Jum'at 24 Oktober 2025 21:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/24/337/3179094/pemerintah-TPDi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapuspen Kemendagri Benni Irwan/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/24/337/3179094/pemerintah-TPDi_large.jpg</image><title>Kapuspen Kemendagri Benni Irwan/ist</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengumpulkan seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari seluruh Indonesia&amp;nbsp;di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat,&amp;nbsp;pada&amp;nbsp;26 hingga 29 Oktober 2025.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan, menjelaskan, mereka dikumpulkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga Non-Kementerian dengan Pemerintah Daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Supaya program dan kegiatan di daerah dan pusat bisa selaras. Oleh karena itu, Sekda dan Bappeda dipertemukan langsung dengan kementerian/lembaga di Rakor ini,&amp;rdquo; ujar Benni, Jumat (24/10/20245).&#13;
&#13;
Menurutnya, sinkronisasi tidak hanya soal anggaran, tetapi juga soal waktu, target, dan kualitas program.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemendagri ingin memastikan perencanaan daerah dapat mendukung program strategis nasional seperti peningkatan pelayanan dasar, penguatan infrastruktur, dan pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor.&#13;
&#13;
Benni menambahkan, forum ini juga menjadi wadah bagi Sekda dan Bappeda untuk menyampaikan tantangan dan kebutuhan nyata di daerah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pemerintah pusat ingin mendengar langsung masukan daerah, terutama dalam pelaksanaan program prioritas yang terkendala kebijakan efisiensi fiskal dan pengalihan Transfer Keuangan Daerah (TKD).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berharap para Sekda dan Kepala Bappeda bisa menyampaikan sebanyak mungkin kebutuhan daerah. Kami ingin tahu program apa yang akan dijalankan dan bagaimana bisa diselaraskan dengan program pemerintah pusat,&amp;rdquo; ujar Benni.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, Rakor ini penting untuk memastikan agar tidak ada program pembangunan yang terhambat akibat keterbatasan fiskal atau ketidaksinkronan perencanaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN Hadi Supratikta, menilai, Rakor ini merupakan langkah strategis Mendagri Tito Karnavian dalam merespons tantangan efisiensi fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.&#13;
&#13;
Menurut Hadi, sinergi antara Sekda, Bappeda, dan kementerian/lembaga sangat penting untuk menjaga konsistensi perencanaan pembangunan di tengah tekanan fiskal tahun 2026.&#13;
&#13;
Ia menilai, Mendagri perlu memastikan setiap daerah memiliki strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan, serta memperkuat ekosistem investasi daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rakor ini momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan Dana Transfer Umum (DTU) dan Dana Transfer Khusus (DTK) dari pusat ke daerah, termasuk dampaknya terhadap otonomi daerah,&amp;rdquo; kata Hadi.&#13;
&#13;
Forum ini diharapkan menghasilkan solusi konkret atas persoalan fiskal dan mendorong efisiensi belanja daerah tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rakor Sekda dan Bappeda ini jangan disia-siakan. Ini momen penting untuk menjembatani aspirasi Pemda dengan kebijakan fiskal di pusat. Sinergi vertikal ini kunci agar tekanan fiskal 2026 bisa dimitigasi bersama,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengumpulkan seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari seluruh Indonesia&amp;nbsp;di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat,&amp;nbsp;pada&amp;nbsp;26 hingga 29 Oktober 2025.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan, menjelaskan, mereka dikumpulkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga Non-Kementerian dengan Pemerintah Daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Supaya program dan kegiatan di daerah dan pusat bisa selaras. Oleh karena itu, Sekda dan Bappeda dipertemukan langsung dengan kementerian/lembaga di Rakor ini,&amp;rdquo; ujar Benni, Jumat (24/10/20245).&#13;
&#13;
Menurutnya, sinkronisasi tidak hanya soal anggaran, tetapi juga soal waktu, target, dan kualitas program.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kemendagri ingin memastikan perencanaan daerah dapat mendukung program strategis nasional seperti peningkatan pelayanan dasar, penguatan infrastruktur, dan pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor.&#13;
&#13;
Benni menambahkan, forum ini juga menjadi wadah bagi Sekda dan Bappeda untuk menyampaikan tantangan dan kebutuhan nyata di daerah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pemerintah pusat ingin mendengar langsung masukan daerah, terutama dalam pelaksanaan program prioritas yang terkendala kebijakan efisiensi fiskal dan pengalihan Transfer Keuangan Daerah (TKD).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berharap para Sekda dan Kepala Bappeda bisa menyampaikan sebanyak mungkin kebutuhan daerah. Kami ingin tahu program apa yang akan dijalankan dan bagaimana bisa diselaraskan dengan program pemerintah pusat,&amp;rdquo; ujar Benni.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, Rakor ini penting untuk memastikan agar tidak ada program pembangunan yang terhambat akibat keterbatasan fiskal atau ketidaksinkronan perencanaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN Hadi Supratikta, menilai, Rakor ini merupakan langkah strategis Mendagri Tito Karnavian dalam merespons tantangan efisiensi fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.&#13;
&#13;
Menurut Hadi, sinergi antara Sekda, Bappeda, dan kementerian/lembaga sangat penting untuk menjaga konsistensi perencanaan pembangunan di tengah tekanan fiskal tahun 2026.&#13;
&#13;
Ia menilai, Mendagri perlu memastikan setiap daerah memiliki strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan, serta memperkuat ekosistem investasi daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rakor ini momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan Dana Transfer Umum (DTU) dan Dana Transfer Khusus (DTK) dari pusat ke daerah, termasuk dampaknya terhadap otonomi daerah,&amp;rdquo; kata Hadi.&#13;
&#13;
Forum ini diharapkan menghasilkan solusi konkret atas persoalan fiskal dan mendorong efisiensi belanja daerah tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rakor Sekda dan Bappeda ini jangan disia-siakan. Ini momen penting untuk menjembatani aspirasi Pemda dengan kebijakan fiskal di pusat. Sinergi vertikal ini kunci agar tekanan fiskal 2026 bisa dimitigasi bersama,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
